2Sam 1:1-4.11-12.19.23-27 Mzm 80:2-3.5-7; Mrk 3:20-21
Pw St.
Fransiskus dari Sales, Uskup dan Pujangga Gereja
Pengantar
Peringatan Santo Timotius dan Santo
Titus mengajak kita memikirkan wajah Gereja yang hidup dari pewartaan Injil
yang setia dan berkesinambungan. Keduanya adalah murid dan rekan kerja Rasul
Paulus, yang menerima tugas menggembalakan umat dan meneruskan iman apostolik.
Liturgi hari ini menegaskan bahwa pewartaan Injil bukan hanya tugas para rasul
dahulu, melainkan panggilan setiap orang beriman sesuai perutusannya
masing-masing.
Bacaan Pertama (2Tim 1:1–8 atau Tit 1:1–5)
Bacaan Injil (Luk 10:1–9)
Yesus mengutus tujuh puluh dua
murid dua demi dua ke setiap kota dan tempat yang ingin dikunjungi-Nya. Mereka
diutus dengan sikap sederhana, membawa kedamaian, mewartakan Kerajaan Allah,
dan menyembuhkan yang sakit. Perutusan ini menegaskan bahwa pewartaan Injil
menuntut kepercayaan penuh kepada Allah dan kesiapsediaan untuk melayani, bukan
mengandalkan kekuatan sendiri.
Korelasi Kedua Bacaan
Apa yang diajarkan Paulus kepada
Timotius dan Titus selaras dengan perutusan yang diberikan Yesus dalam Injil.
Pewarta Injil dipanggil untuk setia, berani, sederhana, dan dilepaskan pada
damai Kristus. Kepemimpinan dalam Gereja bukan soal kekuasaan, melainkan
pelayanan yang lahir dari iman yang teguh dan ketaatan atas kehendak Allah.
- Peliharalah iman yang telah diterima , agar
tidak menjadi padam, dengan doa, sakramen, dan kesetiaan pada ajaran
Gereja.
- Beranilah menyebarkan tentang Kristus , baik
melalui kata maupun perbuatan, meskipun ada penolakan dan penolakan.
- Hiduplah sebagai pewarta damai , dimulai
dari keluarga, lingkungan, dan komunitas, dengan sikap sederhana dan penuh
kasih [psl].
Semoga teladan Santo Timotius dan
Santo Titus meneguhkan kita untuk setia dalam iman dan tekun dalam perutusan,
sehingga Injil semakin dikenal dan dihidupi dalam kehidupan sehari-hari.
Bikap Emaus Helvetia Medan, 26 Januari 2026






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!