Kis 1:12-14; Mzm 87:1-3.5-7; Yohanes 19:25-34
Pengantar
Hari ini Gereja merayakan Maria
dengan gelar yang sangat indah dan dekat di hati kita: Bunda Gereja.
Gelar ini mengingatkan kita bahwa sama seperti Yesus memberikan Bunda-Nya
kepada Rasul Yohanes, Ia juga memberikan Maria menjadi Bunda bagi kita semua,
dan bagi seluruh Gereja. Hari ini kita diajak melihat bagaimana Bunda Maria
selalu ada, mendampingi, dan mendoakan kita dalam perjalanan iman kita.
Bacaan Pertama (Kisah Para Rasul 1:12-14)
Di sini diceritakan bahwa setelah
Yesus naik ke surga, para rasul kembali ke Yerusalem. Mereka semua, bersama
dengan para perempuan dan Maria, ibu Yesus, serta saudara-saudara Yesus,
berkumpul dengan satu hati dan tetap tekun dalam doa.
Ini adalah gambaran pertama dari
Gereja yang sedang lahir. Di sana, di tengah kumpulan orang-orang yang masih
belajar beriman, ada Maria. Dia bukan hanya penonton, tapi bagian penting dari
kelompok itu. Dia tidak diam saja, dia berdoa bersama mereka, menguatkan
mereka, dan menunggu bersama mereka datangnya Roh Kudus. Di sinilah kita mulai
mengerti: Maria adalah Bunda Gereja karena dia ada di awal mula Gereja, ada di
dalam doa Gereja, dan selalu menyertai anak-anak-Nya.
Mazmur Tanggapan (Mazmur 87:1-3.5-7)
Mazmur ini memuji kota Allah, Sion,
tempat Allah tinggal. Dikatakan: "Segala sumberku ada di dalammu."
Bagi kita, Sion atau kota Allah ini bisa kita lihat gambaran indahnya pada diri
Maria dan pada Gereja. Maria adalah tempat kediaman Allah yang paling suci, dan
juga tempat kita mencari perlindungan dan kekuatan. Seperti nyanyian mazmur
ini, dari Maria dan dari Gereja, mengalir sumber kehidupan dan berkat bagi kita
semua. Di sana, kita semua, dari berbagai bangsa dan suku, diakui sebagai
anak-anak Allah.
Bacaan Injil (Yohanes 19:25-34)
Di Injil, kita kembali ke momen
paling menyentuh hati, saat Yesus tergantung di kayu salib. Di situ berdiri
Bunda-Nya Maria, dan di sampingnya murid yang dikasihi Yesus. Walaupun hati
Maria pedih dan penuh luka melihat Anak-Nya menderita, dia tidak lari, dia
tetap setia berdiri di situ.
Lalu Yesus memandang mereka dan
berkata dengan suara lembut namun penuh makna: "Ibu, inilah
anakmu." Dan kepada murid itu Ia berkata: "Inilah ibumu."
Di saat itu juga, perjanjian baru terjadi. Yesus memberikan Maria menjadi
Ibu bagi kita semua, yang diwakili oleh Yohanes. Sejak saat itu, murid itu
menerima Maria ke dalam rumahnya, ke dalam hidupnya. Begitu juga kita: Maria
adalah Bunda kita, yang mau kita terima dan tempatkan di dalam hati dan hidup
kita.
Korelasi Seluruh Bacaan
Ketiga bacaan ini saling berkaitan
indah sekali: Di Injil, kita melihat asal mula panggilan ini: Maria
menjadi Bunda kita di kaki salib Yesus; Di Bacaan Pertama, kita melihat
bagaimana Maria menjalankan tugasnya sebagai Bunda: dia menyertai kita, berdoa
bersama kita, dan menguatkan kita menanti janji Allah; Di Mazmur, kita
menyadari bahwa bersama Maria dan di dalam Gereja, kita menemukan sumber
kehidupan dan kebahagiaan sejati.
Intinya: Maria adalah Bunda yang
diberikan Yesus kepada kita, untuk selalu mendampingi perjalanan iman kita di
dalam Gereja-Nya.
Sama seperti Yohanes yang menerima
Maria ke dalam rumahnya, mari kita juga menerima dia ke dalam hati dan keluarga
kita. Dekatilah dia lewat doa Rosario atau doa-doa lainnya. Dia tidak pernah
ingin memisahkan kita dari Yesus, justru dia selalu menunjuk dan menuntun kita
semakin dekat kepada Anak-Nya, Tuhan Yesus.
2.
Ikuti teladan Maria yang setia dan tekun
berdoa
Maria berdiri setia di salib, dan
tekun berdoa di ruang atas. Kita pun diajak meniru sifat itu. Jangan mudah
menyerah saat hidup susah atau iman sedang lemah. Tetaplah berdiri teguh dalam
iman, dan jangan berhenti berdoa. Seperti Maria, jadilah orang yang setia
mendampingi Tuhan dan mendampingi sesama.
Maria, Bunda Gereja, adalah
anugerah indah yang diberikan Yesus kepada kita. Dia selalu ada, selalu berdoa,
dan selalu menuntun kita menuju Yesus. Mari kita bersukacita memiliki Bunda
yang begitu baik, dan mari kita hidup sebagai anak-anak yang setia, selalu
dekat dengannya dan dengan Gereja yang kudus [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!