Yeh 2:8-3:4 Mzm 119:14.24.72.103.111.131; Mat 18:1-5.10.12-14
Pangantar
Saudara-saudari terkasih, dunia
terus-menerus memuja kebesaran, kekuasaan, dan kepintaran. Namun, hari ini,
bersama teladan St. Klara dari Assisi, liturgi mengajak kita merenungkan sebuah
paradoks ilahi: kebesaran sejati justru ditemukan dalam kerendahan hati seperti
anak kecil, dan kekuatan sejati lahir dari hati yang "memakan" dan
menghayati Sabda Allah.
Bacaan Pertama (Yeh 2:8-3:4)
Nabi Yehezkiel menerima perintah yang
unik dari Tuhan: "Buka mulutmu dan makanlah apa yang Kuberikan
kepadamu... Makanlah gulungan kitab ini, pergilah, berbicaralah..."
Saat sang nabi memakannya, gulungan itu terasa "manis seperti
madu". Ini mengajarkan bahwa sebelum kita berbicara atau bertindak
bagi Tuhan, kita harus terlebih dahulu menelan, mencerna, dan menghayati
Firman-Nya hingga menjadi bagian dari daging dan darah kita.
Bacaan Injil (Mat 18:1-5.10.12-14)
Murid-murid bertanya, "Siapakah
yang terbesar?" Yesus memanggil seorang anak kecil dan berkata, "Jika
kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk
ke dalam Kerajaan Sorga." Ia menegaskan bahwa yang terbesar adalah
yang merendahkan diri. Lebih lagi, Ia memperingatkan agar kita tidak memandang
rendah "anak-anak kecil" ini, karena Bapa di surga tidak menghendaki "seorang
pun dari anak-anak ini hilang".
Korelasi dari Seluruh Bacaan
Ketiga bacaan ini merajut satu logika
rohani yang indah dan mendalam. Untuk bisa menjadi "kecil" dan
bergantung sepenuhnya seperti anak (Injil), kita membutuhkan kekuatan dari
dalam, yaitu dengan "memakan" Sabda Tuhan (Yehezkiel) yang manis dan
menjadi panduan hidup kita (Mazmur). St. Klara menghidupi kebenaran ini secara
radikal. Ia meninggalkan kemewahan duniawi untuk menjadi "miskin dan
kecil" di hadapan Tuhan. Namun, hatinya kenyang oleh Sabda dan Ekaristi,
menjadikannya perempuan yang luar biasa kuat dan teguh menghadapi segala badai
kehidupan.
Pesan Praktis
- "Makanlah" Sabda Tuhan setiap hari. Jangan hanya
membacanya sekilas sebagai rutinitas. Renungkan, hayati, dan biarkan
Firman-Nya menjadi manis serta mengarahkan keputusanmu hari ini, layaknya
madu yang memberi energi dan kesehatan bagi jiwamu.
- Rendahkan hatimu dan hargai yang "kecil". Jangan
terobsesi dengan jabatan, status, atau pengakuan manusia. Jadilah
sederhana seperti anak kecil yang polos. Perlakukan sesama—terutama mereka
yang lemah, miskin, atau tersisih—dengan penuh kasih, karena di merekalah
wajah Kristus bersemayam.
Saudara-saudari, kebesaran di mata
Tuhan dimulai dari kerendahan hati dan jiwa yang kenyang oleh Sabda-Nya. Mari
kita teladani St. Klara: menjadi kecil dan sederhana di dunia, namun besar di
hadapan Allah, dengan membiarkan Firman-Nya membentuk dan mengarahkan seluruh
hidup kita [psl]






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!