Yer 14:17-22 Mzm 79:8-9.11.13 Mat 13:36-43
Pangantar
Saudara terkasih, kita hidup di dunia
yang sering kali terasa rusak oleh dosa, ketidakadilan, dan penderitaan.
Melihat "lalang" atau kejahatan yang seolah tumbuh subur di sekitar
kita, mudah sekali bagi kita untuk merasa putus asa, sinis, atau marah. Namun,
Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk tidak menyerah, melainkan bangkit
dalam doa syafaat dan menaruh harapan teguh pada keadilan Allah yang pasti
tiba.
Bacaan Pertama (Yer 14:17-22)
Nabi Yeremia menangis melihat
kehancuran umatnya. Meski ia mengakui dosa dan kedegilan mereka, ia dengan
berani berseru kepada Tuhan: "Janganlah kiranya Kaubuat perjanjian-Mu
dengan kami sia-sia." Ini adalah doa syafaat yang luar biasa: menolak
putus asa dan berpegang teguh pada kesetiaan dan kemurahan hati Allah, bukan
pada layak-tidaknya manusia.
Mazmur Tanggapan (Mzm 79:8-9.11.13)
Mazmur ini menggema dengan permohonan
yang sama mendesaknya: "Janganlah mengingat kesalahan kami yang dahulu,
biarlah rahmat-Mu lekas datang kepada kami." Kita sadar akan kerapuhan
dan dosa kita, namun kita berani berlindung pada belas kasihan Tuhan yang
sanggup memulihkan dan menyelamatkan nama-Nya yang besar.
Bacaan Injil (Mat 13:36-43)
Yesus memberikan perspektif ilahi
melalui penjelasan perumpamaan lalang dan gandum. Ia menegaskan bahwa pada
akhir zaman, malaikat akan memisahkan yang jahat dari yang benar. Tentang orang
benar, Yesus memberikan janji yang penuh harapan: "Pada waktu itulah
orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka."
Korelasi
Ketiga bacaan ini saling melengkapi
dengan indah. Yeremia dan Pemazmur mewakili teriakan hati kita di masa kini:
kita melihat kerusakan, kita sakit hati, namun kita memohon belas kasihan agar
perjanjian kasih Allah tidak batal. Sementara itu, Injil memberikan jaminan
masa depan: Tuhan itu sabar dan memberi waktu untuk bertobat, tetapi
keadilan-Nya adalah mutlak. Lalang akan dibinasakan, dan gandum (mereka yang
setia) akan bersinar cemerlang. Doa kita di masa kini dijamin oleh kepastian
kemenangan Allah di masa depan.
Pesan untuk Praktik Hidup
- Jadilah Pendoa yang Gigih: Jangan mudah menghakimi, mengutuk,
atau menyerah pada keluarga, rekan kerja, atau situasi yang tampak
"rusak". Seperti Yeremia, bawalah mereka dalam doa,
mempercayakan proses pembaruan mereka kepada rahmat Tuhan yang tak
terbatas.
- Fokus Menjadi "Gandum" yang Bersinar: Daripada
sibuk mengoreksi atau menghakimi "lalang" di sekitar kita (yang
merupakan tugas Tuhan pada akhirnya), fokuslah merawat iman dan hati kita
sendiri. Hiduplah dalam kebenaran, kejujuran, dan kasih, agar saat Tuhan
datang, kita siap "bercahaya seperti matahari".
Kerusakan dan kejahatan di dunia
bukanlah akhir dari segalanya. Selama kita berpegang pada perjanjian kasih
Allah dan hidup sebagai gandum yang baik, kita memiliki jaminan bahwa keadilan
dan kemuliaan Tuhan akan menang. Mari kita setia, berdoa, dan bersinar [psl]
.png)





Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!