1Sam 18:6-9;19:1-7 Mzm 56:2-3.9-13 Mrk 3:7-12
Pengantar
Sabda Tuhan hari ini menyingkapkan
dinamika batin manusia ketika dihadapkan dengan keberhasilan dan karya Allah
dalam diri orang lain. Raja Saul menguasai iri hati terhadap Daud, sementara
Yesus tetap setia di perutusan-Nya meski dikejar popularitas dan ancaman.
Liturgi ini mengajak kita memilih antara hati yang iri atau hati yang percaya
dan berserah kepada Tuhan.
Bacaan Pertama (1Sam 18:6–9; 19:1–7)
Keberhasilan Daud membangkitkan iri
hati Saul. Dari rasa cemburu lahir kembali dan keinginan membunuh. Saul lupa
bahwa Daud adalah alat karya Tuhan bagi Israel. Untunglah, Yonatan menjadi
penengah yang berani membela kebenaran dan memulihkan hubungan. Kisah ini
menunjukkan betapa iri hati dapat merusak persaudaraan dan menutup mata
terhadap karya Allah.
Bacaan Injil (Mrk 3:7–12)
Yesus dikerumuni banyak orang
karena karya penyembuhan-Nya. Meski dikenal secara luas, Yesus tidak mencari
popularitas. Ia justru menjaga jarak dan menolak pengakuan roh-roh jahat. Fokus
Yesus tetap pada kehendak Bapa, bukan pada pujian manusia. Kerendahan hati-Nya
menjaga kemurnian perutusan.
Korelasi Bacaan Pertama dan Injil
Saul membiarkan iri hati menguasai
dirinya hingga merusak hubungan dan misi, sedangkan Yesus menjaga hati-Nya
tetap murni dan taat pada kehendak Allah. Kedua bacaan mengajarkan bahwa sikap
batin menentukan apakah kita menjadi alat keselamatan atau sumber perpecahan.
Pesan Pastoral
- Waspadai iri hati dan renungan, karena dapat
merusak hubungan dan menghalangi karya Allah dalam hidup kita.
- Belajarlah mengakhiri keberhasilan orang lain,
sebagai tanda kepercayaan pada penyelenggaraan Tuhan.
- Hiduplah dengan hati yang rendah dan fokus pada
kehendak Allah, bukan pada pujian atau pengakuan manusia [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!