Kis 20:17-27; Mzm 68:10-11.20-21; Yoh 17:1-11
Pengantar
Setiap orang yang hidup pasti punya
tugas dan tanggung jawab, baik di keluarga, pekerjaan, maupun dalam iman. Hari
ini, Sabda Tuhan mengajarkan kita cara menjalani hidup dengan benar: lakukan
tugas kita dengan sebaik-baiknya dan dengan sepenuh hati, lalu serahkan
hasilnya kepada Tuhan. Kita diingatkan untuk hidup setia, tidak menyembunyikan
kebenaran, dan selalu bersandar pada Allah yang menyertai kita.
Bacaan Pertama (Kis 20:17-27)
Paulus berpesan kepada para penatua
jemaat di Efesus. Ia bersaksi bahwa ia sudah melayani Tuhan dengan rendah hati,
dengan air mata, dan di tengah banyak pencobaan. Ia tidak pernah ragu
mewartakan apa yang berguna bagi mereka, baik di depan umum maupun di
rumah-rumah. Ia menyatakan bahwa ia sudah menyampaikan seluruh rencana
keselamatan Allah tanpa ada yang dikurangi atau disembunyikan. Bagi Paulus, hal
terpenting adalah ia menjalankan tugas dan pelayanan yang diterima dari Tuhan
Yesus, yaitu mewartakan Kabar Baik tentang kasih karunia Allah. Ia siap
melanjutkan perjalanan, meski tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, asalkan
ia bisa mengakhiri hidupnya dengan sukacita dan tugas yang selesai.
Mazmur Tanggapan (Mzm 68:10-11.20-21)
Mazmur ini memuji kebaikan dan
kuasa Tuhan. Penyair mazmur berseru: "Diberkatilah Tuhan, hari demi
hari Ia menanggung beban kita, Dialah Allah yang menyelamatkan kita."
Tuhan adalah Allah yang menolong, memelihara, dan memberi kekuatan setiap hari.
Dialah sumber keselamatan kita, dan kuasa-Nya melindungi kita. Di tengah lelah
dan beban hidup, kita punya sandaran yang kuat: Tuhan yang setia menolong dan
menyertai kita.
Bacaan Injil (Yoh 17:1-11)
Sebelum wafat, Yesus berdoa kepada
Bapa. Ia berkata: "Bapa, tiba saatnya, muliakanlah Anak-Mu."
Yesus menyadari bahwa tugas yang diberikan Bapa kepada-Nya sudah selesai: Ia
telah mewahyukan nama Allah kepada manusia dan mengajarkan kebenaran. Kini Ia
kembali kepada Bapa. Doa utama Yesus adalah supaya murid-murid-Nya terpelihara
dalam nama Allah dan hidup bersatu, sama seperti Bapa dan Anak adalah satu.
Yesus sudah menyelesaikan apa yang harus dilakukan-Nya di dunia, dan kini Ia
mempercayakan para murid untuk terus hidup dalam kebenaran dan kasih Allah.
Korelasi dari Seluruh Bacaan
Ketiga bacaan ini saling melengkapi
satu sama lain: Bacaan Pertama memberi teladan nyata dari hidup Rasul Paulus:
hidup setia, jujur, dan menyelesaikan tugas panggilan hidup sampai akhir; Mazmur
menjadi kekuatan hati kita: saat kita berusaha setia dan merasa berat, Tuhanlah
yang menopang dan menolong kita setiap hari; dan Injil adalah contoh tertinggi
dari Yesus sendiri: Ia melakukan kehendak Bapa dengan sempurna, dan setelah
tugas selesai, Ia berserah diri kembali kepada Bapa.
Intinya: Hidup kita adalah tugas
yang dipercayakan Allah. Kita wajib menjalaninya dengan setia, dan kita berhak
bersandar pada pertolongan-Nya.
- Lakukan tugas dengan jujur dan totalitas: Apapun
pekerjaan atau kewajiban Anda, kerjakan dengan sebaik-baiknya, tulus hati,
dan jangan menyembunyikan kebenaran. Ingat, kita bekerja dan hidup bukan
hanya dilihat manusia, tapi terutama dilihat dan dipertanggungjawabkan
kepada Tuhan.
- Serahkan kekhawatiran kepada Tuhan: Seperti yang
dikatakan Mazmur, Tuhan menanggung beban kita hari demi hari. Jangan
memikul semuanya sendirian. Saat lelah atau bingung, berdoalah dan
bersandarlah pada kekuatan-Nya.
- Jaga kesatuan dan iman kita: Seperti doa Yesus,
kita dipanggil untuk tetap bersatu dengan sesama dan tetap teguh dalam
ajaran yang benar, meskipun kita menghadapi kesulitan atau tantangan dalam
hidup.
Hidup beriman berarti setia
menjalankan tugas yang Tuhan berikan sampai akhir, sama seperti Paulus dan
Yesus sendiri. Kita tidak perlu takut atau cemas, karena Allah senantiasa
menolong dan memelihara kita setiap hari. Mari kita bertekad: bekerja dengan setia,
berdoa dengan penuh percaya, dan berserah diri sepenuhnya kepada kehendak Allah
[psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!