1Ptr 2:2-5.9-12; Mzm 100:2-5; Mrk 10:46-52
Pengantar
Hari ini Tuhan mengingatkan kita
dua hal indah: siapa diri kita sesungguhnya di mata Allah, dan apa yang harus
kita lakukan sebagai umat-Nya. Kita adalah milik kepunyaan Allah, dipanggil
untuk memuji Dia, dan dipersilakan datang kepada-Nya dengan iman yang penuh
percaya, sama seperti Bartimeus yang memohon kesembuhan.
Bacaan Pertama (1 Petrus 2:2-5.9-12)
Rasul Petrus menulis dengan indah: "Kamu
adalah kaum terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan
Allah sendiri." Kita dipilih bukan untuk menjadi sombong, tapi supaya
kita mewartakan perbuatan-perbuatan besar Allah yang telah memanggil kita dari
kegelapan ke dalam terang-Nya yang ajaib. Kita seperti batu hidup yang dibangun
menjadi bait Allah, tempat Allah tinggal. Maka, jagalah hidup kita tetap baik
dan benar di tengah dunia ini.
Mazmur Tanggapan (Mazmur 100:2-5)
Mazmur ini mengajak kita
bersukacita: "Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita... Ketahuilah,
bahwa Tuhanlah Allah... Ia membuat kita, bukan kita sendiri. Masuklah melalui
pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur." Kita ada dan hidup karena
Tuhan. Maka, segala sesuatu kita lakukan dengan hati gembira dan rasa syukur,
karena Dia baik dan kasih-Nya kekal selamanya.
Bacaan Injil (Markus 10:46-52)
Kita dengar kisah Bartimeus,
seorang pengemis buta. Saat tahu Yesus lewat, ia berteriak keras: "Ya
Tuhan, Anak Daud, kasihanilah aku!" Banyak orang menyuruhnya diam,
tapi ia makin berteriak. Yesus memanggilnya dan bertanya: "Apa yang
kaukehendaki Kuperbuat bagimu?" Bartimeus menjawab: "Rabbuni,
aku ingin melihat." Yesus berkata: "Pergilah, imanmu telah
menyelamatkanmu." Saat itu juga ia melihat dan mengikuti Yesus di
jalan.
Korelasi Seluruh Bacaan
Semuanya saling terhubung: Bacaan
Pertama: Kita umat pilihan yang dipanggil mendekat kepada Tuhan; Injil:
Contoh nyata mendekat itu adalah seperti Bartimeus: berani berseru dan percaya
penuh; Mazmur: Jawaban hati kita adalah memuji dan bersyukur karena
kebaikan Tuhan.
Intinya: Sebagai umat pilihan, kita
datang kepada Tuhan dengan iman, lalu memuji Dia atas segala kebaikan-Nya.
Pesan untuk Praktik Hidup
1.
Datanglah kepada Tuhan dengan iman berani
Seperti Bartimeus, jangan malu atau
takut berdoa, meski ada yang menghalangi atau meremehkan. Katakan apa saja isi
hatimu kepada Tuhan, dan percayalah: imanmu itulah yang akan menyelamatkan dan
menolongmu.
2.
Hiduplah layak sebagai umat pilihan
Ingat, kita milik Allah. Maka,
jadilah terang di sekitar kita. Perkataan dan perbuatan kita harus memancarkan
kebaikan, supaya orang lain pun bisa melihat dan memuji Allah karena hidup
kita.
Kita umat pilihan Allah, dipanggil
untuk dekat pada-Nya dan mewartakan kebaikan-Nya. Mari kita punya iman teguh
seperti Bartimeus, dan hidup penuh syukur, karena Tuhan baik dan penyertaan-Nya
tak pernah berakhir [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!