Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Senin, 25 Mei 2026; Pw Maria Bunda Gereja

Kis 1:12-14; Mzm 87:1-3.5-7; Yohanes 19:25-34

 Tema: “Maria: Bunda yang Selalu Menyertai dan Mendoakan Kita”

 

Pengantar

Hari ini Gereja merayakan Maria dengan gelar yang sangat indah dan dekat di hati kita: Bunda Gereja. Gelar ini mengingatkan kita bahwa sama seperti Yesus memberikan Bunda-Nya kepada Rasul Yohanes, Ia juga memberikan Maria menjadi Bunda bagi kita semua, dan bagi seluruh Gereja. Hari ini kita diajak melihat bagaimana Bunda Maria selalu ada, mendampingi, dan mendoakan kita dalam perjalanan iman kita.

Bacaan Pertama (Kisah Para Rasul 1:12-14)

Di sini diceritakan bahwa setelah Yesus naik ke surga, para rasul kembali ke Yerusalem. Mereka semua, bersama dengan para perempuan dan Maria, ibu Yesus, serta saudara-saudara Yesus, berkumpul dengan satu hati dan tetap tekun dalam doa.

Ini adalah gambaran pertama dari Gereja yang sedang lahir. Di sana, di tengah kumpulan orang-orang yang masih belajar beriman, ada Maria. Dia bukan hanya penonton, tapi bagian penting dari kelompok itu. Dia tidak diam saja, dia berdoa bersama mereka, menguatkan mereka, dan menunggu bersama mereka datangnya Roh Kudus. Di sinilah kita mulai mengerti: Maria adalah Bunda Gereja karena dia ada di awal mula Gereja, ada di dalam doa Gereja, dan selalu menyertai anak-anak-Nya.

Mazmur Tanggapan (Mazmur 87:1-3.5-7)

Mazmur ini memuji kota Allah, Sion, tempat Allah tinggal. Dikatakan: "Segala sumberku ada di dalammu." Bagi kita, Sion atau kota Allah ini bisa kita lihat gambaran indahnya pada diri Maria dan pada Gereja. Maria adalah tempat kediaman Allah yang paling suci, dan juga tempat kita mencari perlindungan dan kekuatan. Seperti nyanyian mazmur ini, dari Maria dan dari Gereja, mengalir sumber kehidupan dan berkat bagi kita semua. Di sana, kita semua, dari berbagai bangsa dan suku, diakui sebagai anak-anak Allah.

Bacaan Injil (Yohanes 19:25-34)

Di Injil, kita kembali ke momen paling menyentuh hati, saat Yesus tergantung di kayu salib. Di situ berdiri Bunda-Nya Maria, dan di sampingnya murid yang dikasihi Yesus. Walaupun hati Maria pedih dan penuh luka melihat Anak-Nya menderita, dia tidak lari, dia tetap setia berdiri di situ.

Lalu Yesus memandang mereka dan berkata dengan suara lembut namun penuh makna: "Ibu, inilah anakmu." Dan kepada murid itu Ia berkata: "Inilah ibumu." Di saat itu juga, perjanjian baru terjadi. Yesus memberikan Maria menjadi Ibu bagi kita semua, yang diwakili oleh Yohanes. Sejak saat itu, murid itu menerima Maria ke dalam rumahnya, ke dalam hidupnya. Begitu juga kita: Maria adalah Bunda kita, yang mau kita terima dan tempatkan di dalam hati dan hidup kita.

Korelasi Seluruh Bacaan

Ketiga bacaan ini saling berkaitan indah sekali: Di Injil, kita melihat asal mula panggilan ini: Maria menjadi Bunda kita di kaki salib Yesus; Di Bacaan Pertama, kita melihat bagaimana Maria menjalankan tugasnya sebagai Bunda: dia menyertai kita, berdoa bersama kita, dan menguatkan kita menanti janji Allah; Di Mazmur, kita menyadari bahwa bersama Maria dan di dalam Gereja, kita menemukan sumber kehidupan dan kebahagiaan sejati.

Intinya: Maria adalah Bunda yang diberikan Yesus kepada kita, untuk selalu mendampingi perjalanan iman kita di dalam Gereja-Nya.

Pesan untuk Praktik Hidup
1.     Terimalah Maria sebagai Bunda sejati dalam hidupmu

Sama seperti Yohanes yang menerima Maria ke dalam rumahnya, mari kita juga menerima dia ke dalam hati dan keluarga kita. Dekatilah dia lewat doa Rosario atau doa-doa lainnya. Dia tidak pernah ingin memisahkan kita dari Yesus, justru dia selalu menunjuk dan menuntun kita semakin dekat kepada Anak-Nya, Tuhan Yesus.

2.     Ikuti teladan Maria yang setia dan tekun berdoa

Maria berdiri setia di salib, dan tekun berdoa di ruang atas. Kita pun diajak meniru sifat itu. Jangan mudah menyerah saat hidup susah atau iman sedang lemah. Tetaplah berdiri teguh dalam iman, dan jangan berhenti berdoa. Seperti Maria, jadilah orang yang setia mendampingi Tuhan dan mendampingi sesama.

Maria, Bunda Gereja, adalah anugerah indah yang diberikan Yesus kepada kita. Dia selalu ada, selalu berdoa, dan selalu menuntun kita menuju Yesus. Mari kita bersukacita memiliki Bunda yang begitu baik, dan mari kita hidup sebagai anak-anak yang setia, selalu dekat dengannya dan dengan Gereja yang kudus [psl].

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting