Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Senin, 01 Juni 2026 – Pesta Santo Yustinus, Martir

2 Ptr 1:1-7; Mzr 91:1-2.14-16; Mrk 12:1-12

 Tema: “Tumbuh dalam Iman, Setia Sampai Akhir”

 

Pengantar

Hari ini kita merayakan Santo Yustinus, orang yang rela mati demi mempertahankan imannya. Beliau mengajarkan kita: percaya saja itu belum cukup, iman harus tumbuh dan dibawa sampai akhir. Sabda Tuhan hari ini pun mengingatkan hal yang sama: kita diberi banyak karunia, kita dijaga Tuhan, tapi kita harus menjawab panggilan-Nya dengan setia dan hati yang baik.

Bacaan Pertama (2 Petrus 1:1-7)

Rasul Petrus menulis dengan jelas: "Iman yang kamu miliki itu sangat berharga sama seperti iman kami." Karena Allah sudah memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan untuk hidup beriman, maka kita wajib berusaha menambahkan hal-hal baik ke dalam iman kita: pengetahuan diri, penguasaan diri, ketabahan, kesalehan, kasih kepada saudara, dan kasih kepada semua orang. Jadi, iman itu harus bertumbuh, makin hari makin matang dan berbuah kebaikan.

Mazmur Tanggapan (Mazmur 91:1-2.14-16)

Mazmur ini menjadi kekuatan hati kita: "Dia berseru kepada-Ku, maka Aku akan menjawabnya... Aku akan meluputkan dia dan memuliakan dia. Aku akan memberi dia umur panjang dan keselamatan dari pada-Ku." Tuhan adalah perlindungan dan kekuatan kita. Siapa yang dekat pada-Nya dan mengandalkan Dia, akan dijaga dan dijanjikan keselamatan sejati, seperti yang dialami Santo Yustinus yang setia sampai akhir.

Bacaan Injil (Markus 12:1-12)

Yesus bercerita tentang tuan tanah yang menanami kebun anggur, lalu menyewakannya kepada penggarap. Berkali-kali tuan mengirimkan hamba untuk mengambil hasil, tapi hamba-hamba itu dipukul, dihina, bahkan dibunuh. Terakhir, tuan mengirimkan anak kesayangannya, berpikir pasti mereka akan hormat. Tapi penggarap itu berkata: "Inilah pewaris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita." Akhirnya mereka melempar dan membunuh anak itu. Yesus pun mengingatkan: "Batu yang dibuang tukang bangunan, itulah menjadi batu penjuru."

Cerita ini mengajarkan: Tuhan sudah memberi kita segalanya, Dia sudah mengirimkan hamba-hamba-Nya bahkan Anak-Nya sendiri. Pertanyaannya: Apakah kita mau memberi hasil yang layak bagi Tuhan, atau kita malah menutup hati dan menolak kehendak-Nya?

Korelasi Seluruh Bacaan

Semuanya saling berkaitan: Bacaan Pertama: Kita punya kewajiban mengembangkan iman dan berbuat baik; Mazmur: Jaminan bahwa Tuhan akan menjaga kita kalau kita setia; Injil: Peringatan keras: jangan sia-siakan kasih dan kesempatan yang Tuhan berikan.

Intinya: Tuhan memberi kita hidup dan karunia, kita harus menjawabnya dengan iman yang bertumbuh dan kesetiaan sampai akhir, seperti teladan Santo Yustinus.

Pesan untuk Praktik Hidup

1.     Jangan biarkan iman diam saja

Iman itu harus tumbuh. Tambahkan selalu kebaikan, kesabaran, dan kasih dalam hidupmu. Jangan cuma datang ke gereja, tapi buktikan iman itu lewat cara bicara dan bertindak baik kepada semua orang.

2.     Jawablah kasih Tuhan dengan hati yang setia

Seperti penggarap dalam cerita Yesus, jangan sampai kita menolak Tuhan atau mau menang sendiri. Tuhan sudah memberi yang terbaik bagi kita, maka berikanlah hasil yang terbaik pula bagi-Nya, apa pun risikonya, seperti keteladan Santo Yustinus.

Kita dikasihi dan dijaga Tuhan, serta dipanggil untuk hidup beriman. Mari kita tumbuhkan iman kita dengan segala kebaikan, setia mengikuti Tuhan, dan tidak pernah menolak kasih-Nya. Itulah jalan menuju keselamatan yang dijanjikan-Nya [psl].

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting