2Sam 1:1-4.11-12.19.23-27 Mzm 80:2-3.5-7; Mrk 3:20-21
Pw St.
Fransiskus dari Sales, Uskup dan Pujangga Gereja
Pengantar
Pada peringatan Santo Fransiskus
dari Sales, Gereja menghadirkan Sabda Tuhan yang berbicara tentang kasih yang
setia dan kebijaksanaan hati. Daud menyamakan Saul dan Yonatan dengan penuh
kasih, sementara Yesus menghadapi kesalahpahaman bahkan dari keluarga-Nya
sendiri. Melalui kedua bacaan ini, kita diajak belajar tentang kesetiaan,
kelembutan, dan kebijaksanaan dalam menghadapi penderitaan dan penolakan.
Bacaan Pertama (2Sam 1:1–4.11–12.19.23–27)
Daud meratapi kematian Saul dan
Yonatan dengan duka yang tulus. Meski Saul pernah mengejarnya dan ingin
membunuhnya, Daud tidak menyimpan dendam. Saya mengenang Saul dan Yonatan
dengan kasih dan hormat. Ratapan Daud menyingkapkan hati yang besar, mampu mencintai
melampaui luka dan kepahitan.
Bacaan Injil (Mrk 3:20–21)
Yesus dianggap tidak diwaras oleh
keluarga-Nya sendiri karena kesibukan dan totalitas-Nya dalam pelayanan. Ia
tidak membela diri atau memaksakan pemahaman. Yesus tetap setia pada kehendak
Bapa, meski harus menerima kesalahpahaman dan penolakan dari orang-orang
terdekat.
Korelasi Bacaan Pertama dan Injil
Daud dan Yesus sama-sama menunjukkan kasih yang tidak bersyarat dan kesetiaan yang dewasa. Daud mengampuni dan mengenang dengan kasih, sementara Yesus tetap setia di perutusan-Nya meski disalahpahami. Dalam teladan terang Santo Fransiskus dari Sales, iman sejati diwujudkan melalui kelembutan hati, kesabaran, dan kebijaksanaan dalam berkata dan bertindak
- Belajarlah mencintai tanpa dendam , bahkan
kepada mereka yang pernah menyakiti kita.
- Tetaplah setia pada panggilan Tuhan , meski
harus memahami kesalahpahaman dan penolakan.
- Hidupkan iman dengan kelembutan dan
kebijaksanaan , seperti teladan Santo Fransiskus dari Sales.
Semoga Sabda Tuhan hari ini
meneguhkan kita untuk hidup dalam kasih yang setia, hati yang lembut, dan iman
yang dewasa di tengah tantangan hidup [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!