Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Sabtu, 14 Februari 2026

 Pw St. Sirilus, Rahib, dan Metodius, Uskup

1Raj 12:26-32; 13:33-34 Mzm 106:6-7.19-22 ; Mrk 8:1-10

 Tema: “Antara Penyembahan Palsu dan Belas Kasih Allah yang Memulihkan”

 

Pengantar

Sabda Tuhan hari ini menampilkan dua arah hidup yang sangat berbeda: manusia yang membangun penyembahan atas kehendaknya sendiri, dan Allah yang tetap menunjukkan belasan kasih-Nya kepada umat yang lapar dan membutuhkan. Ketika hati tidak lagi setia, manusia mudah menciptakan “allah” yang sesuai dengan kepentingannya.

Namun Allah tidak berhenti mengasihi. Dalam diri Yesus, Ia hadir memberi makan dan memulihkan umat yang mencari-Nya. Peringatan St. Sirilus dan Metodius meneguhkan bahwa pewartaan iman sejati selalu mengarahkan orang kembali kepada Allah yang benar, bukan kepada berhala zaman.

Bacaan Pertama (1Raj 12:26–32; 13:33–34)

Yerobeam membangun lembu-lembu emas agar rakyat tidak kembali ke Yerusalem untuk berabadat. Ia menciptakan sistem ibadah yang menyimpang demi kepentingan politik dan kekuasaan. Tindakan ini menyeret bangsa Israel ke dalam dosa yang berkelanjutan. Penyembahan palsu lahir dari rasa takut dan ambisi, bukan dari iman.

Mazmur Tanggapan (Mzm 106:6–7.19–22)

Mazmur mengenangkan dosa umat yang membuat anak lembu emas di Horeb. Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka dari Mesir. Ketidaksetiaan itu menjadi tanda hati yang mudah diubah. Mazmur ini adalah pengakuan dosa sekaligus seruan pertobatan.

Bacaan Injil (Mrk 8:1–10)

Yesus tergerak oleh belas kasih melihat banyak orang yang kelaparan. Dengan tujuh roti dan beberapa ikan, Ia memberi makan ribuan orang hingga kenyang. Mukjizat ini menunjukkan bahwa Allah memperhatikan kebutuhan manusia secara nyata. Dalam Kristus, kasih Allah menjadi tindakan yang menghidupkan.

Korelasi Seluruh Bacaan

Bacaan pertama dan mazmur menampilkan umat yang menciptakan berhala karena tidak lagi percaya penuh kepada Allah. Injil justru menampilkan Allah yang setia dan berbelas kasih kepada umat yang datang kepada-Nya. Ketika manusia berubah, spiritual muncul; ketika kembali kepada Tuhan, menyampaikan rahmat yang dialami. Kesetiaan kepada Allah yang benar membawa kehidupan, sementara penyembahan palsu membawa kehancuran.

Pesan dan Aplikasi Hidup

  1. Mewaspadai “berhala modern”, seperti ambisi, materi, atau kekuasaan, yang dapat menggantikan Tuhan dalam hati.
  2. Memperbaharui kesetiaan dalam ibadah dan doa, agar hubungan dengan Allah tetap murni dan tulus.
  3. Meneladani semangat St. Sirilus dan Metodius, yang mewartakan iman dengan setia dan mengarahkan banyak orang kepada Kristus.

Hanya dengan setia kepada Allah yang benar dan percaya pada belas kasih-Nya, hidup kita dijauhkan dari berhala dan dipenuhi rahmat.

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting