Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Selasa, 3 Februari 2026

2Sam 18:9-10.14.24-25.30-19:3 Mzm 86:1-6; Mrk 5:21-43

 Tema: “Dari Ratapan Kehilangan menuju Iman yang Menghidupkan”

 

Pengantar

Sabda Tuhan hari ini membawa kita masuk ke dua pengalaman manusia yang sangat dalam: duka kehilangan dan harapan akan hidup. Daud meratap atas kematian Absalom, anak yang penuh pemberontakan namun tetap dicintainya. Dalam Injil, Yesus dihadapkan dengan penderitaan dan kematian, namun justru menghadirkan kehidupan baru. Di tengah ratapan manusia, Allah menawarkan iman yang menyembuhkan dan membangkitkan.

Bacaan Pertama (2Sam 18:9–10.14.24–25.30–19:3)

Absalom mati secara tragis setelah pemberontakan terhadap ayahnya, Raja Daud. Ratapan Daud menyingkapkan luka batin seorang ayah yang kehilangan anaknya. Duka ini begitu dalam hingga suasana kemenangan yang seharusnya dirayakan. Bacaan ini menunjukkan betapa cinta manusia sering kali bercampur dengan rasa bersalah dan penyesalan.

Mazmur Tanggapan (Mzm 86:1–6)

Pemazmur berseru kepada Tuhan dalam kerendahan hati dan kepercayaan. Tuhan dipuji sebagai Allah yang baik dan pengampun. Doa ini menjadi suara orang yang terluka dan membutuhkan belas kasih. Di hadapan Tuhan, ratapan berubah menjadi harapan.

Bacaan Injil (Mrk 5:21–43)

 Yesus menunjukkan kuasa-Nya atas penyakit dan kematian. Perempuan yang sakit pendarahan dibudidayakan karena imannya yang teguh. Anak Yairus dibangkitkan oleh Yesus yang menegaskan bahwa maut bukanlah akhir segalanya. Injil ini mewartakan bahwa iman membuka jalan bagi kehidupan.

Korelasi Seluruh Bacaan

Daud larut dalam duka yang melumpuhkan, sementara Yesus menghadirkan duka yang diubah menjadi hidup. Ratapan manusia dalam bacaan pertama dan mazmur menemukan definisi dalam tindakan penyelamatan Kristus. Allah tidak meniadakan penderitaan, tetapi masuk ke dalamnya untuk membawa harapan. Dari iman yang tulus, lahirlah pemulihan dan kebangkitan.

Aplikasi Hidup Konkret

  1. Berani membawa duka dan luka batin kepada Tuhan , bukan memendamnya dalam keputusasaan.
  2. Menumbuhkan iman yang aktif , yang berani menyentuh Yesus dan percaya pada kuasa-Nya yang menyembuhkan.
  3. Menjadi pembawa harapan bagi sesama , terutama bagi mereka yang sedang berada dalam pengalaman kehilangan dan penderitaan [psl).
Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting