Kid 3:1-4 atau 2Kor 5:14-17 Mzm 63:2-6.8-9; Yoh 20:1.11-18
Pangantar
Saudara terkasih, hari ini kita
merayakan Pesta Santa Maria Magdalena. Dunia sering kali melabelinya sekadar
"wanita berdosa yang bertobat". Namun, liturgi hari ini menyingkapkan
wajah aslinya yang jauh lebih agung: ia adalah seorang pencinta sejati yang tak
kenal menyerah mencari Sang Kekasih, hingga akhirnya ia diutus menjadi
"Rasul bagi Para Rasul". Mari kita renungkan perjalanan cintanya.
Bacaan Pertama (Kid 3:1-4)
Dalam Kidung Agung, kita mendengar
jeritan hati yang rindu: "Di malam hari aku mencari dia yang dikasihi
jiwaku, aku mencari dia, tetapi tidak mendapatinya." Ini adalah potret
jiwa Magdalena. Ia tidak mencari Yesus di tempat yang nyaman, melainkan di
tengah kegelapan dan kesedihan. Cinta yang sejati tidak mudah puas; ia terus
mencari hingga menemukan yang dicintainya.
Mazmur Tanggapan (Mzm 63:2-6.8-9)
Kerinduan yang menggelora itu
digemaikan oleh Pemazmur: "Jiwaku haus akan dikau, ya Tuhan, Allahku...
di dalam naungan sayap-Mu aku bersorak sorai." Magdalena membuktikan
bahwa haus akan Tuhan akan membawa kita pada sukacita yang melampaui segala
kegelapan, air mata, dan bahkan kematian.
Bacaan Injil (Yoh 20:1.11-18)
Puncaknya ada di Injil. Magdalena
berdiri dekat kubur dan menangis. Air matanya mengaburkan pandangannya, hingga
ia tidak mengenali Yesus yang berdiri di sana, sampai Yesus memanggil namanya: "Maria!".
Saat itu matanya terbuka dan ia berseru, "Rabuni!" (Guru).
Namun, Yesus tidak membiarkannya memeluk dan tinggal di kenyamanan kubur. Ia
berkata, "Pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada
mereka..."
Korelasi
Ketiga bacaan ini merangkum
perjalanan rohani yang utuh. Dimulai kerinduan yang tak henti mencari (Kidung
Agung), dipuaskan oleh perjumpaan pribadi yang memulihkan (Mazmur & Injil),
dan bermuara pada perutusan untuk mewartakan Kabar Gembira. Magdalena
mengajarkan kita bahwa pengalaman pribadi akan Kristus yang bangkit tidak
pernah bersifat privat; ia selalu menuntut kita untuk melangkah keluar dan
menjadi saksi.
Pesan untuk Praktik Hidup
- Jangan Berhenti Mencari di Tengah Kegelapan: Seringkali kita
mencari Tuhan hanya saat hidup cerah dan mudah. Belajarlah dari Magdalena
yang tetap mencari Yesus meski dalam tangis dan kebingungan. Tetaplah
berdoa dan mencari-Nya saat hidup terasa buntu; Ia pasti akan memanggil
namamu.
- Jadilah "Rasul" bagi Lingkunganmu: Setelah
mengalami perjumpaan dan pengampunan dari Tuhan, jangan simpan sendiri.
Pergilah kepada "saudara-saudaramu"—keluarga, rekan kerja,
tetangga—dan ceritakan melalui tindakan kasihmu bahwa Tuhan telah bangkit
dan mengubah hidupmu.
Santa Maria Magdalena mengajarkan
kita bahwa cinta yang sejati akan selalu menemukan Tuhan, dan perjumpaan
dengan-Nya akan selalu melahirkan perutusan. Biarlah hari ini kita menjadi
pencari Kristus yang gigih dan pewarta kebangkitan-Nya yang berani [psl]
.png)





Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!