Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Senin, 2 Februari 2026

Mal 3:1-4 atau Ibr 2:14-18 Mzm 24:7-10 Luk 2:22-40

 Tema: “Kristus, Terang yang Datang untuk Memurnikan dan Menyelamatkan”

 

Pengantar

Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah menyingkapkan misteri Allah yang datang dengan kerendahan hati, namun membawa terang keselamatan bagi dunia. Yesus masuk ke Kenisah bukan sebagai penguasa, melainkan sebagai Anak yang dipersembahkan. Di hadapannya, hati manusia diuji dan dimurnikan. Perayaan ini mengajak kita membuka diri agar hidup kita pun menjadi persembahan yang berkenan kepada Allah.

Bacaan Pertama (Mal 3:1–4)

Nabi Maleakhi mewartakan kedatangan Tuhan yang masuk ke Kenisah untuk melahirkan umat-Nya. Ia digambarkan seperti api pemurni dan sabun pencuci. Tujuan pemurnian ini bukan penghukuman, melainkan agar persembahan umat kembali berkenan kepada Allah. Allah rindu akan ibadah yang lahir dari hati yang bersih.

Mazmur Tanggapan (Mzm 24:7–10)

Mazmur ini memanggil pintu-pintu gerbang untuk terbuka menyambut Raja Kemuliaan. Tuhan yang masuk adalah Tuhan yang kuat dan perkasa. Mazmur ini menjadi seruan iman agar hati manusia siap menyambut kehadiran Allah. Kemuliaan Tuhan hadir bagi mereka yang membuka diri.

 

Bacaan Injil (Luk 2:22–40)

Maria dan Yosef mempersembahkan Yesus di Kenisah sebagai ketaatan pada hukum Tuhan. Simeon mengenali Yesus sebagai terang bagi bangsa-bangsa dan kemuliaan Israel. Nubuat Simeon menyingkapkan bahwa terang itu juga membawa salib dan pemurnian hati. Anna menceritakan tentang pengharapan akan penebusan yang datang dari Allah.

Korelasi Seluruh Bacaan

Yesus yang dipersembahkan di Kenisah adalah Tuhan yang datang untuk mencerahkan umat-Nya. Nubuat Maleakhi, refleksi Ibrani, mazmur, dan Injil bertemu dalam satu kebenaran: Allah hadir bukan untuk ditakuti, melainkan untuk menyelamatkan. Terang Kristus menyingkapkan isi hati manusia dan memanggil pertobatan. Persembahan Yesus menjadi dasar bagi persembahan hidup orang beriman.

Aplikasi Hidup Konkret

  1. Membuka hati bagi pengampunan Tuhan, dengan membiarkan Sabda dan Roh Kudus membentuk sikap batin kita.
  2. Menjadikan hidup sebagai persembahan, melalui ketaatan, kesetiaan, dan pelayanan sehari-hari.
  3. Mewartakan Kristus sebagai Terang, terutama melalui kesaksian hidup yang membawa harapan dan belas kasih bagi sesama [psl]


Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting