2Sam 6:12b-15.17-19; Mzm 24:7-10; Mrk 3:31-35
Pengantar
Liturgi hari ini mengajak kita
memikirkan dua sikap iman yang saling terkait: menyambut kehadiran Allah dengan
kegembiraan dan kesediaan untuk hidup sebagai keluarga Allah. Raja Daud tampil
penuh kegembiraan di hadapan Tuhan, sementara Yesus menegaskan bahwa kedekatan
sejati dengan-Nya tidak ditentukan oleh hubungan darah, melainkan oleh ketaatan
atas kehendak Allah. Iman yang sejati selalu melibatkan hati yang berjanji dan
hidup yang taat.
Bacaan Pertama (2Sam 6:12b–15.17–19)
Daud membawa tabut Allah ke
Yerusalem dengan sorak-sorai, menari, dan persembahan. Ia tidak segan
menampilkan diri di hadapan Tuhan, sebab yang terpenting baginya adalah
kemuliaan Allah, bukan martabat pribadi sebagai raja. Sukacita Daud lahir dari
kesadaran bahwa Allah berkenan tinggal di tengah umat-Nya. Kehadiran Allah
menjadi sumber berkat bagi seluruh bangsa.
Bacaan Injil (Mrk 3:31–35)
Ketika keluarga Yesus datang
mencari Dia, Yesus menggunakan kesempatan itu untuk mengajarkan makna keluarga
yang lebih mendalam. Ia menyatakan bahwa siapa pun yang melakukan kehendak
Allah adalah saudara, saudara, dan ibu-Nya. Dengan demikian, Yesus membuka cakrawala
baru: hubungan dengan Allah melahirkan persekutuan baru yang berlandaskan iman
dan ketaatan, bukan sekedar ikatan biologi.
Korelasi Kedua Bacaan
Sukacita Daud di hadapan tabut
Allah dan ajaran Yesus tentang keluarga Allah berjumpa dalam satu titik:
keterbukaan hati untuk menerima Allah dan kehendak-Nya. Menyambut Allah berarti
memberi ruang bagi-Nya untuk tinggal dan memimpin hidup kita. Dari sikap inilah
lahir kegembiraan sejati dan persekutuan iman yang mempersatukan kita sebagai
keluarga Allah.
- Sambutlah kehadiran Tuhan dengan kegembiraan, terutama dalam doa, liturgi, dan Sakramen Mahakudus.
- Hiduplah sebagai anggota keluarga Allah,
dengan melakukan kehendak-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
- Bangunlah komunitas yang bersaudara, di
mana iman menjadi dasar persatuan, saling menerima, dan saling menguatkan.
Semoga sabda Tuhan hari ini
meneguhkan kita untuk selalu menyampaikan atas kehadiran-Nya dan setia hidup
sebagai keluarga Allah di tengah dunia [psl].
Bikap Emaus Helvetia Medan, 27 Januari 2026






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!