Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Selasa, 28 Juli 2026

Yer 14:17-22 Mzm 79:8-9.11.13 Mat 13:36-43

 Tema: “Berdoa di Tengah Kerusakan, Menanti Panen Keadilan Allah”

 

Pangantar

Saudara terkasih, kita hidup di dunia yang sering kali terasa rusak oleh dosa, ketidakadilan, dan penderitaan. Melihat "lalang" atau kejahatan yang seolah tumbuh subur di sekitar kita, mudah sekali bagi kita untuk merasa putus asa, sinis, atau marah. Namun, Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk tidak menyerah, melainkan bangkit dalam doa syafaat dan menaruh harapan teguh pada keadilan Allah yang pasti tiba.

Bacaan Pertama (Yer 14:17-22)

Nabi Yeremia menangis melihat kehancuran umatnya. Meski ia mengakui dosa dan kedegilan mereka, ia dengan berani berseru kepada Tuhan: "Janganlah kiranya Kaubuat perjanjian-Mu dengan kami sia-sia." Ini adalah doa syafaat yang luar biasa: menolak putus asa dan berpegang teguh pada kesetiaan dan kemurahan hati Allah, bukan pada layak-tidaknya manusia.

Mazmur Tanggapan (Mzm 79:8-9.11.13)

Mazmur ini menggema dengan permohonan yang sama mendesaknya: "Janganlah mengingat kesalahan kami yang dahulu, biarlah rahmat-Mu lekas datang kepada kami." Kita sadar akan kerapuhan dan dosa kita, namun kita berani berlindung pada belas kasihan Tuhan yang sanggup memulihkan dan menyelamatkan nama-Nya yang besar.

Bacaan Injil (Mat 13:36-43)

Yesus memberikan perspektif ilahi melalui penjelasan perumpamaan lalang dan gandum. Ia menegaskan bahwa pada akhir zaman, malaikat akan memisahkan yang jahat dari yang benar. Tentang orang benar, Yesus memberikan janji yang penuh harapan: "Pada waktu itulah orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka."

Korelasi

Ketiga bacaan ini saling melengkapi dengan indah. Yeremia dan Pemazmur mewakili teriakan hati kita di masa kini: kita melihat kerusakan, kita sakit hati, namun kita memohon belas kasihan agar perjanjian kasih Allah tidak batal. Sementara itu, Injil memberikan jaminan masa depan: Tuhan itu sabar dan memberi waktu untuk bertobat, tetapi keadilan-Nya adalah mutlak. Lalang akan dibinasakan, dan gandum (mereka yang setia) akan bersinar cemerlang. Doa kita di masa kini dijamin oleh kepastian kemenangan Allah di masa depan.

Pesan untuk Praktik Hidup

  1. Jadilah Pendoa yang Gigih: Jangan mudah menghakimi, mengutuk, atau menyerah pada keluarga, rekan kerja, atau situasi yang tampak "rusak". Seperti Yeremia, bawalah mereka dalam doa, mempercayakan proses pembaruan mereka kepada rahmat Tuhan yang tak terbatas.
  2. Fokus Menjadi "Gandum" yang Bersinar: Daripada sibuk mengoreksi atau menghakimi "lalang" di sekitar kita (yang merupakan tugas Tuhan pada akhirnya), fokuslah merawat iman dan hati kita sendiri. Hiduplah dalam kebenaran, kejujuran, dan kasih, agar saat Tuhan datang, kita siap "bercahaya seperti matahari".

Kerusakan dan kejahatan di dunia bukanlah akhir dari segalanya. Selama kita berpegang pada perjanjian kasih Allah dan hidup sebagai gandum yang baik, kita memiliki jaminan bahwa keadilan dan kemuliaan Tuhan akan menang. Mari kita setia, berdoa, dan bersinar [psl]

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting