Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Rabu, 18 Februari 2026

Yak 1:12-18 Mzm 94:12-15.18-19 Mrk 8:14-21

 Tema: “Kembalilah kepada Tuhan dengan Sepenuh Hati”

 

Pengantar

Hari ini Gereja memasuki masa Prapaskah, masa rahmat dan pertobatan. Abu yang kita terima di dahi mengingatkan bahwa kita rapuh dan fana, namun sekaligus dipanggil untuk kembali kepada Allah. Sabda Tuhan hari ini bukan sekedar ajakan moral, namun seruan mendesak agar hati kita sungguh-sungguh diperbarui.

Bacaan Pertama (Yl 2:12–18)

Nabi Yoel tiba-tiba, “Berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan mengaduh.” Allah menghendaki pertobatan yang lahir dari hati, bukan sekedar tanda lahiriah. Ia adalah Allah yang pengasih dan penyayang, panjang sabar dan melimpahkan kasih setia. Seruan ini adalah undangan untuk kembali sebelum terlambat.

Mazmur Tanggapan (Mzm 51:3–6.12–14.17)

Mazmur 51 adalah doa tobat yang mendalam: “Kasihanilah aku, ya Allah.” Pemazmur memohon hati yang bersih dan roh yang teguh. Pertobatan sejati lahir dari kesadaran akan dosa dan kerinduan untuk diperbarui oleh rahmat Allah. Allah berkenan pada hati yang remuk dan rendah.

Bacaan Kedua (2Kor 5:20–6:2)

Dalam Surat Kedua kepada Jemaat di Korintus , Rasul Paulus menegaskan bahwa kita adalah duta-duta Kristus. “Berilah dirimu didamaikan dengan Allah.” Sekaranglah saat yang berkenan, hari inilah hari penyelamatan. Prapaskah adalah momentum rahmat, bukan waktu untuk menunda pengobatan.

Bacaan Injil (Mat 6:1–6.16–18)

Dalam Injil menurut Injil Matius , Yesus mengajarkan tiga praktik utama: sedekah, doa, dan puasa. Semua itu harus dilakukan bukan untuk dilihat orang, tetapi dalam hubungan pribadi dengan Bapa yang melihat dalam tersembunyi. Pertobatan sejati bersifat batiniah dan tulus, bukan demi pujian manusia.

Korelasi Seluruh Bacaan

Nabi Yoel transmisi pertobatan hati, Mazmur 51 mengungkapkan doa tobat yang tulus, Paulus mengingatkan bahwa sekaranglah saat keselamatan, dan Yesus menegaskan bahwa praktik tobat harus lahir dari hubungan yang murni dengan Allah. Seluruh bacaan menekankan bahwa Prapaskah bukan sekadar rutinitas keagamaan, tetapi pembaruan hati yang nyata di hadapan Tuhan.

Pesan dan Aplikasi Hidup

  1. Melakukan pemeriksaan batin dengan jujur , mengakui dosa dan kelemahan tanpa pembenaran diri.
  2. Menghidupi doa, puasa, dan sedekah dengan ketulusan , bukan demi citra, tetapi demi pertobatan sejati.
  3. Tidak menunda rekonsiliasi dengan Allah , memanfaatkan masa Prapaskah sebagai waktu rahmat untuk kembali kepada-Nya.

Hari ini Tuhan memanggil kita untuk kembali kepada-Nya dengan hati yang hancur namun penuh harapan, karena rahmat-Nya selalu lebih besar dari dosa kita.

Bikap St. Feliks Mela, 18 Februari 2026; psl

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting