Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Jumat, 13 Februari 2026

 1Raj 11:29-32; 12:19 Mzm 81:10-15 Mrk 7:31-37

 Tema: “Mendengar dan Taat agar Tidak Terpecah”

 

Pengantar

Sabda Tuhan hari ini berbicara tentang hati yang tidak lagi mendengarkan Allah. Ketika manusia menutup telinga terhadap suara Tuhan, terjadilah perselisihan dan penderitaan. Namun Allah tetap berbelaskasih dan terus mengundang umat-Nya untuk kembali.

Di sisi lain, Injil menghadirkan Yesus yang membuka telinga orang tuli dan memulihkan kemampuannya untuk berbicara. Mukjizat ini bukan hanya penyembuhan fisik, tetapi tanda bahwa Allah ingin membuka hati manusia agar mampu mendengar dan mewartakan kebenaran.

Bacaan Pertama (1 Raj 11:29–32; 12:19)

Nabi Ahia menubuatkan terpecahnya kerajaan Israel sebagai akibat ketidaksetiaan Salomo. Kerajaan yang dahulu bersatu kini terbelah karena hati yang diubah dari Tuhan. Perpecahan ini menjadi konsekuensi dari ketidaktaatan yang berlarut-larut. Ketika hubungan dengan Allah rusak, kesatuan pun ikut hancur.

Mazmur Tanggapan (Mzm 81:10–15)

Mazmur menampilkan keluhan Tuhan atas umat yang tidak mau mendengarkan suara-Nya. Allah rindu memelihara dan memelihara mereka, namun umat menutup hati. Ketidaktaatan membawa mereka pada kesulitan yang sebenarnya bisa dihindari. Tuhan tetap setia dan menanti pertobatan umat-Nya.

Bacaan Injil (Mrk 7:31–37)

Yesus menyembuhkan seorang tuli dan gagap dengan menyentuh telinga dan lidahnya. Ia berkata, “Effata,” yang berarti, “Terbukalah.” Saat itu juga orang itu dapat mendengar dan berbicara dengan baik. Mukjizat ini menunjukkan kuasa Kristus yang membuka keterbatasan manusia dan memulihkan hubungan.

Korelasi Seluruh Bacaan

Perpecahan dalam kerajaan Israel dihapus pada ketidakmauan mendengarkan Tuhan, seperti yang dijelaskan dalam mazmur. Injil menghadirkan Yesus yang membuka telinga dan memulihkan kemampuan untuk memutar. Ketika hati tertutup, perpecahan terjadi; ketika hati dibuka oleh Kristus, pemulihan dimulai. Allah terus bekerja agar manusia kembali mendengar dan hidup dalam kesatuan.

Pesan dan Aplikasi Hidup

  1. Belajar sungguh-sungguh mendengarkan Sabda Tuhan, melalui doa dan permenungan Kitab Suci setiap hari.
  2. Membuka hati terhadap nasihat dan kebenaran, agar tidak terjebak dalam sikap keras kepala yang merusak hubungan.
  3. Menjadi pembawa kesatuan, dengan kata-kata yang membangun dan sikap yang mendamaikan.

Ketika telinga hati terbuka untuk mendengar Tuhan, hidup kita bergetar dan kesatuan kembali ditegakkan.

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting