Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Minggu, 15 Februari 2026

Sir 15:15-20; Mzr 119:1-2.4-5.17-18.33-34; 1Kor 2:6-10; Mat 5:17-37

 Tema: “Memilih Kehidupan dengan Hati yang Taat”

 

Pengantar

Sabda Tuhan hari ini berbicara tentang kebebasan manusia dalam memilih serta kedalaman hukum Allah yang menyentuh hati. Allah tidak memaksa, tetapi memberi perintah sebagai jalan menuju kehidupan. Yesus menyempurnakan hukum Taurat dengan menuntut kebenaran yang melampaui syarat lahiriah. Iman sejati bukan hanya soal “tidak melanggar”, tapi soal hati yang selaras dengan kehendak Allah.

Bacaan Pertama (Tuan 15:15–20)

Kitab Sirakh menegaskan bahwa di hadapan manusia tersedia pilihan: hidup atau mati, kebaikan atau dosa. Allah memberikan kebebasan, namun juga tanggung jawab. Ia tidak pernah memerintahkan orang untuk berbuat jahat. Kesetiaan pada perintah Tuhan adalah jalan menuju kehidupan sejati.

Mazmur Tanggapan (Mzm 119:1–2.4–5.17–18.33–34)

Mazmur memuji kebahagiaan orang yang hidup menurut Taurat Tuhan. Hukum Tuhan bukan beban, melainkan pedoman yang membawa kepada kebahagiaan. Pemazmur memohon pengertian agar mampu setia dengan sepenuh hati. Ketaatan lahir dari cinta dan kerinduan akan Allah.

Bacaan Kedua (1Kor 2:6–10)

Paulus berbicara tentang hikmat Allah yang tersembunyi dan kebijaksanaan dunia. Hikmat ini diwahyukan melalui Roh Kudus kepada mereka yang percaya. Rencana keselamatan Allah tidak dapat diwujudkan hanya dengan akal manusia. Hidup dalam Roh membuka mata hati untuk memahami kehendak Tuhan.

Bacaan Injil (Mat 5:17–37)

Yesus menegaskan bahwa Ia datang bukan untuk meniadakan hukum, melainkan untuk menggenapinya. Ia memperdalam makna hukum hingga menyentuh akar hati: kemarahan, nafsu, ketidakjujuran, dan balas dendam. Kebenaran yang dikehendaki-Nya melampaui formalitas lahiriah. Kehidupan murid Kristus ditandai dengan integritas batin dan kesetiaan tanpa kompromi.

Korelasi Seluruh Bacaan

Semua bacaan hari ini menegaskan bahwa hukum Tuhan adalah jalan kehidupan, bukan beban. Sirakh berbicara tentang pilihan bebas, mazmur tentang kebahagiaan dalam ketaatan, Paulus tentang hikmat ilahi yang diwahyukan Roh, dan Yesus tentang pendalaman hukum hingga ke hati. Allah menghendaki bukan sekedar pemenuhan luar, tetapi kesegaran batin. Hati yang diterangi Roh Kudus mampu memilih kebenaran dan hidup seturut kehendak-Nya.

Pesan dan Aplikasi Hidup

  1. Memilih kebaikan secara sadar setiap hari , menyadari bahwa setiap keputusan kecil membentuk arah hidup kita.
  2. Memeriksa hati dan motivasi batin , bukan sekedar tindakan lahiriah, agar hidup sungguh selaras dengan kehendak Allah.
  3. Mohon terang Roh Kudus , agar mampu memahami dan menghidupi hukum Tuhan dengan kasih dan kesetiaan.

Ketika kita memilih taat dengan hati yang diperbarui oleh Roh, kita sedang memilih jalan kehidupan yang membawa kita semakin dekat kepada Allah

Bikap Emaus Helvetia, 15 Februari 2026; psl

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting