Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Senin, 16 Februari 2026

Yak 1:1-11 Mzm 119:67-68.71-72.75-76; Mrk 8:11-13

 Tema: “Iman yang Teguh Tanpa Menuntut Tanda”

 

Pengantar

Sabda Tuhan hari ini mengajak kita melihat kualitas iman kita ketika menghadapi pencobaan dan intimidasi. Apakah kita tetap percaya, atau justru menuntut tanda-tanda luar sebagai jaminan? Allah membentuk kedewasaan rohani bukan melalui kemudahan, melainkan melalui ketekunan dalam iman.

Bacaan Pertama (Yak 1:1–11)

Dalam Surat Surat Yakobus , Rasul Yakobus menasihati agar kita menganggap sebagai suatu kebahagiaan apabila jatuh ke dalam berbagai pencobaan. Pencobaan menguji iman dan menghasilkan ketekunan. Ia juga menekankan pentingnya meminta hikmat kepada Allah dengan iman yang teguh, tanpa bimbang. Orang yang mendua hati digambarkan seperti gelombang laut yang terombang-ambing. Kekayaan dunia fana, tetapi orang yang rendah hati dan setia kepada Tuhan akan bertahan.

Mazmur Tanggapan (Mzm 119:67–68.71–72.75–76)

Mazmur 119 menegaskan bahwa penderitaan justru dapat menjadi jalan pertobatan. “Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu.” Hukum Tuhan dipandang lebih berharga daripada ribuan keping emas dan perak. Penderitaan menjadi sarana pemurnian iman dan pengenalan akan kebaikan Allah.

Bacaan Injil (Mrk 8:11–13)

Dalam Injil menurut Injil Markus , orang-orang Farisi meminta tanda dari Yesus untuk mencobai Dia. Yesus mengeluh dalam hati-Nya dan menolak memberi tanda kepada generasi itu. Permintaan tanda bukan lahir dari iman, melainkan dari ketidakpercayaan. Mereka melihat mukjizat, namun hati tetap tertutup.

Korelasi Seluruh Bacaan

Yakobus berbicara tentang iman yang diuji dan dimurnikan dalam pencobaan. Mazmur menegaskan bahwa penderitaan dapat menuntun pada kesetiaan yang lebih dalam. Injil memperlihatkan sikap sebaliknya: meminta tanda karena hati tidak percaya. Iman sejati tidak bergantung pada bukti lahiriah, melainkan pada keyakinan teguh kepada Allah, bahkan dalam situasi sulit.

Pesan dan Aplikasi Hidup

  1. Menerima pencobaan sebagai proses pemurnian iman, bukan sebagai alasan untuk meninggalkan Tuhan.
  2. Memohon hikmat dengan hati yang percaya, tanpa sikap mendua atau ragu akan kebaikan Allah.
  3. Tidak menuntut tanda-tanda spektakuler, tetapi belajar mengenali karya Tuhan dalam peristiwa sederhana sehari-hari.

Iman yang dewasa tidak menuntut tanda, melainkan tetap teguh percaya bahwa Allah selalu bekerja demi kebaikan kita.

Bikap Emaus Helvetia, 16 Februari 2026; psl

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting