Sir 15:15-20; Mzr 119:1-2.4-5.17-18.33-34; 1Kor 2:6-10; Mat 5:17-37
Sabda Tuhan hari ini berbicara
tentang kebebasan manusia dalam memilih serta kedalaman hukum Allah yang
menyentuh hati. Allah tidak memaksa, tetapi memberi perintah sebagai jalan
menuju kehidupan. Yesus menyempurnakan hukum Taurat dengan menuntut kebenaran
yang melampaui syarat lahiriah. Iman sejati bukan hanya soal “tidak melanggar”,
tapi soal hati yang selaras dengan kehendak Allah.
Bacaan Pertama (Tuan 15:15–20)
Kitab Sirakh menegaskan bahwa di
hadapan manusia tersedia pilihan: hidup atau mati, kebaikan atau dosa. Allah
memberikan kebebasan, namun juga tanggung jawab. Ia tidak pernah memerintahkan
orang untuk berbuat jahat. Kesetiaan pada perintah Tuhan adalah jalan menuju
kehidupan sejati.
Mazmur Tanggapan (Mzm 119:1–2.4–5.17–18.33–34)
Mazmur memuji kebahagiaan orang
yang hidup menurut Taurat Tuhan. Hukum Tuhan bukan beban, melainkan pedoman
yang membawa kepada kebahagiaan. Pemazmur memohon pengertian agar mampu setia
dengan sepenuh hati. Ketaatan lahir dari cinta dan kerinduan akan Allah.
Bacaan Kedua (1Kor 2:6–10)
Paulus berbicara tentang hikmat
Allah yang tersembunyi dan kebijaksanaan dunia. Hikmat ini diwahyukan melalui
Roh Kudus kepada mereka yang percaya. Rencana keselamatan Allah tidak dapat
diwujudkan hanya dengan akal manusia. Hidup dalam Roh membuka mata hati untuk
memahami kehendak Tuhan.
Bacaan Injil (Mat 5:17–37)
Yesus menegaskan bahwa Ia datang
bukan untuk meniadakan hukum, melainkan untuk menggenapinya. Ia memperdalam
makna hukum hingga menyentuh akar hati: kemarahan, nafsu, ketidakjujuran, dan
balas dendam. Kebenaran yang dikehendaki-Nya melampaui formalitas lahiriah.
Kehidupan murid Kristus ditandai dengan integritas batin dan kesetiaan tanpa
kompromi.
Korelasi Seluruh Bacaan
Semua bacaan hari ini menegaskan
bahwa hukum Tuhan adalah jalan kehidupan, bukan beban. Sirakh berbicara tentang
pilihan bebas, mazmur tentang kebahagiaan dalam ketaatan, Paulus tentang hikmat
ilahi yang diwahyukan Roh, dan Yesus tentang pendalaman hukum hingga ke hati.
Allah menghendaki bukan sekedar pemenuhan luar, tetapi kesegaran batin. Hati
yang diterangi Roh Kudus mampu memilih kebenaran dan hidup seturut
kehendak-Nya.
Pesan dan Aplikasi Hidup
- Memilih kebaikan secara sadar setiap hari ,
menyadari bahwa setiap keputusan kecil membentuk arah hidup kita.
- Memeriksa hati dan motivasi batin , bukan
sekedar tindakan lahiriah, agar hidup sungguh selaras dengan kehendak
Allah.
- Mohon terang Roh Kudus , agar mampu memahami
dan menghidupi hukum Tuhan dengan kasih dan kesetiaan.
Ketika kita memilih taat dengan
hati yang diperbarui oleh Roh, kita sedang memilih jalan kehidupan yang membawa
kita semakin dekat kepada Allah
Bikap Emaus Helvetia, 15 Februari 2026; psl






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!