Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Minggu, 1 Februari 2026

Zef 2:3; 3:12-13 Mzm 146:1.7-10 1Kor 1:26-31 ; Mat 5:1-12

 Tema: “Kerendahan Hati sebagai Jalan Kebahagiaan Sejati”

 

Pengantar

Liturgi hari ini menempatkan kita pada jantung spiritualitas Kerajaan Allah: Allah berpihak pada yang kecil, rendah hati, dan bersandar penuh kepada-Nya. Dunia sering mengukur kebahagiaan dari kekuatan, prestasi, dan status, tetapi Sabda Tuhan justru menyingkapkan jalan bahagia yang berlawanan: jalan kelemahlembutan, kepercayaan, dan kesetiaan.

Zefanya 2:3; 3:12–13

Nabi Zefanya menegaskan bahwa Allah memelihara “sisa Israel”: umat yang rendah hati, jujur, dan mencari Tuhan. Keselamatan tidak lahir dari kekuasaan, melainkan dari sikap hati yang berserah dan hidup benar di hadapan Allah.

Mazmur 146:1.7–10

Mazmur ini adalah madah pujian kepada Allah yang setia membela kaum tertindas, memberi makan yang lapar, membebaskan tawanan, dan menegakkan keadilan. Allah adalah sandaran yang tidak mengecewakan, berbeda dengan manusia yang terbatas dan rapuh.

1 Korintus 1:26–31

Rasul Paulus menyingkap logika Allah yang membalik logika dunia: Allah memilih yang lemah untuk mempermalukan yang kuat. Kebanggaan sejati bukan pada diri sendiri, melainkan pada Tuhan yang menjadi hikmat, kebenaran, pengudusan, dan penebusan kita.

Matius 5:1–12

Dalam Sabda Bahagia, Yesus menyatakan identitas warga Kerajaan Allah. Bahagia bukan karena keadaan lahiriah, tetapi karena relasi yang benar dengan Allah: miskin di hadapan-Nya, lemah lembut, lapar akan kebenaran, murah hati, dan setia di tengah penderitaan.

Korelasi Seluruh Bacaan

Seluruh bacaan berpadu dalam satu pesan teologis yang kuat: Allah berpihak pada kerendahan hati. Zefanya berbicara tentang umat sisa yang rendah hati, Mazmur memuji Allah pembela kaum kecil, Paulus menegaskan pilihan Allah atas yang lemah, dan Injil memahkotai semuanya dengan Sabda Bahagia sebagai konstitusi Kerajaan Allah. Kerendahan hati menjadi pintu masuk keselamatan dan kebahagiaan sejati.

Aplikasi Hidup Konkret

  1. Belajar bersandar pada Allah, bukan pada kekuatan, jabatan, atau prestasi pribadi.
  2. Menghidupi semangat Sabda Bahagia dalam keluarga, pelayanan, dan pekerjaan: lemah lembut, murah hati, dan pembawa damai.
  3. Berpihak pada yang kecil dan lemah, sebab di sanalah Allah menyatakan kehadiran-Nya secara nyata.
  4. Mengoreksi makna “bahagia”, dari sekadar kenyamanan duniawi menuju kesetiaan dalam mengikuti Kristus, meski harus memikul salib.

Penutup

Sabda hari ini mengajak kita percaya bahwa jalan Yesus, jalan kerendahan hati dan kasih, adalah satu-satunya jalan menuju kebahagiaan yang tidak dapat dirampas oleh dunia. Amin [psl].

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting