Yes 8:23 - 9:3 Mzm 27:1.4.13-14 1Kor 1:10-13.17 Mat 4:12-23 atau Mat 4:12-17;
Penutupan Pekan Doa Sedunia & Hari Minggu Sabda Allah
Tema: “Bangkitlah, Terang Telah Datang!”
Pengantar
Liturgi Minggu Biasa III mengajak
kita menyadari bahwa Allah tidak tinggal diam ketika manusia berjalan dalam
kegelapan. Ia datang membawa terang, memanggil kepada pertobatan, dan mengutus
kita untuk hidup dalam kesatuan serta perutusan. Sabda hari ini menegaskan
bahwa kehadiran Kristus adalah terang yang mempertemukan, menyatukan, dan
menggerakkan.
Inti Bacaan Pertama (Yes 8:23 – 9:3)
Nabi Yesaya mewartakan pengharapan
bagi bangsa yang hidup dalam kegelapan dan keingintahuan. Terang besar akan
bersinar di atas mereka yang tinggal di tanah kelam. Allah kesedihan menjadi
kegembiraan dan keputusasaan menjadi harapan. Nubuat ini menegaskan bahwa Allah
adalah sumber terang sejati yang memulihkan dan memerdekakan umat-Nya.
Inti Bacaan Kedua (1Kor 1:10–13.17)
Rasul Paulus menegur jemaat
Korintus karena perpecahan di antara mereka. Ia mengajak umat untuk hidup sehat
sepikiran dan berpegang teguh pada Kristus, bukan pada tokoh atau kepentingan
kelompok. Salib Kristus adalah pusat iman dan sumber kesatuan Gereja.
Inti Bacaan Injil (Mat 4:12–23 atau 4:12–17)
Yesus memulai karya-Nya di Galilea,
wilayah yang dahulu disebut “tanah yang diliput kegelapan”. Ia mewartakan: “Bertobatlah,
karena Kerajaan Surga sudah dekat.” Yesus memanggil para murid pertama dan
mengajar serta menyembuhkan banyak orang. Kehadiran-Nya menandai datangnya
terang Allah yang nyata dalam perkataan dan perbuatan.
Korelasi Ketiga Bacaan
Nubuat Yesaya digenapi dalam diri
Yesus, Terang dunia yang datang membebaskan manusia dari kegelapan dosa dan
keputusasaan. Paulus menegaskan bahwa terang Kristus juga harus tampak dalam
kesatuan umat beriman. Injil menunjukkan bahwa terang itu mengajak manusia
untuk beradaptasi dan terlibat dalam perutusan. Terang Allah bukan hanya untuk
dinikmati, tetapi untuk diwartakan.
- Bukalah hati untuk terang Kristus , dengan
kesediaan beradaptasi dan meninggalkan kegelapan dosa serta sikap lama.
- Hiduplah dalam kesatuan sebagai umat Allah ,
dengan menyingkirkan perpecahan dan mengutamakan Kristus sebagai pusat
kehidupan.
- Jadilah pembawa terang di tengah dunia ,
melalui kesaksian hidup, pelayanan, dan pewartaan Injil dalam kesekharian.
Semoga Sabda Tuhan hari ini
meneguhkan kita untuk bangkit dari kegelapan, hidup dalam terang Kristus, dan
menjadi Saksi-Nya di tengah dunia [psl].
Bikap Emaus Helvetia Medan, 25 Januari 2026






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!