Ul 30:15-20 Mzm 1:1-4.6 Luk 9:22-25
Di awal masa Prapaskah ini, Sabda
Tuhan kembali menempatkan kita pada sebuah pilihan mendasar: hidup atau mati,
berkat atau kutuk. Pilihan itu bukan hanya soal moralitas umum, tetapi tentang
kesetiaan kepada Allah yang menuntun kita pada kehidupan sejati. Yesus
menegaskan bahwa jalan kehidupan itu tidak terpisahkan dari salib.
Bacaan Pertama (Ul 30:15–20)
Dalam Kitab Kitab Ulangan, Musa
menyampaikan kepada bangsa Israel bahwa ia telah menghadapkan mereka pada
kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Jalan kehidupan terletak pada kasih
kepada Tuhan, hidup menurut jalan-Nya, dan berpegang pada perintah-Nya. Pilihan
itu membawa konsekuensi nyata: kesetiaan menghasilkan kehidupan dan keabadian,
sedangkan ketidaktaatan membawa kehancuran.
Mazmur Tanggapan (Mzm 1:1–4.6)
Mazmur pertama melukiskan dua
jalan: jalan orang benar dan jalan orang fasik. Orang benar diibaratkan pohon
yang ditanam di tepi aliran air, yang berbuah pada waktunya. Ia dicabut dalam
firman Tuhan. Sebaliknya, orang fasik seperti sekam yang ditiup angin. Tuhan
mengenalkan jalan orang yang benar dan menjaganya.
Bacaan Injil (Luk 9:22–25)
Dalam Injil menurut Injil Lukas ,
Yesus untuk pertama kalinya menubuatkan Penderita-Nya dan mengajak para murid:
“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul
salibnya setiap hari dan mengikuti Aku.” Menyelamatkan nyawa dengan menghindari
salib justru berarti kehilangan hidup sejati. Jalan Kristus adalah jalan
pengorbanan yang membawa keselamatan.
Korelasi Seluruh Bacaan
Kitab Ulangan dan Mazmur menegaskan
adanya dua jalan yang harus dipilih manusia. Injil memperjelas bahwa jalan
kehidupan itu konkret dalam mengikuti Kristus yang memikul salib. Kesetiaan
kepada Allah bukan sekedar ketaatan formal, melainkan keberanian untuk
menyangkal diri dan tetap setia dalam penderitaan. Jalan salib bukan jalan
kematian, melainkan jalan menuju kehidupan sejati.
Pesan dan Aplikasi Hidup
- Berani memilih kehendak Tuhan setiap hari, meskipun
pilihan itu menuntut pengorbanan.
- Menjalani penderitaan dengan iman, melihatnya
sebagai bagian dari perjalanan mengikuti Kristus.
- Berakar dalam firman Tuhan, agar hidup kita kokoh
dan tidak mudah goyah oleh godaan dunia.
Ketika kita memilih mengikuti
Kristus dan memikul salib dengan setia, kita sedang memilih jalan kehidupan
yang sejati dan kekal.






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!