Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Selasa, 27 Januari 2026

2Sam 6:12b-15.17-19; Mzm 24:7-10; Mrk 3:31-35

 Tema: “Sukacita Menyambut Allah dan Menjadi Keluarga-Nya”

 

Pengantar

Liturgi hari ini mengajak kita memikirkan dua sikap iman yang saling terkait: menyambut kehadiran Allah dengan kegembiraan dan kesediaan untuk hidup sebagai keluarga Allah. Raja Daud tampil penuh kegembiraan di hadapan Tuhan, sementara Yesus menegaskan bahwa kedekatan sejati dengan-Nya tidak ditentukan oleh hubungan darah, melainkan oleh ketaatan atas kehendak Allah. Iman yang sejati selalu melibatkan hati yang berjanji dan hidup yang taat.

Bacaan Pertama (2Sam 6:12b–15.17–19)

Daud membawa tabut Allah ke Yerusalem dengan sorak-sorai, menari, dan persembahan. Ia tidak segan menampilkan diri di hadapan Tuhan, sebab yang terpenting baginya adalah kemuliaan Allah, bukan martabat pribadi sebagai raja. Sukacita Daud lahir dari kesadaran bahwa Allah berkenan tinggal di tengah umat-Nya. Kehadiran Allah menjadi sumber berkat bagi seluruh bangsa.

Bacaan Injil (Mrk 3:31–35)

Ketika keluarga Yesus datang mencari Dia, Yesus menggunakan kesempatan itu untuk mengajarkan makna keluarga yang lebih mendalam. Ia menyatakan bahwa siapa pun yang melakukan kehendak Allah adalah saudara, saudara, dan ibu-Nya. Dengan demikian, Yesus membuka cakrawala baru: hubungan dengan Allah melahirkan persekutuan baru yang berlandaskan iman dan ketaatan, bukan sekedar ikatan biologi.

Korelasi Kedua Bacaan

Sukacita Daud di hadapan tabut Allah dan ajaran Yesus tentang keluarga Allah berjumpa dalam satu titik: keterbukaan hati untuk menerima Allah dan kehendak-Nya. Menyambut Allah berarti memberi ruang bagi-Nya untuk tinggal dan memimpin hidup kita. Dari sikap inilah lahir kegembiraan sejati dan persekutuan iman yang mempersatukan kita sebagai keluarga Allah.

Pesan Pastoral

  1. Sambutlah kehadiran Tuhan dengan kegembiraan, terutama dalam doa, liturgi, dan Sakramen Mahakudus.
  2. Hiduplah sebagai anggota keluarga Allah, dengan melakukan kehendak-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Bangunlah komunitas yang bersaudara, di mana iman menjadi dasar persatuan, saling menerima, dan saling menguatkan.

Semoga sabda Tuhan hari ini meneguhkan kita untuk selalu menyampaikan atas kehadiran-Nya dan setia hidup sebagai keluarga Allah di tengah dunia [psl].

Bikap Emaus Helvetia Medan, 27 Januari 2026

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting