2Sam 7:4-17; Mzm. 89:4-5,27-28,29-30; Mrk. 4:1-205
Pw St.
Thomas Aquinas
Tema: “Allah yang Berkenan Diam dan Mengubah Hidup Manusia”
Pengantar
Liturgi hari ini menampilkan Allah
yang berinisiatif mendekati manusia: Allah yang berkenan tinggal di tengah
umat-Nya dan Allah yang menjumpai manusia secara pribadi untuk membarui
kehidupan. Pada peringatan St. Thomas Aquinas, kita juga diajak melihat bagaimana
iman yang mendalam dan akal budi yang menerangi kasih Allah menjadi sarana
pewartaan kebenaran dan pembaruan hidup.
Bacaan Pertama (2Sam 7:4–17)
Allah menegaskan kepada Daud bahwa
bukan manusia yang pertama-tama membangun rumah bagi Allah, melainkan Allah
sendirilah yang membangun “rumah” bagi manusia. Janji Allah tentang keturunan
Daud dan kerajaan yang kokoh menyingkapkan kesetiaan Allah yang tidak berubah.
Allah berkenan tinggal di tengah umat-Nya dan setia menemani sejarah manusia
dengan kasih dan rahmat-Nya.
Bacaan Injil (Yoh 4:1–20)
Dalam kisah Yesus dengan
perempuan Samaria, kita melihat Allah yang mendekati manusia secara pribadi.
Yesus menembus batas sosial, moral, dan religius untuk menawarkan “udara hidup”
yang memuaskan dahaga terdalam manusia. Percakapan ini membuka mata perempuan
Samaria akan kebenaran hidupnya dan menuntunnya pada pertobatan serta
pengenalan akan Mesias.
Korelasi Kedua Bacaan
Allah yang menjanjikan
kehadiran-Nya secara tetap kepada Daud adalah Allah yang sama yang hadir secara
nyata dalam diri Yesus. Jika dalam bacaan pertama Allah membangun rumah rohani
bagi umat-Nya, dalam Injil Yesus membangun kembali hati manusia sebagai tempat
tinggal Allah. Kedua bacaan menegaskan bahwa Allah setia, dekat, dan berkenan
membarui kehidupan manusia yang terbuka kepada-Nya.
- Percayalah pada kesetiaan Allah , yang
selalu menepati janji-Nya dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan Gereja.
- Bukalah hati untuk melompati pribadi dengan
Kristus , karena hanya Dia yang mampu memuaskan dahaga terdalam
manusia.
- Teladanilah St. Thomas Aquinas, dengan
mengintegrasikan iman, akal budi, dan kehidupan sehari-hari sebagai
kesaksian akan kebenaran Kristus.
Semoga Sabda Tuhan hari ini meneguhkan kita untuk menjadi “rumah Allah” yang hidup, tempat kasih dan kebenaran-Nya berdiam dan mengalir bagi sesama [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!