Kis 18:9-18; Mzm 47:2-7; Yoh 16:20-23
Pengantar
Dalam perjalanan hidup dan iman,
kita sering mengalami masa-masa sulit, rasa sedih, atau keprihatinan. Kadang
kita merasa usaha kita sia-sia atau menghadapi penolakan. Namun bacaan hari ini
menguatkan hati kita: Kesedihan dan ujian hanyalah sementara. Tuhan selalu
menyertai dan mengubah kepahitan menjadi sukacita besar, sukacita yang tidak
dapat diambil oleh siapa pun.
Bacaan Pertama (Kis 18:9-18)
Ketika Paulus berada di Korintus
dan menghadapi tentangan dari orang-orang Yahudi, Tuhan berkata kepadanya dalam
penglihatan malam: "Jangan takut, tetapi bicaralah dan jangan berdiam
diri, karena Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan berbuat
jahat kepadamu." Paulus pun tinggal cukup lama di sana dan mewartakan
sabda Allah dengan berani. Kata-kata penghiburan dan jaminan kehadiran Tuhan
mengubah rasa takut dan kesulitan menjadi kekuatan untuk tetap setia melayani.
Mazmur Tanggapan (Mzm 47:2-7)
Seluruh bangsa diajak bersorak dan
bersukacita, karena Tuhan Yang Mahatinggi itu dahsyat, Raja agung atas seluruh
bumi. Ia memimpin bangsa-bangsa dan memilihkan warisan bagi umat-Nya. Mazmur
ini adalah nyanyian sukacita dan keyakinan: apa pun yang terjadi di dunia,
Tuhan memegang kendali, dan umat-Nya memiliki alasan abadi untuk bersukacita
karena Dia adalah Raja dan Penolong kita.
Bacaan Injil (Yoh 16:20-23)
Yesus berkata dengan jelas: "Kamu
akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bersukacita; kamu akan
berdukacita, tetapi dukacitamu itu akan berubah menjadi sukacita." Ia
menggunakan perumpamaan ibu yang melahirkan: ia berduka saat sakit, namun
segera lupa kesusahannya begitu anak lahir karena sukacita. Demikian juga kita:
kesedihan kita sementara, tetapi sesudah itu kita akan memiliki sukacita penuh
di hadapan-Nya, dan tidak ada yang dapat mengambilnya. Pada hari itu, apa pun
yang kita minta kepada Bapa dalam nama-Nya, akan dikabulkan.
Korelasi dari Seluruh Bacaan
Ketiga bacaan saling melengkapi
maknanya: Bacaan Pertama memperlihatkan bagaimana Tuhan hadir dan mengubah
ketakutan Paulus menjadi keberanian dan ketabahan; Mazmur mengajak kita
bersukacita karena Tuhan Raja yang berkuasa adalah sandaran kita; dan Injil
menegaskan hukum rohani iman: kesedihan dan ujian di dunia ini akan berlalu,
dan Tuhan mengubahnya menjadi sukacita yang kekal dan penuh, karena Ia selalu
mendengar dan menyertai kita.
- Jangan takut menghadapi kesulitan: Seperti Paulus,
ingatlah janji Tuhan: "Aku menyertai engkau."
Kehadiran-Nya adalah kekuatan kita di tengah segala tantangan atau
penolakan.
- Peganglah pengharapan di tengah kesedihan: Ketika
hati sedih atau susah, ingatlah janji Yesus bahwa masa sulit itu akan
berlalu, dan Ia sedang menyiapkan sukacita yang jauh lebih besar bagi
kita.
- Berdoa dengan penuh keyakinan: Kita dipanggil
datang kepada Bapa dalam nama Yesus, percaya bahwa doa kita didengar dan
dijawab-Nya pada waktu dan cara yang terbaik menurut rencana
keselamatan-Nya.
Kesedihan, ujian, dan penderitaan hanyalah bagian sementara dari perjalanan kita. Tuhan yang menyertai kita akan mengubah dukacita itu menjadi sukacita yang penuh, abadi, dan tidak tergoyahkan. Mari kita tetap teguh dan bersukacita, karena Raja agung kita memegang kendali hidup kita dan senantiasa mendengar doa kita [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!