Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Kamis, 12 Februari 2026

1Raj 11:4-13 Mzm 106:3-4.35-37.40 Mrk 7:24-30

 Tema: “Kesetiaan Hati dan Iman yang Tekun”

 

Pengantar

Sabda Tuhan hari ini menampilkan dua sikap hati yang bertolak belakang: hati yang diubah dari Allah dan hati yang tetap percaya meski diuji. Salomo yang terlebih dahulu bijaksana akhirnya membiarkan isi hatinya dan menjauh dari Tuhan. Sebaliknya, seorang perempuan asing dalam Injil justru menunjukkan iman yang teguh dan rendah hati.

Melalui kedua kisah ini, kita diingatkan bahwa hubungan dengan Allah ditentukan oleh kesetiaan hati. Bukan asal-usul, kedudukan, atau masa lalu yang menentukan keselamatan, melainkan sikap batin yang terus melekat pada Tuhan.

Bacaan Pertama (1Raj 11:4–13)

Di masa orang tuanya, hati Salomo diserahkan kepada Allah-Allah lain karena pengaruh istri-istrinya. Ia yang dahulu dikaruniai hikmat kini membiarkan dirinya terpecah dan tidak lagi setia sepenuhnya kepada Tuhan. Akibatnya, kerajaan yang kokoh mulai terancam perpecahan. Ketidaksetiaan hati membawa konsekuensi besar dalam perjalanan iman.

Mazmur Tanggapan (Mzm 106:3–4.35–37.40)

Mazmur menegaskan kebahagiaan orang yang tetap melakukan keadilan dan mencari Tuhan. Namun juga diingatkan bagaimana umat jatuh dalam penyembahan berhala dan melupakan Allah. Ketika hati diubah, hubungan dengan Tuhan menjadi rusak. Mazmur ini menjadi seruan agar umat tetap setia dan memohon belas kasih Allah.

Bacaan Injil (Mrk 7:24–30)

Seorang perempuan Siro-Fenesia memohon kesembuhan bagi anaknya dengan penuh kerendahan hati. Meski menghadapi jawaban yang tampak menolak, ia tetap percaya dan tidak menyerah. Iman dan ketekunannya membuka jalan bagi mukjizat. Yesus menegaskan bahwa iman yang rendah hati melampaui batas-batas bangsa dan latar belakang.

Korelasi Seluruh Bacaan

Salomo yang besar dapat jatuh karena hati yang tidak lagi utuh, sementara perempuan asing justru diangkat karena imannya yang tekun. Mazmur mengingatkan bahaya diubah dari Tuhan dan kesetiaan. Semua bacaan menyatakan bahwa Allah melihat hati. Keselamatan tidak ditentukan oleh status, melainkan oleh kesetiaan dan iman yang hidup.

Pesan dan Aplikasi Hidup

  1. Menjaga kesetiaan hati kepada Tuhan, terutama ketika godaan dan kompromi mulai komitmen komitmen iman.
  2. Tidak mudah menyerah dalam doa, meski jawaban Tuhan tampak tertunda atau tidak sesuai harapan.
  3. Memelihara kerendahan hati dalam iman, karena Allah berkenan kepada hati yang percaya dan tekun.

Hati yang setia dan iman yang tekun lebih berharga di hadapan Allah daripada segala kebesaran dan kemuliaan dunia.

Bikap St. Fransiskus Gunungsitoli, 12 Feruari 2026; psl

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting