Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Kamis, 26 Februari 2026

Est 4:10-12.17-19 Mzm 138:1-3.7c-8 Mat 7:7-12

 Tema: “Doa yang Percaya dan Hati yang Mengasihi”

 

Pengantar

Sabda Tuhan hari ini mengajak kita masuk ke dalam dinamika doa yang penuh kepercayaan. Di tengah ancaman dan intimidasi, manusia berseru kepada Allah dengan keyakinan bahwa Ia mendengar dan bertindak. Doa bukan sekedar permintaan, melainkan pernyataan iman bahwa Tuhan setia menyertai umat-Nya.

Bacaan Pertama (Est 4:10–12.17–19)

Dalam Kitab Ester, Ratu Ester berada dalam situasi genting ketika bangsanya terancam kebinasaan. Dalam ketakutan dan kerendahan hati, ia berdoa memohon pertolongan Tuhan. Ia menyadari bahwa satu-satunya sandaran sejati adalah Allah. Doanya lahir dari iman yang berserah, sekaligus keberanian untuk bertindak demi keselamatan umatnya.

Mazmur Tanggapan (Mzm 138:1–3.7c–8)

Mazmur 138 memuji Tuhan yang menjawab pada hari orang berseru kepada-Nya. Allah menambah kekuatan dalam jiwa dan tidak meninggalkan karya tangan-Nya. Pengalaman pemazmur meneguhkan bahwa doa tidak pernah sia-sia; Tuhan setia memelihara umat yang percaya kepada-Nya.

Bacaan Injil (Mat 7:7–12)

Dalam Injil menurut Matius, Yesus mengajarkan: “Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Allah digambarkan sebagai Bapa yang memberikan yang baik kepada anak-anak-Nya. Ajaran ini ditutup dengan kaidah emas: perlakukanlah orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan.

Korelasi Seluruh Bacaan

Ester berdoa dalam situasi krisis dan percaya bahwa Tuhan menyelamatkan. Mazmur menegaskan kesetiaan Allah yang menjawab seruan umat-Nya. Injil memberikan jaminan dari Yesus sendiri bahwa Bapa Surgawi mendengarkan dan memberi yang terbaik. Doa yang sejati tidak hanya berupa permohonan, tetapi juga membentuk hati untuk bertindak dalam kasih terhadap sesama.

Pesan dan Aplikasi Hidup

  1. Berani membawa setiap persoalan kepada Tuhan dalam doa, terutama saat menghadapi situasi sulit.
  2. Percayalah bahwa Allah memberi yang terbaik, meskipun jawaban-Nya tidak selalu sesuai harapan kita.
  3. Mewujudkan iman dalam tindakan kasih, dengan memperlakukan sesama secara adil dan penuh empati.

Doa yang penuh iman dan hati yang penuh kasih membuka jalan bagi karya Allah yang menyelamatkan dalam hidup kita.

Bikap St. Fransiskus Gunungsitoli, 26 Februari 2026; psl

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting