Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Selasa, 26 Mei 2026; St. Filipus Neri, Imam

1Ptr 1:10-16; Maz 98:1.2-3.3-4; Mrk 10:28-31

 Tema: “Mengikuti Tuhan dengan Hati Riang dan Hidup Kudus”

 

Pengantar

Hari ini kita merayakan pesta Santo Filipus Neri. Beliau dikenal sebagai santo yang selalu ceria, penuh sukacita, dan punya hati yang sangat gembira dalam melayani Tuhan. Hidupnya mengajarkan kita bahwa menjadi orang beriman itu tidak harus kaku atau berat, tapi justru penuh semangat dan kebahagiaan. Sabda Tuhan hari ini pun mengingatkan hal yang sama: apa pun yang kita korbankan demi Tuhan, akan diganti dengan berkat yang jauh lebih besar, dan kita dipanggil untuk hidup suci dan gembira di hadapan-Nya.

Bacaan Pertama (1 Petrus 1:10-16)

Rasul Petrus menulis surat ini untuk menguatkan kita. Ia bilang, para nabi zaman dulu sudah berusaha keras mencari tahu tentang keselamatan yang kini kita terima. Mereka melayani hal-hal yang kini sudah diberitahukan kepada kita lewat kabar baik. Lalu ada panggilan indah ini: "Hiduplah sebagai orang-orang yang kudus dalam segala tingkah laku, sebab ada tertulis: Kamu harus kudus, sebab Aku ini kudus."

Jadi, menjadi pengikut Kristus berarti kita dipanggil untuk berbeda. Bukan sombong, tapi hidup bersih, jujur, dan baik hati, karena Allah yang memanggil kita itu suci dan mulia. Santo Filipus Neri mencontohkan ini dengan cara yang manis: kekudusan yang dibawakan dengan kasih dan sukacita, sehingga orang lain tertarik untuk mengenal Tuhan.

Mazmur Tanggapan (Mazmur 98:1.2-3.3-4)

Mazmur ini mengajak kita bernyanyi dengan gembira: "Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, sebab Ia telah mengadakan perbuatan-perbuatan yang ajaib... Seluruh ujung bumi telah melihat keselamatan dari Allah kita. Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bersorak-soraklah, bernyanyilah dan bermazmurlah!"

Ini adalah gambaran hati orang yang sudah menemukan Tuhan. Kita tidak boleh pelit pujian, dan tidak boleh hidup muram. Karena Tuhan sudah menyelamatkan dan berbuat ajaib bagi kita, maka wajah kita, kata-kata kita, dan hidup kita harus memancarkan sukacita itu ke mana saja kita pergi.

Bacaan Injil (Markus 10:28-31)

Petrus pernah bertanya kepada Yesus, mewakili kita semua: "Lihatlah, kami telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau." Mungkin ada rasa bertanya: "Apa balasannya buat kami?" Yesus menjawab dengan janji yang sangat indah dan menenangkan hati: "Aku berkata kepadamu, tidak ada seorang pun yang telah meninggalkan rumah atau saudara-saudara laki-laki atau perempuan atau ibu atau bapa atau anak-anak atau ladang karena Aku dan karena Injil, yang tidak akan menerima kembali seratus kali lipat sekarang pada masa ini: rumah, saudara-saudara laki-laki, ibu, anak-anak... dan di dunia yang datang hidup yang kekal."

Jadi, jangan pernah merasa rugi kalau kita melepaskan sesuatu demi Tuhan. Tuhan tidak berhutang. Apa yang kita berikan—waktu, harta, kepentingan diri sendiri—Tuhan ganti dengan berkat yang jauh lebih melimpah, baik di sini maupun di surga. Santo Filipus Neri melepaskan segala kenyamanan hidup duniawi, dan ia menerima sukacita hati yang tak terhingga.

Korelasi Seluruh Bacaan

Ketiga bacaan ini saling terhubung dan saling melengkapi: Injil meyakinkan kita bahwa mengikuti Tuhan itu tidak merugikan, justru mendatangkan berkat besar; Bacaan Pertama mengajarkan bagaimana caranya kita mengikuti Dia: dengan hidup suci dan murni hati, sesuai panggilan kita; Mazmur mengajarkan kita gaya hidupnya: lakukan semuanya dengan sukacita, nyanyian, dan penuh semangat; Santo Filipus Neri hidup persis seperti ini: meninggalkan segalanya demi Tuhan, hidup kudus, tapi selalu ceria dan gembira.

Pesan untuk Praktik Hidup

1.     Jangan takut berkorban demi Tuhan

Kalau hari ini kamu diminta berbagi, diminta sabar, atau diminta melepaskan keinginanmu demi kebaikan bersama atau demi Tuhan, lakukanlah dengan senang hati. Ingat janji Yesus: kamu akan menerima berkat seratus kali lipat. Tuhan yang mengatur hidupmu, Dia tahu cara memelihara dan membahagiakan anak-anak-Nya.

2.     Jadilah orang suci yang ceria dan gembira

Seperti teladan Santo Filipus Neri, jadilah orang beriman yang menyenangkan hati orang lain. Jangan bawa beban hidup yang membuat orang lain susah mendekat. Jadikan iman kita alasan kita tersenyum, menolong, dan memancarkan kasih Tuhan. Ingat, kekudusan yang sejati itu selalu membawa sukacita.

Mengikuti Yesus adalah pilihan terbaik dalam hidup kita. Kita dipanggil hidup suci, jangan khawatir akan kerugian, karena Tuhan memberi balasan yang jauh lebih besar. Dan lakukanlah semuanya dengan hati yang riang dan penuh kasih, sama seperti teladan Santo Filipus Neri. Itulah cara indah kita bersaksi bahwa Tuhan adalah sukacita kita [psl].

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting