Pw St. Sirilus, Rahib, dan Metodius, Uskup
1Raj
12:26-32; 13:33-34 Mzm 106:6-7.19-22 ; Mrk 8:1-10
Sabda Tuhan hari ini menampilkan
dua arah hidup yang sangat berbeda: manusia yang membangun penyembahan atas
kehendaknya sendiri, dan Allah yang tetap menunjukkan belasan kasih-Nya kepada
umat yang lapar dan membutuhkan. Ketika hati tidak lagi setia, manusia mudah
menciptakan “allah” yang sesuai dengan kepentingannya.
Namun Allah tidak berhenti
mengasihi. Dalam diri Yesus, Ia hadir memberi makan dan memulihkan umat yang
mencari-Nya. Peringatan St. Sirilus dan Metodius meneguhkan bahwa pewartaan
iman sejati selalu mengarahkan orang kembali kepada Allah yang benar, bukan
kepada berhala zaman.
Bacaan Pertama (1Raj 12:26–32; 13:33–34)
Yerobeam membangun lembu-lembu emas
agar rakyat tidak kembali ke Yerusalem untuk berabadat. Ia menciptakan sistem
ibadah yang menyimpang demi kepentingan politik dan kekuasaan. Tindakan ini
menyeret bangsa Israel ke dalam dosa yang berkelanjutan. Penyembahan palsu
lahir dari rasa takut dan ambisi, bukan dari iman.
Mazmur Tanggapan (Mzm 106:6–7.19–22)
Mazmur mengenangkan dosa umat yang
membuat anak lembu emas di Horeb. Mereka melupakan Allah yang telah
menyelamatkan mereka dari Mesir. Ketidaksetiaan itu menjadi tanda hati yang
mudah diubah. Mazmur ini adalah pengakuan dosa sekaligus seruan pertobatan.
Bacaan Injil (Mrk 8:1–10)
Yesus tergerak oleh belas kasih
melihat banyak orang yang kelaparan. Dengan tujuh roti dan beberapa ikan, Ia
memberi makan ribuan orang hingga kenyang. Mukjizat ini menunjukkan bahwa Allah
memperhatikan kebutuhan manusia secara nyata. Dalam Kristus, kasih Allah
menjadi tindakan yang menghidupkan.
Korelasi Seluruh Bacaan
Bacaan pertama dan mazmur
menampilkan umat yang menciptakan berhala karena tidak lagi percaya penuh
kepada Allah. Injil justru menampilkan Allah yang setia dan berbelas kasih
kepada umat yang datang kepada-Nya. Ketika manusia berubah, spiritual muncul; ketika
kembali kepada Tuhan, menyampaikan rahmat yang dialami. Kesetiaan kepada Allah
yang benar membawa kehidupan, sementara penyembahan palsu membawa kehancuran.
Pesan dan Aplikasi Hidup
- Mewaspadai “berhala modern”, seperti ambisi,
materi, atau kekuasaan, yang dapat menggantikan Tuhan dalam hati.
- Memperbaharui kesetiaan dalam ibadah dan doa,
agar hubungan dengan Allah tetap murni dan tulus.
- Meneladani semangat St. Sirilus dan Metodius,
yang mewartakan iman dengan setia dan mengarahkan banyak orang kepada
Kristus.
Hanya dengan setia kepada Allah
yang benar dan percaya pada belas kasih-Nya, hidup kita dijauhkan dari berhala
dan dipenuhi rahmat.






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!