Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Rabu, 11 Februari 2026

1Raj 10:1-10 Mzm 37:5-6.30-31.39-40; Mrk 7:14-23

 Tema: “Hikmat Sejati Lahir dari Hati yang Murni”

 

Pengantar

Sabda Tuhan hari ini mengajak kita melihat kembali sumber kebijaksanaan dan kebenaran hidup. Dunia sering menilai seseorang dari penampilan luar, keberhasilan, dan kekayaan, tetapi Allah menilai dari hati. Hikmat sejati bukan sekedar kecerdasan, melainkan buah dari hubungan yang benar dengan Tuhan.

Yesus menegaskan bahwa yang mencemarkan manusia bukanlah hal-hal lahiriah, melainkan sikap batin yang rusak. Oleh karena itu, pembaruan hidup orang beriman selalu harus dimulai dari hati.

Bacaan Pertama (1Raj 10:1–10)

Ratu Syeba datang untuk menguji keahlian Salomo dan akhirnya mengakuinya sebagai anugerah Allah. Hikmat Salomo menarik perhatian bangsa-bangsa dan memuliakan nama Tuhan. Kekayaan dan kemuliaan Salomo bukan tujuan utama, melainkan tanda berkat Allah. Kebijaksanaan yang sejati membawa orang semakin dekat kepada Tuhan.

Mazmur Tanggapan (Mzm 37:5–6.30–31.39–40)

Mazmur mengajak umat manusia menyerahkan hidup kepada Tuhan dan percaya kepada-Nya. Orang benar-benar mencerminkan kebijaksanaan karena hukum Tuhan ada di dalam hati. Keselamatan datang dari Tuhan yang melindungi umat-Nya. Hidup benar lahir dari kepercayaan yang teguh kepada Allah.

Bacaan Injil (Mrk 7:14–23)

Yesus mengajarkan bahwa yang menajiskan manusia bukanlah makanan atau hal-hal lahiriah. Yang mencemarkan manusia justru berasal dari hati yang dipenuhi kejahatan. Dosa dan ketidakmurnian tertanam pada sikap batin yang tidak selaras dengan kehendak Allah. Pembaruan sejati dimulai dari pengobatan hati.

Korelasi Seluruh Bacaan

Hikmat Salomo lahir dari hati yang terbuka kepada Allah, seperti ditegaskan dalam mazmur. Injil memperingatkan bahwa tanpa kemurnian hati, hikmat sejati tidak mungkin tumbuh. Semua bacaan menyatakan bahwa hubungan yang benar dengan Tuhan membentuk hati dan pikiran manusia. Dari hati yang murni lahir kebijaksanaan yang memuliakan Allah.

Pesan dan Aplikasi Hidup

  1. Memelihara kemurnian hati, dengan menghindari sikap batin yang menjauhkan diri dari Tuhan.
  2. Menyerahkan hidup kepada Tuhan, dan membiarkan firman-Nya membentuk cara berpikir dan bertindak.
  3. Mencari hikmat sejati, bukan demi pujian manusia, melainkan demi kemuliaan Allah dan kebaikan sesama.

Hikmat sejati bukan soal kepandaian lahiriah, melainkan buah dari hati yang murni dan hidup yang bersandar pada Tuhan [psl].

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting