Kis 20:28-38; Mzm 68:29-30.33-36; Yoh 17:11-19
Pengantar
Hidup di dunia ini ibarat berjalan
di jalan yang dipenuhi oleh banyak pengaruh dan godaan. Kita sering khawatir: "Siapa
yang akan menjaga iman saya? Bagaimana saya bisa tetap suci dan setia kepada
Tuhan?" Hari ini, Sabda Tuhan memberikan jawaban yang menenangkan hati
kita. Tuhan Yesus sendiri berdoa untuk kita, dan para pengajar iman memberi
teladan untuk menjaga kita. Kuncinya adalah: kita dijaga dan disucikan oleh
kebenaran Allah sendiri.
Bacaan Pertama (Kis 20:28-38)
Paulus berpesan dengan sangat haru
kepada para penatua jemaat di Efesus. Ia mengingatkan mereka untuk menjaga diri
dan menjaga seluruh umat Allah, karena mereka dipercayakan menjadi gembala bagi
kawanan Tuhan. Paulus memperingatkan bahwa setelah ia pergi, akan ada
orang-orang yang mencoba menyesatkan umat. Ia mengajak mereka tetap waspada dan
mengingat ajaran yang benar. Pertemuan itu berakhir dengan tangis dan pelukan
kasih, karena mereka sadar mungkin tidak bertemu lagi secara fisik. Ini
menunjukkan betapa besar kasih sayang dan tanggung jawab untuk menjaga umat
tetap setia pada jalan kebenaran.
Mazmur Tanggapan (Mzm 68:29-30.33-36)
Mazmur ini adalah nyanyian pujian
kepada Allah yang berkuasa dan mulia. Penyair mazmur berseru: "Kekuatanmu,
ya Allah, adalah kekuatan yang menyertai umat-Mu." Allah adalah sumber
kekuatan dan perlindungan bagi umat-Nya. Dialah yang memerintah alam semesta,
dan Dialah yang memberikan kekuatan serta berkat kepada kita. Di sini kita
belajar: kekuatan untuk tetap setia dan suci bukan dari kemampuan diri sendiri,
melainkan berasal dari Allah yang berkuasa dan menyertai kita.
Bacaan Injil (Yoh 17:11-19)
Dalam doa perpisahan-Nya, Yesus
berdoa khusus bagi para murid. Ia berkata: "Bapa yang kudus,
peliharalah mereka dalam nama-Mu... supaya mereka menjadi satu, sama seperti
Kita." Yesus tahu kita hidup di dunia, namun Ia tidak meminta agar
kita diambil dari dunia, melainkan memohon agar kita terpelihara dari yang
jahat. Inti doa-Nya adalah: "Sucikanlah mereka dalam kebenaran-Mu;
sabda-Mu adalah kebenaran." Yesus menguduskan diri-Nya sendiri demi
kita, supaya kita juga hidup dalam kebenaran dan dikhususkan bagi Allah. Sabda
Allah itulah yang menjadi sarana penyucian dan penjagaan kita.
Korelasi dari Seluruh Bacaan
Ketiga bacaan ini saling berkaitan
erat: Bacaan Pertama mengajarkan kita untuk saling menjaga dan waspada,
karena banyak hal yang bisa menjauhkan kita dari Allah; Mazmur
meyakinkan kita bahwa kekuatan dan perlindungan sejati hanya berasal dari Allah
semesta alam; dan Injil menjadi dasar kekuatan itu: Yesus sendiri yang
berdoa dan memohonkan perlindungan serta pengudusan bagi kita lewat kebenaran
sabda Allah.
Jadi, kita dijaga oleh kasih
sesama, dilindungi oleh kuasa Allah, dan disucikan oleh kebenaran sabda-Nya.
- Jadikan Sabda Allah sebagai penunjuk jalan: Ingat
pesan Yesus, "Sabda-Mu adalah kebenaran." Setiap hari,
mari kita dengarkan, baca, dan renungkan sabda Tuhan. Sabda-Nya itulah
yang akan membersihkan hati kita, menjauhkan kita dari kejahatan, dan
membuat kita hidup benar di hadapan-Nya.
- Saling menjaga dan mendoakan sesama: Seperti
teladan Paulus yang sangat mengasihi dan mengingatkan umatnya, mari kita
juga peduli pada saudara seiman. Doakan mereka, ingatkan yang baik, dan
saling menguatkan agar kita semua tetap setia, meskipun menghadapi
tantangan atau pengaruh buruk dari sekitar.
Kita tidak perlu takut hidup di
dunia, karena kita tidak dibiarkan sendirian. Yesus berdoa dan memohonkan
perlindungan bagi kita, Allah Bapa memberikan kekuatan, dan sabda-Nya
menyucikan hati kita. Mari kita tetap waspada, saling menguatkan, dan hidup dalam
kebenaran sabda-Nya, supaya kita selalu terpelihara dan bersatu di dalam Dia [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!