Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Selasa, 10 Februari 2026

 Pw St. Skolastika, Perawan

1Raj 8:22-23.27-30 Mzm 84:3-5.10-11 Mrk 7:1-13

 Tema: “Hati yang Berdoa Lebih Berkenan daripada Tradisi yang Kosong”

 

Pengantar

Sabda Tuhan hari ini mengajak kita meneliti kembali kualitas hubungan kita dengan Allah. Iman sejati tidak pertama-tama diukur dari besarnya aturan yang ditaati, melainkan dari hati yang sungguh-sungguh mencari Tuhan. Dalam doa, manusia membuka diri kepada Allah yang hidup dan dekat, bukan sekadar menjalankan kewajiban lahiriah.

Peringatan St. Skolastika meneguhkan pesan ini: hidup yang diwajibkan dalam doa mampu menggerakkan hati Allah. Doa yang lahir dari kasih dan kerinduan akan Tuhan memiliki daya yang lebih besar dari formalitas keagamaan tanpa jiwa.

Bacaan Pertama (1 Raj 8:22–23.27–30)

Salomo memulaikan doa peresmian Bait Allah dengan penuh kerendahan hati. Ia mengakui bahwa Allah tidak dapat dibatasi oleh bangunan buatan manusia. Namun ia memohon agar Tuhan berkenan mendengarkan doa umat yang datang dengan hati yang tulus. Doa menjadi jembatan perjumpaan antara Allah yang Mahabesar dan manusia yang rapuh.

Mazmur Tanggapan (Mzm 84:3–5.10–11)

Mazmur ini mengungkapkan kerinduan mendalam akan hadirat Tuhan. Tinggal di rumah Tuhan dipandang sebagai kebahagiaan sejati. Pemazmur lebih memilih satu hari bersama Tuhan daripada seribu hari tanpa-Nya. Kasih kepada Tuhan melampaui segala kenyamanan duniawi.

Bacaan Injil (Mrk 7:1–13)

Yesus menegur kaum Farisi karena memegahkan tradisi manusia tetapi mengabaikan perintah Allah. Ibadat mereka tampak benar-benar di luar, namun kosong di dalam. Yesus menegaskan bahwa hati yang jauh dari Allah membuat ibadah kehilangan maknanya. Ketaatan sejati lahir dari hati yang mencintai Allah.

Korelasi Seluruh Bacaan

Salomo menekankan doa yang lahir dari kerendahan hati, mazmur mengungkapkan kerinduan akan hadirat Tuhan, dan Injil memperingatkan bahaya iman yang hanya bersifat lahiriah. Semua bacaan menyatakan bahwa Allah mencari hati, bukan sekedar ritual. St. Skolastika menjadi teladan hidup doa yang sederhana namun penuh kuasa. Hubungan yang hidup dengan Allah selalu berawal dari hati yang tulus.

Pesan dan Aplikasi Hidup

  1. Menumbuhkan kehidupan doa yang tulus, bukan sekadar rutinitas tanpa kedalaman iman.
  2. Memeriksa motivasi dalam menjalankan tradisi dan aturan Gereja, agar semuanya ditentukan atas kasih kepada Allah.
  3. Meneladani St. Skolastika, yang mengandalkan doa sebagai kekuatan utama hidup beriman.

Allah berkenan bukan pada ibadah yang ramai oleh aturan, melainkan pada hati yang sungguh rindu tinggal dekat dengan-Nya [psl].

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting