2 Ptr 1:1-7; Mzr 91:1-2.14-16; Mrk 12:1-12
Pengantar
Hari ini kita merayakan Santo
Yustinus, orang yang rela mati demi mempertahankan imannya. Beliau mengajarkan
kita: percaya saja itu belum cukup, iman harus tumbuh dan dibawa sampai akhir.
Sabda Tuhan hari ini pun mengingatkan hal yang sama: kita diberi banyak
karunia, kita dijaga Tuhan, tapi kita harus menjawab panggilan-Nya dengan setia
dan hati yang baik.
Bacaan Pertama (2 Petrus 1:1-7)
Rasul Petrus menulis dengan jelas: "Iman
yang kamu miliki itu sangat berharga sama seperti iman kami." Karena
Allah sudah memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan untuk hidup beriman,
maka kita wajib berusaha menambahkan hal-hal baik ke dalam iman kita:
pengetahuan diri, penguasaan diri, ketabahan, kesalehan, kasih kepada saudara,
dan kasih kepada semua orang. Jadi, iman itu harus bertumbuh, makin hari makin
matang dan berbuah kebaikan.
Mazmur Tanggapan (Mazmur 91:1-2.14-16)
Mazmur ini menjadi kekuatan hati
kita: "Dia berseru kepada-Ku, maka Aku akan menjawabnya... Aku akan
meluputkan dia dan memuliakan dia. Aku akan memberi dia umur panjang dan
keselamatan dari pada-Ku." Tuhan adalah perlindungan dan kekuatan
kita. Siapa yang dekat pada-Nya dan mengandalkan Dia, akan dijaga dan
dijanjikan keselamatan sejati, seperti yang dialami Santo Yustinus yang setia
sampai akhir.
Bacaan Injil (Markus 12:1-12)
Yesus bercerita tentang tuan tanah
yang menanami kebun anggur, lalu menyewakannya kepada penggarap. Berkali-kali
tuan mengirimkan hamba untuk mengambil hasil, tapi hamba-hamba itu dipukul,
dihina, bahkan dibunuh. Terakhir, tuan mengirimkan anak kesayangannya, berpikir
pasti mereka akan hormat. Tapi penggarap itu berkata: "Inilah pewaris,
mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita." Akhirnya
mereka melempar dan membunuh anak itu. Yesus pun mengingatkan: "Batu
yang dibuang tukang bangunan, itulah menjadi batu penjuru."
Cerita ini mengajarkan: Tuhan sudah
memberi kita segalanya, Dia sudah mengirimkan hamba-hamba-Nya bahkan Anak-Nya
sendiri. Pertanyaannya: Apakah kita mau memberi hasil yang layak bagi Tuhan,
atau kita malah menutup hati dan menolak kehendak-Nya?
Korelasi Seluruh Bacaan
Semuanya saling berkaitan: Bacaan
Pertama: Kita punya kewajiban mengembangkan iman dan berbuat baik; Mazmur:
Jaminan bahwa Tuhan akan menjaga kita kalau kita setia; Injil:
Peringatan keras: jangan sia-siakan kasih dan kesempatan yang Tuhan berikan.
Intinya: Tuhan memberi kita hidup
dan karunia, kita harus menjawabnya dengan iman yang bertumbuh dan kesetiaan
sampai akhir, seperti teladan Santo Yustinus.
1.
Jangan biarkan iman diam saja
Iman itu harus tumbuh. Tambahkan
selalu kebaikan, kesabaran, dan kasih dalam hidupmu. Jangan cuma datang ke
gereja, tapi buktikan iman itu lewat cara bicara dan bertindak baik kepada
semua orang.
2.
Jawablah kasih Tuhan dengan hati yang setia
Seperti penggarap dalam cerita Yesus,
jangan sampai kita menolak Tuhan atau mau menang sendiri. Tuhan sudah memberi
yang terbaik bagi kita, maka berikanlah hasil yang terbaik pula bagi-Nya, apa
pun risikonya, seperti keteladan Santo Yustinus.
Kita dikasihi dan dijaga Tuhan,
serta dipanggil untuk hidup beriman. Mari kita tumbuhkan iman kita dengan
segala kebaikan, setia mengikuti Tuhan, dan tidak pernah menolak kasih-Nya.
Itulah jalan menuju keselamatan yang dijanjikan-Nya [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!