Kis 1:1-11; Mzm 47:2-3.6-9; Ef 1:17-23; Mat 28:16-20
Pengantar
Hari ini kita merayakan peristiwa
besar: Yesus Kristus, setelah bangkit dan menampakkan diri, naik ke surga dan
duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Bagi mata manusia, seolah-olah Ia pergi dan
menjauh. Namun iman mengajarkan sebaliknya: Kenaikan-Nya bukan perpisahan,
melainkan kemenangan dan pemuliaan. Ia berkuasa atas segalanya, dan kini kita
yang ditinggalkan di dunia menerima tugas mulia untuk mewartakan Injil hingga
ke ujung bumi.
Bacaan Pertama (Kis 1:1-11)
Sebelum naik ke surga, Yesus
berpesan agar murid-murid menantikan penggenapan janji Bapa, yaitu pencurahan
Roh Kudus. Mereka akan menjadi saksi-Nya di Yerusalem, Yudea, Samaria, dan
sampai ke ujung bumi. Saat Ia naik dan diselimuti awan, dua malaikat menegur
mereka yang terpaku menatap langit: "Mengapa kamu berdiri di sini
melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke surga dari padamu, akan datang
kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat-Nya pergi ke surga."
Kita dipanggil tidak hanya menunggu, tetapi bergerak mewartakan kabar gembira.
Mazmur Tanggapan (Mzm 47:2-3.6-9)
Seluruh bangsa diajak bersorak dan
bernyanyi bagi Allah, karena Ia Tuhan Yang Mahatinggi, dahsyat, dan Raja atas
seluruh bumi. Tuhan naik ke surga di tengah sorak-sorai dan bunyi sangkakala.
Ia memerintah dan berkuasa atas segala bangsa; takhta-Nya kudus dan kekal. Ini
adalah nyanyian kemenangan: Kristus yang naik ke surga adalah Raja semesta alam
yang berkuasa penuh.
Bacaan Kedua (Ef 1:17-23)
Rasul Paulus berdoa agar Allah
memberikan kita roh hikmat dan pewahyuan untuk mengenal Dia sepenuhnya. Kita
disadarkan akan besarnya kuasa Allah yang bekerja bagi kita orang percaya.
Kuasa itulah yang dinyatakan dalam Kristus, saat Allah membangkitkan-Nya dari
antara orang mati dan mendudukkan-Nya di sebelah kanan-Nya di surga, jauh di
atas segala penguasa, kuasa, dan kekuatan. Segala sesuatu telah ditaklukkan di
bawah kaki-Nya, dan Ia diberikan sebagai Kepala atas segala sesuatu bagi
Gereja-Nya.
Bacaan Injil (Mat 28:16-20)
Di gunung yang ditentukan, para
murid menyembah Yesus, meski ada yang masih ragu. Yesus mendekat dan berkata: "Kepada-Ku
telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah,
jadikanlah semua bangsa murid-Ku, baptislah mereka dan ajarlah mereka melakukan
segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu." Dan janji
terindah-Nya: "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai
kepada akhir zaman." Kuasa mutlak, perutusan duniawi, dan penyertaan
abadi adalah pesan utama kenaikan-Nya.
Korelasi dari Seluruh Bacaan
Keempat bacaan saling melengkapi
makna hari raya ini: Bacaan Pertama menceritakan peristiwa kenaikan dan tugas
menjadi saksi; Mazmur memuliakan Kristus sebagai Raja yang berkuasa; Bacaan
Kedua menjelaskan makna terdalamnya: Ia dimuliakan dan menjadi Kepala
segalanya; Injil menegaskan dasar perutusan kita: karena Ia berkuasa mutlak dan
selalu menyertai, maka kita berani pergi mewartakan Injil ke seluruh dunia.
- Hidup dengan keyakinan akan kuasa Kristus: Jangan
takut menghadapi apa pun, karena Tuhan kita bukan lemah atau jauh,
melainkan Raja semesta yang berkuasa atas segalanya dan mengendalikan
sejarah.
- Jadilah saksi yang bergerak, bukan hanya diam
menunggu: Seperti pesan malaikat, jangan hanya menatap langit. Wujudkan
iman kita dengan mewartakan kasih dan kebenaran-Nya di keluarga,
lingkungan kerja, dan masyarakat.
- Hidup dengan penghiburan janji-Nya: Di setiap
langkah dan kesulitan, ingatlah janji-Nya: "Aku menyertai kamu
senantiasa." Kehadiran-Nya yang menyertai adalah kekuatan
terbesar kita.
Kristus naik ke surga, bukan untuk
menjauhkan diri, melainkan untuk memegang pemerintahan semesta dan mengutus
kita sebagai wakil-Nya di dunia. Ia Raja yang berkuasa, Kepala Gereja yang
kudus, dan Sahabat yang senantiasa menyertai kita. Mari kita hidup setia
menjalankan tugas perutusan-Nya, dengan penuh harap menanti kedatangan-Nya yang
kedua kali [ psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!