Yak 1:12-18 Mzm 94:12-15.18-19 Mrk 8:14-21
Hari ini Gereja memasuki masa
Prapaskah, masa rahmat dan pertobatan. Abu yang kita terima di dahi
mengingatkan bahwa kita rapuh dan fana, namun sekaligus dipanggil untuk kembali
kepada Allah. Sabda Tuhan hari ini bukan sekedar ajakan moral, namun seruan mendesak
agar hati kita sungguh-sungguh diperbarui.
Bacaan Pertama (Yl 2:12–18)
Nabi Yoel tiba-tiba, “Berbaliklah
kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan
mengaduh.” Allah menghendaki pertobatan yang lahir dari hati, bukan sekedar
tanda lahiriah. Ia adalah Allah yang pengasih dan penyayang, panjang sabar dan
melimpahkan kasih setia. Seruan ini adalah undangan untuk kembali sebelum
terlambat.
Mazmur Tanggapan (Mzm 51:3–6.12–14.17)
Mazmur 51 adalah doa tobat yang
mendalam: “Kasihanilah aku, ya Allah.” Pemazmur memohon hati yang bersih dan
roh yang teguh. Pertobatan sejati lahir dari kesadaran akan dosa dan kerinduan
untuk diperbarui oleh rahmat Allah. Allah berkenan pada hati yang remuk dan
rendah.
Bacaan Kedua (2Kor 5:20–6:2)
Dalam Surat Kedua kepada Jemaat di
Korintus , Rasul Paulus menegaskan bahwa kita adalah duta-duta Kristus.
“Berilah dirimu didamaikan dengan Allah.” Sekaranglah saat yang berkenan, hari
inilah hari penyelamatan. Prapaskah adalah momentum rahmat, bukan waktu untuk
menunda pengobatan.
Bacaan Injil (Mat 6:1–6.16–18)
Dalam Injil menurut Injil Matius ,
Yesus mengajarkan tiga praktik utama: sedekah, doa, dan puasa. Semua itu harus
dilakukan bukan untuk dilihat orang, tetapi dalam hubungan pribadi dengan Bapa
yang melihat dalam tersembunyi. Pertobatan sejati bersifat batiniah dan tulus,
bukan demi pujian manusia.
Korelasi Seluruh Bacaan
Nabi Yoel transmisi pertobatan
hati, Mazmur 51 mengungkapkan doa tobat yang tulus, Paulus mengingatkan bahwa
sekaranglah saat keselamatan, dan Yesus menegaskan bahwa praktik tobat harus
lahir dari hubungan yang murni dengan Allah. Seluruh bacaan menekankan bahwa
Prapaskah bukan sekadar rutinitas keagamaan, tetapi pembaruan hati yang nyata
di hadapan Tuhan.
Pesan dan Aplikasi Hidup
- Melakukan pemeriksaan batin dengan jujur , mengakui
dosa dan kelemahan tanpa pembenaran diri.
- Menghidupi doa, puasa, dan sedekah dengan ketulusan
, bukan demi citra, tetapi demi pertobatan sejati.
- Tidak menunda rekonsiliasi dengan Allah ,
memanfaatkan masa Prapaskah sebagai waktu rahmat untuk kembali kepada-Nya.
Hari ini Tuhan memanggil kita untuk
kembali kepada-Nya dengan hati yang hancur namun penuh harapan, karena
rahmat-Nya selalu lebih besar dari dosa kita.
Bikap St. Feliks Mela, 18 Februari 2026; psl






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!