Ul 26:16-19 Mzm 119:1-2.4-5.7-8 Mat 5:43-48
Pengantar
Sabda Tuhan hari ini menegaskan
identitas umat beriman sebagai milik Allah. Kita dipanggil bukan hanya untuk
menaati perintah, tetapi untuk hidup sebagai umat kudus yang mencerminkan kasih
dan kesetiaan Tuhan. Puncak panggilan itu ditegaskan oleh Yesus: menjadi
sempurna seperti Bapa di surga sempurna adanya.
Bacaan Pertama (Ul 26:16–19)
Dalam Kitab Ulangan, Musa
menegaskan perjanjian antara Tuhan dan Israel. Umat diminta berpegang pada
ketetapan dan perintah Tuhan dengan segenap hati dan jiwa. Sebagai balasannya,
Tuhan menjadikan mereka umat kesayangan-Nya, bangsa yang kudus dan terhormat.
Ketaatan adalah tanda hubungan perjanjian yang hidup.
Mazmur Tanggapan (Mzm 119:1–2.4–5.7–8)
Mazmur 119 memuji kebahagiaan orang
yang hidup menurut Taurat Tuhan. Ketaatan bukan sekedar kewajiban, tetapi jalan
menuju kebahagiaan dan keutuhan hidup. Pemazmur memohon keteguhan hati agar
mampu setia menjalankan perintah Tuhan tanpa menyimpang.
Bacaan Injil (Mat 5:43–48)
Dalam Injil menurut Matius,
Yesus mengangkat hukum kasih ke tingkat yang paling radikal: “Kasihilah musuhmu
dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Kasih kristiani melampaui
batas-batas perasaan dan kepentingan diri. Bapa di surga menerbitkan matahari
bagi orang baik dan jahat; demikian pula murid Kristus dipanggil untuk
mengasihi tanpa diskriminasi.
Korelasi Seluruh Bacaan
Kitab Ulangan menegaskan perjanjian
kasih antara Tuhan dan umat-Nya. Mazmur kegembiraan dalam ketaatan. Injil
menunjukkan bahwa kesempurnaan hukum itu terwujud dalam kasih tanpa batas,
bahkan kepada musuh. Kesetiaan kepada Allah mencapai kepenuhannya dalam kasih
yang mencerminkan hati Bapa sendiri.
Pesan dan Aplikasi Hidup
- Menghidupi identitas sebagai umat milik Allah,
dengan kesetiaan dalam hal-hal kecil setiap hari.
- Menjadikan kasih sebagai standar tindakan tertinggi,
bukan sekadar kewajiban formal.
- Belajar mengampuni dan mendoakan mereka yang
menyakiti kita, sebagai wujud kedewasaan iman.
Kesempurnaan kristiani bukan
terletak pada tanpa cela, melainkan pada kasih yang semakin menyerupai kasih
Bapa di surga [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!