Yeh 18:21-28 Mzm 130:1-8 Mat 5:20-26
Pengantar
Sabda Tuhan hari ini berbicara
tentang keadilan Allah yang selalu terbuka bagi pengobatan. Tidak ada manusia
yang terkurung selamanya dalam dosa, selama ia mau kembali kepada Tuhan. Namun
pengobatan itu tidak berhenti pada hubungan pribadi dengan Allah; ia harus
nyata dalam hubungan dengan sesama.
Bacaan Pertama (Yeh 18:21–28)
Dalam Kitab Yehezkiel, ditegaskan
bahwa jika orang fasik beradaptasi dari segala dosanya dan melakukan keadilan,
ia akan hidup dan tidak mati. Allah tidak berkenan pada kematian orang berdosa,
melainkan pada pertobatannya. Sebaliknya, orang yang benar-benar diselamatkan
dari kebenaran akan menanggung konsekuensinya. Tanggung jawab bersifat pribadi,
dan setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah.
Mazmur Tanggapan (Mzm 130:1–8)
Mazmur 130 adalah seruan dari
kedalaman: “Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.” Pemazmur
menyadari dosa, namun ia juga percaya pada kasih setia dan penebusan Tuhan.
Bersama Tuhan ada penyediaan dan pendanaan yang berlimpah.
Bacaan Injil (Mat 5:20–26)
Dalam Injil menurut Matius, Yesus
menuntut kebenaran yang melampaui ahli Taurat dan orang Farisi. Ia memperdalam
makna perintah “jangan membunuh” hingga ke akar kemarahan dan kebencian dalam
hati. Yesus juga menekankan pentingnya berdamai dengan saudara sebelum
mempersembahkan korban di altar. Rekonsiliasi menjadi syarat ibadah yang
sejati.
Korelasi Seluruh Bacaan
Yehezkiel menekankan kemungkinan
pertobatan dan tanggung jawab pribadi. Mazmur mengungkapkan harapan akan
memaafkan Allah. Injil menunjukkan bahwa pengobatan harus menyentuh hati dan
diwujudkan dalam perdamaian dengan sesama. Allah mengampuni, tetapi Ia juga
menghendaki hati yang bersih dan hubungan yang dijanjikan.
Pesan dan Aplikasi Hidup
- Tidak pernah putus asa akan rahmat Allah, karena
selalu ada kesempatan untuk melakukan kompromi.
- Memeriksa hati dari kemarahan, kebencian, dan
dendam, yang sering menjadi akar dosa.
- Segera mengambil langkah rekonsiliasi, memperbaiki
hubungan sebelum mempersembahkan ibadah kepada Tuhan.
Pertobatan sejati menyatukan kita
kembali dengan Allah dan memulihkan kedamaian dengan sesama dalam kasih yang
nyata [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!