Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Selasa, 28 Juli 2026; Pw St. Marta, Maria dan Lazarus

1 Yoh 4:7-16 Mzm 34:2-11 Yoh 11:19-27 atau Luk 10:38-42

 Tema: “Mengasihi dalam Pelayanan, Percaya dalam Perjumpaan”

 

Pangantar

Saudara terkasih, kita sering mendengar kisah Marta dan Maria seolah-olah mereka saling bertentangan: satu sibuk melayani, satu lagi duduk diam mendengar. Namun, pada Peringatan Santa Marta, Maria, dan Lazarus hari ini, Gereja mengajak kita melihat mereka bukan sebagai saingan, melainkan sebagai satu keluarga utuh yang mencintai Yesus dengan cara berbeda namun saling melengkapi. Inti kehidupan mereka bukan sekadar aktivitas atau kontemplasi, melainkan kasih dan iman yang menyatu.

Bacaan Pertama (1 Yoh 4:7-16)

Rasul Yohanes menegaskan fondasi dari segala sesuatu: "Saudara-saudaraku yang terkasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah." Ia mengingatkan bahwa siapa pun yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah, karena "Allah adalah kasih." Kasih bukan sekadar perasaan, melainkan tindakan nyata yang berakar dan kembali kepada Allah.

Mazmur Tanggapan (Mzm 34:2-11)

Pemazmur mengundang kita untuk mengalami sendiri kebaikan Tuhan: "Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN!" Mazmur ini adalah undangan terbuka untuk merasakan penyertaan Tuhan, yang menjadi sumber kekuatan tak habis-habisnya, baik bagi mereka yang aktif melayani maupun mereka yang hening berdoa.

Bacaan Injil (Yoh 11:19-27)

Saat Lazarus meninggal, Marta segera pergi menjumpai Yesus. Di tengah kesedihan yang mendalam, Marta tidak hanya mengeluh, tetapi mengucapkan pengakuan iman yang luar biasa agung: "Ya Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku tidak akan meninggal... Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa apa saja yang Engkau minta kepada Allah, akan diberikan Allah kepada-Mu." Dan ketika Yesus menyatakan, "Akulah kebangkitan dan hidup," Marta menjawab dengan tegas dan penuh keyakinan: "Ya Tuhan, aku percaya..."

Korelasi

Ketiga bacaan ini menyatu dalam harmoni yang indah. Bacaan pertama menegaskan bahwa Allah adalah kasih. Mazmur mengajak kita mengecap kebaikan-Nya. Injil menunjukkan wujud nyata kasih dan iman tersebut dalam diri Marta. Ia memang aktif melayani (seperti dalam Lukas 10), tetapi di saat krisis, ia menunjukkan kedalaman iman teologis yang melampaui banyak orang pada zamannya. Marta mengajarkan bahwa pelayanan yang sejati lahir dari iman yang percaya penuh kepada Yesus sebagai Sumber Hidup.

Pesan untuk Praktik Hidup

  1. Satukan "Tangan" dan "Hati" dalam Pelayanan: Jangan biarkan kesibukan melayani membuat Anda lupa duduk di kaki Tuhan. Mulailah setiap aktivitas atau tugas harian Anda dengan doa singkat, agar tangan yang bekerja senantiasa digerakkan oleh hati yang penuh kasih dan terarah pada Tuhan.
  2. Percaya di Tengah Keterbatasan: Saat menghadapi "kematian" harapan, kegagalan, atau krisis dalam keluarga, jangan hanya mengeluh atau putus asa. Ucapkan seperti Marta: "Tuhan, aku percaya Engkau berkuasa atas situasi ini." Serahkan kekhawatiran Anda kepada-Nya yang adalah Kebangkitan dan Hidup.

Santa Marta, Maria, dan Lazarus mengajarkan kita bahwa rumah tangga dan komunitas yang diberkati adalah yang di dalamnya ada pelayanan yang penuh kasih dan iman yang tak tergoyahkan. Marilah kita mengasihi dalam kebenaran dan percaya sepenuhnya pada janji hidup Kristus hari ini [psl]

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting