Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Selasa, 17 Februari 2026

Yak 1:12-18 Mzm 94:12-15.18-19 Mrk 8:14-21

 Tema: “Hati yang Terbuka untuk Memahami Karya Allah”

 

Pengantar

Sering kali kita melihat, tetapi tidak sungguh-sungguh memahaminya; mendengar, tetapi tidak menangkap maknanya. Sabda Tuhan hari ini menyingkapkan sumber kebutaan rohani: hati yang kurang percaya dan kurang reflektif. Allah selalu bertindak untuk keselamatan kita, namun dibutuhkan ketekunan dan keterbukaan agar kita mampu mengenali karya-Nya.

Bacaan Pertama (Yak 1:12–18)

Dalam Surat Yakobus ditegaskan bahwa berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab ia akan menerima mahkota kehidupan. Pencobaan tidak berasal dari Allah; dosa lahir dari keinginan manusia sendiri yang dibiarkan berkembang. Allah justru adalah sumber segala pemberian yang baik dan sempurna. Ia melahirkan kita oleh firman kebenaran agar kita menjadi ciptaan yang baru.

Mazmur Tanggapan (Mzm 94:12–15.18–19)

Mazmur memuji orang yang dididik oleh Tuhan. Didikan dan teguran Allah adalah tanda kasih, bukan hukuman yang menghancurkan. Di tengah kegoncangan, Tuhan menjadi penopang dan penghiburan. Keadilan-Nya tidak pernah meninggalkan umat-Nya.

Bacaan Injil (Mrk 8:14–21)

Dalam Injil menurut Injil Markus , Yesus mengingatkan para murid tentang “ragi orang Farisi dan ragi Herodes.” Para murid justru sibuk memikirkan roti yang tidak mereka bawa. Yesus menegur mereka karena tidak memahami makna mukjizat penggandaan roti yang telah mereka saksikan. Mereka melihat seperti itu, tapi hati mereka belum sungguh-sungguh mengerti.

Korelasi Seluruh Bacaan

Yakobus menekankan dan kesadaran bahwa Allah adalah sumber kebaikan. Mazmur meneguhkan bahwa didikan Tuhan membimbing menuju kedewasaan iman. Injil menunjukkan bagaimana kekurangan pemahaman lahir dari hati yang belum sepenuhnya percaya. Semua bacaan mengajak kita untuk tidak terjebak pada kekhawatiran lahiriah, tetapi bertumbuh dalam pengertian rohani yang mendalam

Pesan dan Aplikasi Hidup

  1. Melatih ketekunan dalam pencobaan, dengan keyakinan bahwa Allah sedang membentuk kedewasaan iman kita.
  2. Membedakan godaan yang lahir dari kelemahan diri, dan tidak menyalahkan Tuhan atas kesulitan hidup.
  3. Merefleksikan karya Tuhan dalam hidup sehari-hari, agar hati semakin peka dan tidak tumpul terhadap rahmat-Nya.

Ketika hati terbuka dan tekun dalam iman, kita tidak hanya melihat karya Allah, tetapi juga sungguh memahaminya sebagai anugerah keselamatan [psl]

Bikap Emaus Helvetia, 17 Februari 2026

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting