1Sam 24:3-21 Mzm 57:2-4.6.11 Mrk 3:13-19
Sabda Tuhan hari ini mengajak kita
memikirkan arti sejati dari kekuatan dan panggilan. Dunia sering mengukur
kekuatan dari kemampuan membalas atau menguasai, tetapi Allah menyingkapkan
bahwa kekuatan sejati tampak dalam penguasaan diri, belas kasih, dan kesetiaan
pada kehendak-Nya. Daud dan Yesus memberi teladan tentang hati yang lembut di
tengah kekuasaan dan panggilan besar.
Bacaan Pertama (1Sam 24:3–21)
Daud memiliki kesempatan untuk
membunuh Saul, musuh yang terus mengejarnya. Namun Daud memilih untuk tidak
menyentuh orang yang diurapi Tuhan. Sikap ini menunjukkan kedalaman iman dan
penguasaan diri Daud. Ia menyerahkan keadilan kepada Tuhan dan tidak membalas
kejahatan dengan kejahatan. Kelembutan hati Daud justru membuka mata Saul akan
kesalahannya.
Bacaan Injil (Mrk 3:13–19)
Yesus memanggil dua belas murid
untuk tinggal bersama-Nya dan diutus mewartakan Injil. Di antara mereka ada
pribadi-pribadi yang lemah dan berbeda-beda. Yesus memilih mereka bukan karena
kesempurnaan, tetapi karena kesiapan untuk dibentuk. Panggilan Yesus selalu
mendahului perutusan dan menuntut hubungan yang mendalam dengan-Nya.
Korelasi Bacaan Pertama dan Injil
Daud dan para rasul sama-sama
dipanggil untuk memegang peran penting dalam rencana Allah. Daud menunjukkan
bahwa kekuatan sejati dijalani dengan kerendahan hati dan kepercayaan kepada
Tuhan, sementara para murid dipanggil untuk belajar dari Yesus sebelum diutus.
Keduanya menekankan bahwa panggilan Allah menuntut hati yang lembut dan setia.
Pesan Pastoral
- Belajarlah menguasai diri dan membalas kejahatan
dengan kebaikan , seperti teladan Daud.
- Bangunlah hubungan yang akrab dengan Yesus ,
sebab panggilan selalu bertumbuh dari kedekatan dengan-Nya.
- Hiduplah sebagai pribadi yang dipanggil dan
diutus , dengan kerendahan hati dan kesetiaan pada kehendak Allah [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!