Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Selasa, 21 Juli 2026

Mi 7:14-15.18-20 Mzm 85:2-8; Mat 12:46-50

 Tema: “Keluarga Sejati: Terikat oleh Kasih dan Kehendak-Nya”

 

Pangantar

Saudara terkasih, apa yang membuat seseorang menjadi bagian dari keluarga kita? Seringkali kita berpikir itu adalah ikatan darah, kesamaan marga, atau warisan genetik. Namun, Sabda Tuhan hari ini membongkar batasan sempit itu dan mengajak kita melihat definisi keluarga yang jauh lebih agung, inklusif, dan membebaskan.

Bacaan Pertama (Mi 7:14-15.18-20)

Nabi Mikha menggambarkan wajah Allah sebagai Gembala yang penuh belas kasih. Ia tidak pendendam. "Siapakah Allah seperti Engkau, yang mengampuni kesalahan dan yang memaafkan dosa... Ia tidak bertahan dalam murka-Nya, karena Ia berkenan kepada kasih setia." Tuhan tidak memandang kita berdasarkan dosa masa lalu, melainkan Ia berkenan mencurahkan rahmat dan melemparkan dosa kita ke dasar laut.

Mazmur Tanggapan (Mzm 85:2-8)

Respons hati terhadap kemurahan hati Allah ini adalah kerinduan akan pembaruan dan damai sejahtera. Pemazmur berseru, "Tunjukkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN, dan berilah kami keselamatan dari pada-Mu." Ketika kita membiarkan rahmat Tuhan bekerja, hidup kita dipulihkan dan menjadi tempat bertemunya kasih dan damai.

Bacaan Injil (Mat 12:46-50)

Dalam Injil, ketika diberitahu bahwa ibu dan saudara-saudara-Nya menantikan Dia di luar, Yesus tidak langsung menghampiri mereka. Ia menunjuk murid-murid-Nya dan berkata, "Siapa saja yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku, saudara-Ku perempuan, dan ibu-Ku." Yesus tidak menolak Maria, tetapi Ia memperluas lingkaran keluarga-Nya. Ikatan darah membuat kita kerabat, tetapi melakukan kehendak Bapa membuat kita menjadi keluarga sejati.

Korelasi

Ketiga bacaan ini merajut sebuah keindahan rohani. Mikha menunjukkan bahwa Allah adalah Bapa yang penuh rahmat. Mazmur menunjukkan damai yang lahir dari rahmat itu. Dan Injil menunjukkan bahwa siapa pun yang merespons rahmat itu dengan melakukan kehendak Bapa, otomatis masuk ke dalam "ruang keluarga" Allah. Kita menjadi saudara Kristus bukan karena kebetulan lahir, melainkan karena pilihan sadar untuk taat dan mengasihi.

Pesan untuk Praktik Hidup:

  1. Buktikan Keintiman Melalui Ketaatan: Jangan hanya bangga menyebut diri "anak Tuhan" atau sekadar rajin ke gereja. Keintiman sejati dengan Tuhan diuji dari ketaatan kita melakukan kehendak-Nya: mengampuni yang bersalah, jujur dalam pekerjaan, dan melayani sesama.
  2. Perlakukan Sesama sebagai Keluarga Sejati: Jika kita semua terikat oleh kehendak Bapa, maka setiap orang di sekitar kita, terutama mereka yang berbeda latar belakang, adalah saudara kita. Hilangkan prasangka, dan mulailah mengasihi mereka dengan kemurahan hati seperti yang Tuhan tunjukkan dalam bacaan pertama.

Keluarga sejati tidak dibangun di atas kesamaan DNA, melainkan di atas kesamaan hati untuk melakukan kehendak Bapa. Mari kita layak disebut saudara dan saudari Kristus hari ini, dengan hidup dalam rahmat, damai, dan ketaatan [psl]

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting