Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Selasa, 11 Agustus 2026; Pw. St. Klara Asisi

Yeh 2:8-3:4 Mzm 119:14.24.72.103.111.131; Mat 18:1-5.10.12-14

 Tema: “Menjadi "Kecil" dan Kenyang oleh Sabda Allah”

 

Pangantar

Saudara-saudari terkasih, dunia terus-menerus memuja kebesaran, kekuasaan, dan kepintaran. Namun, hari ini, bersama teladan St. Klara dari Assisi, liturgi mengajak kita merenungkan sebuah paradoks ilahi: kebesaran sejati justru ditemukan dalam kerendahan hati seperti anak kecil, dan kekuatan sejati lahir dari hati yang "memakan" dan menghayati Sabda Allah.

Bacaan Pertama (Yeh 2:8-3:4)

Nabi Yehezkiel menerima perintah yang unik dari Tuhan: "Buka mulutmu dan makanlah apa yang Kuberikan kepadamu... Makanlah gulungan kitab ini, pergilah, berbicaralah..." Saat sang nabi memakannya, gulungan itu terasa "manis seperti madu". Ini mengajarkan bahwa sebelum kita berbicara atau bertindak bagi Tuhan, kita harus terlebih dahulu menelan, mencerna, dan menghayati Firman-Nya hingga menjadi bagian dari daging dan darah kita.

Mazmur Tanggapan (Mzm 119:14.24.72.103.111.131)
Pemazmur merespons dengan sukacita yang sama: "Betapa kucintai Taurat-Mu... lebih manis dari pada madu bagi mulutku." Firman Tuhan bukanlah beban yang memberatkan atau aturan yang kaku, melainkan warisan abadi yang memberi sukacita dan menjadi pelita yang menerangi setiap langkah kehidupan kita.

Bacaan Injil (Mat 18:1-5.10.12-14)

Murid-murid bertanya, "Siapakah yang terbesar?" Yesus memanggil seorang anak kecil dan berkata, "Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga." Ia menegaskan bahwa yang terbesar adalah yang merendahkan diri. Lebih lagi, Ia memperingatkan agar kita tidak memandang rendah "anak-anak kecil" ini, karena Bapa di surga tidak menghendaki "seorang pun dari anak-anak ini hilang".

Korelasi dari Seluruh Bacaan

Ketiga bacaan ini merajut satu logika rohani yang indah dan mendalam. Untuk bisa menjadi "kecil" dan bergantung sepenuhnya seperti anak (Injil), kita membutuhkan kekuatan dari dalam, yaitu dengan "memakan" Sabda Tuhan (Yehezkiel) yang manis dan menjadi panduan hidup kita (Mazmur). St. Klara menghidupi kebenaran ini secara radikal. Ia meninggalkan kemewahan duniawi untuk menjadi "miskin dan kecil" di hadapan Tuhan. Namun, hatinya kenyang oleh Sabda dan Ekaristi, menjadikannya perempuan yang luar biasa kuat dan teguh menghadapi segala badai kehidupan.

Pesan Praktis

  1. "Makanlah" Sabda Tuhan setiap hari. Jangan hanya membacanya sekilas sebagai rutinitas. Renungkan, hayati, dan biarkan Firman-Nya menjadi manis serta mengarahkan keputusanmu hari ini, layaknya madu yang memberi energi dan kesehatan bagi jiwamu.
  2. Rendahkan hatimu dan hargai yang "kecil". Jangan terobsesi dengan jabatan, status, atau pengakuan manusia. Jadilah sederhana seperti anak kecil yang polos. Perlakukan sesama—terutama mereka yang lemah, miskin, atau tersisih—dengan penuh kasih, karena di merekalah wajah Kristus bersemayam.

Saudara-saudari, kebesaran di mata Tuhan dimulai dari kerendahan hati dan jiwa yang kenyang oleh Sabda-Nya. Mari kita teladani St. Klara: menjadi kecil dan sederhana di dunia, namun besar di hadapan Allah, dengan membiarkan Firman-Nya membentuk dan mengarahkan seluruh hidup kita [psl]

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting