Ordo Kapusin Kustodi General Sibolga

Mengikuti Tuhan dengan Tegas dan Tulus - Sabtu, 15 Juni 2024

Sabtu, 15 Juni 2024
1 Raj 19:19-21
Mat 5:33-37

Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun. Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. (Mat 5:33-37)

Mengikuti Tuhan dengan Tegas dan Tulus

Ada berbagai sikap orang dalam beriman kepada Tuhan. Ada yang sangat lemah imannya, ada yang kerap bimbang dan ragu, dan ada yang pula yang beriman dengan sangat tegas dan tulus. Salah satu ciri orang beriman ragu dan mendua adalah orang yang suka bersumpah dalam nama Tuhan. Orang tersebut belum sungguh mengandalkan Tuhan, sehingga dalam hidupnya mau membenarkan diri dengan bersumpah dan melibatkan Tuhan sebagai saksi.
Dalam perikop Injil hari ini, Yesus dengan tegas melarang para pengikutnya untuk bersumpah baik demi nama Tuhan maupun bumi. Pelibatan Tuhan dan bumi sebagai saksi untuk meyakinkan diri dalam pengadilan di bumi ini merupakan tanda keraguan iman. Yesus berkata, “Jika ya, katakan ya; jika tidak, katakan tidak!” Yesus meminta para murid bersikap tegas sekaligus tulus dalam beriman kepada Tuhan. Tidak perlu mendua hati, sebab Allah Bapa yang mengutus Yesus memang sungguh dapat diandalkan dalam membela kita dalam setiap perjalanan hidup.
Elisa, dalam bacaan pertama merupakan model orang yang beriman tegas dan tulus. Itu terbukti di kala ia dipanggil Tuhan lewat nabi Elia dengan melemparkan jubah kepadanya di saat ia membajak ladangnya dengan menggunakan tenaga dua belas pasang lembu. Merasakan panggilan Tuhan lewat Nabi Elia, Elisa menanggapinya dengan mengambil sikap tegas dan langkah pasti. Ia pertama permisi kepada Nabi Elia untuk pamitan dengan ayahnya, lalu menyembelih dan memasak daging lembunya bahkan dengan menggunakan kayu bajaknya, lalu membagikan daging tersebut kepada para pegawainya, dan kemudian mengikuti panggilan Tuhan dengan menjadi pelayan Nabi Elia.
Kita pun diminta menjadi orang yang tidak mendua atau ragu dalam menjawab panggilan Tuhan entah dalam menegakkan kebenaran, bersaksi tentang iman, atau ketika dipanggil menjadi pelayan Tuhan. Langkah pasti, tegas dan tulus merupakan ciri orang yang percaya dan mengandalkan Tuhan. Sementara sikap ragu, apalagi sampai bersumpah, tidak dikehendaki Tuhan. Yuk.. mari tegas percaya mengikuti panggilanNya. Tuhan memberkati! Pace e bene!

Pater Yoseph Sinaga, OFMCap.
Share this post :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015-2024. Ordo Kapusin Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting