1Ptr 1:10-16; Maz 98:1.2-3.3-4; Mrk 10:28-31
Pengantar
Hari ini kita merayakan pesta Santo
Filipus Neri. Beliau dikenal sebagai santo yang selalu ceria, penuh sukacita,
dan punya hati yang sangat gembira dalam melayani Tuhan. Hidupnya mengajarkan
kita bahwa menjadi orang beriman itu tidak harus kaku atau berat, tapi justru
penuh semangat dan kebahagiaan. Sabda Tuhan hari ini pun mengingatkan hal yang
sama: apa pun yang kita korbankan demi Tuhan, akan diganti dengan berkat yang
jauh lebih besar, dan kita dipanggil untuk hidup suci dan gembira di
hadapan-Nya.
Bacaan Pertama (1 Petrus 1:10-16)
Rasul Petrus menulis surat ini
untuk menguatkan kita. Ia bilang, para nabi zaman dulu sudah berusaha keras
mencari tahu tentang keselamatan yang kini kita terima. Mereka melayani hal-hal
yang kini sudah diberitahukan kepada kita lewat kabar baik. Lalu ada panggilan
indah ini: "Hiduplah sebagai orang-orang yang kudus dalam segala
tingkah laku, sebab ada tertulis: Kamu harus kudus, sebab Aku ini kudus."
Jadi, menjadi pengikut Kristus
berarti kita dipanggil untuk berbeda. Bukan sombong, tapi hidup bersih, jujur,
dan baik hati, karena Allah yang memanggil kita itu suci dan mulia. Santo
Filipus Neri mencontohkan ini dengan cara yang manis: kekudusan yang dibawakan
dengan kasih dan sukacita, sehingga orang lain tertarik untuk mengenal Tuhan.
Mazmur Tanggapan (Mazmur 98:1.2-3.3-4)
Mazmur ini mengajak kita bernyanyi
dengan gembira: "Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, sebab Ia telah
mengadakan perbuatan-perbuatan yang ajaib... Seluruh ujung bumi telah melihat
keselamatan dari Allah kita. Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,
bersorak-soraklah, bernyanyilah dan bermazmurlah!"
Ini adalah gambaran hati orang yang
sudah menemukan Tuhan. Kita tidak boleh pelit pujian, dan tidak boleh hidup
muram. Karena Tuhan sudah menyelamatkan dan berbuat ajaib bagi kita, maka wajah
kita, kata-kata kita, dan hidup kita harus memancarkan sukacita itu ke mana
saja kita pergi.
Bacaan Injil (Markus 10:28-31)
Petrus pernah bertanya kepada
Yesus, mewakili kita semua: "Lihatlah, kami telah meninggalkan segala
sesuatu dan mengikut Engkau." Mungkin ada rasa bertanya: "Apa
balasannya buat kami?" Yesus menjawab dengan janji yang sangat indah dan
menenangkan hati: "Aku berkata kepadamu, tidak ada seorang pun yang
telah meninggalkan rumah atau saudara-saudara laki-laki atau perempuan atau ibu
atau bapa atau anak-anak atau ladang karena Aku dan karena Injil, yang tidak
akan menerima kembali seratus kali lipat sekarang pada masa ini: rumah,
saudara-saudara laki-laki, ibu, anak-anak... dan di dunia yang datang hidup
yang kekal."
Jadi, jangan pernah merasa rugi
kalau kita melepaskan sesuatu demi Tuhan. Tuhan tidak berhutang. Apa yang kita
berikan—waktu, harta, kepentingan diri sendiri—Tuhan ganti dengan berkat yang
jauh lebih melimpah, baik di sini maupun di surga. Santo Filipus Neri
melepaskan segala kenyamanan hidup duniawi, dan ia menerima sukacita hati yang
tak terhingga.
Korelasi Seluruh Bacaan
Ketiga bacaan ini saling terhubung dan
saling melengkapi: Injil meyakinkan kita bahwa mengikuti Tuhan itu tidak
merugikan, justru mendatangkan berkat besar; Bacaan Pertama mengajarkan
bagaimana caranya kita mengikuti Dia: dengan hidup suci dan murni hati, sesuai
panggilan kita; Mazmur mengajarkan kita gaya hidupnya: lakukan semuanya
dengan sukacita, nyanyian, dan penuh semangat; Santo Filipus Neri hidup persis
seperti ini: meninggalkan segalanya demi Tuhan, hidup kudus, tapi selalu ceria
dan gembira.
Pesan untuk Praktik Hidup
1.
Jangan takut berkorban demi Tuhan
Kalau hari ini kamu diminta berbagi,
diminta sabar, atau diminta melepaskan keinginanmu demi kebaikan bersama atau
demi Tuhan, lakukanlah dengan senang hati. Ingat janji Yesus: kamu akan
menerima berkat seratus kali lipat. Tuhan yang mengatur hidupmu, Dia tahu cara
memelihara dan membahagiakan anak-anak-Nya.
2.
Jadilah orang suci yang ceria dan gembira
Seperti teladan Santo Filipus Neri,
jadilah orang beriman yang menyenangkan hati orang lain. Jangan bawa beban
hidup yang membuat orang lain susah mendekat. Jadikan iman kita alasan kita
tersenyum, menolong, dan memancarkan kasih Tuhan. Ingat, kekudusan yang sejati
itu selalu membawa sukacita.
Mengikuti Yesus adalah pilihan
terbaik dalam hidup kita. Kita dipanggil hidup suci, jangan khawatir akan
kerugian, karena Tuhan memberi balasan yang jauh lebih besar. Dan lakukanlah
semuanya dengan hati yang riang dan penuh kasih, sama seperti teladan Santo
Filipus Neri. Itulah cara indah kita bersaksi bahwa Tuhan adalah sukacita kita [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!