Mal 3:1-4 atau Ibr 2:14-18 Mzm 24:7-10 Luk 2:22-40
Pengantar
Pesta Yesus Dipersembahkan di
Kenisah menyingkapkan misteri Allah yang datang dengan kerendahan hati, namun
membawa terang keselamatan bagi dunia. Yesus masuk ke Kenisah bukan sebagai
penguasa, melainkan sebagai Anak yang dipersembahkan. Di hadapannya, hati
manusia diuji dan dimurnikan. Perayaan ini mengajak kita membuka diri agar
hidup kita pun menjadi persembahan yang berkenan kepada Allah.
Bacaan Pertama (Mal 3:1–4)
Nabi Maleakhi mewartakan kedatangan
Tuhan yang masuk ke Kenisah untuk melahirkan umat-Nya. Ia digambarkan seperti
api pemurni dan sabun pencuci. Tujuan pemurnian ini bukan penghukuman,
melainkan agar persembahan umat kembali berkenan kepada Allah. Allah rindu akan
ibadah yang lahir dari hati yang bersih.
Mazmur Tanggapan (Mzm 24:7–10)
Mazmur ini memanggil pintu-pintu
gerbang untuk terbuka menyambut Raja Kemuliaan. Tuhan yang masuk adalah Tuhan
yang kuat dan perkasa. Mazmur ini menjadi seruan iman agar hati manusia siap
menyambut kehadiran Allah. Kemuliaan Tuhan hadir bagi mereka yang membuka diri.
Bacaan Injil (Luk 2:22–40)
Maria dan Yosef mempersembahkan
Yesus di Kenisah sebagai ketaatan pada hukum Tuhan. Simeon mengenali Yesus
sebagai terang bagi bangsa-bangsa dan kemuliaan Israel. Nubuat Simeon
menyingkapkan bahwa terang itu juga membawa salib dan pemurnian hati. Anna menceritakan
tentang pengharapan akan penebusan yang datang dari Allah.
Korelasi Seluruh Bacaan
Yesus yang dipersembahkan di
Kenisah adalah Tuhan yang datang untuk mencerahkan umat-Nya. Nubuat Maleakhi,
refleksi Ibrani, mazmur, dan Injil bertemu dalam satu kebenaran: Allah hadir
bukan untuk ditakuti, melainkan untuk menyelamatkan. Terang Kristus menyingkapkan
isi hati manusia dan memanggil pertobatan. Persembahan Yesus menjadi dasar bagi
persembahan hidup orang beriman.
Aplikasi Hidup Konkret
- Membuka hati bagi pengampunan Tuhan, dengan
membiarkan Sabda dan Roh Kudus membentuk sikap batin kita.
- Menjadikan hidup sebagai persembahan,
melalui ketaatan, kesetiaan, dan pelayanan sehari-hari.
- Mewartakan Kristus sebagai Terang, terutama
melalui kesaksian hidup yang membawa harapan dan belas kasih bagi sesama [psl]






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!