1 Yoh 4:7-16 Mzm 34:2-11 Yoh 11:19-27 atau Luk 10:38-42
Pangantar
Saudara terkasih, kita sering
mendengar kisah Marta dan Maria seolah-olah mereka saling bertentangan: satu
sibuk melayani, satu lagi duduk diam mendengar. Namun, pada Peringatan Santa
Marta, Maria, dan Lazarus hari ini, Gereja mengajak kita melihat mereka bukan
sebagai saingan, melainkan sebagai satu keluarga utuh yang mencintai Yesus
dengan cara berbeda namun saling melengkapi. Inti kehidupan mereka bukan
sekadar aktivitas atau kontemplasi, melainkan kasih dan iman yang menyatu.
Bacaan Pertama (1 Yoh 4:7-16)
Rasul Yohanes menegaskan fondasi dari segala sesuatu: "Saudara-saudaraku yang terkasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah." Ia mengingatkan bahwa siapa pun yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah, karena "Allah adalah kasih." Kasih bukan sekadar perasaan, melainkan tindakan nyata yang berakar dan kembali kepada Allah.Mazmur Tanggapan (Mzm 34:2-11)
Pemazmur mengundang kita untuk
mengalami sendiri kebaikan Tuhan: "Kecaplah dan lihatlah, betapa
baiknya TUHAN!" Mazmur ini adalah undangan terbuka untuk merasakan
penyertaan Tuhan, yang menjadi sumber kekuatan tak habis-habisnya, baik bagi
mereka yang aktif melayani maupun mereka yang hening berdoa.
Bacaan Injil (Yoh 11:19-27)
Saat Lazarus meninggal, Marta segera
pergi menjumpai Yesus. Di tengah kesedihan yang mendalam, Marta tidak hanya
mengeluh, tetapi mengucapkan pengakuan iman yang luar biasa agung: "Ya
Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku tidak akan meninggal... Tetapi
sekarang pun aku tahu, bahwa apa saja yang Engkau minta kepada Allah, akan
diberikan Allah kepada-Mu." Dan ketika Yesus menyatakan, "Akulah
kebangkitan dan hidup," Marta menjawab dengan tegas dan penuh
keyakinan: "Ya Tuhan, aku percaya..."
Korelasi
Ketiga bacaan ini menyatu dalam
harmoni yang indah. Bacaan pertama menegaskan bahwa Allah adalah kasih. Mazmur
mengajak kita mengecap kebaikan-Nya. Injil menunjukkan wujud nyata kasih dan
iman tersebut dalam diri Marta. Ia memang aktif melayani (seperti dalam Lukas
10), tetapi di saat krisis, ia menunjukkan kedalaman iman teologis yang
melampaui banyak orang pada zamannya. Marta mengajarkan bahwa pelayanan yang
sejati lahir dari iman yang percaya penuh kepada Yesus sebagai Sumber Hidup.
Pesan untuk Praktik Hidup
- Satukan "Tangan" dan "Hati" dalam
Pelayanan: Jangan biarkan kesibukan melayani membuat Anda lupa duduk di
kaki Tuhan. Mulailah setiap aktivitas atau tugas harian Anda dengan doa
singkat, agar tangan yang bekerja senantiasa digerakkan oleh hati yang
penuh kasih dan terarah pada Tuhan.
- Percaya di Tengah Keterbatasan: Saat menghadapi
"kematian" harapan, kegagalan, atau krisis dalam keluarga,
jangan hanya mengeluh atau putus asa. Ucapkan seperti Marta: "Tuhan,
aku percaya Engkau berkuasa atas situasi ini." Serahkan kekhawatiran
Anda kepada-Nya yang adalah Kebangkitan dan Hidup.
Santa Marta, Maria, dan Lazarus
mengajarkan kita bahwa rumah tangga dan komunitas yang diberkati adalah yang di
dalamnya ada pelayanan yang penuh kasih dan iman yang tak tergoyahkan. Marilah
kita mengasihi dalam kebenaran dan percaya sepenuhnya pada janji hidup Kristus
hari ini [psl]






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!