1Raj 21:17-29; Mzm 51:3-6.11.16; Mat 5:43-48
Pengantar
Hari ini Tuhan berbicara kepada kita
lewat bacaan yang saling berkait erat: tentang dosa, pertobatan, dan kasih yang
melampaui batas manusiawi. Kita diajak merenungkan: apakah hati kita masih
keras saat disadarkan akan kesalahan? Dan apakah kasih kita hanya terbatas pada
orang yang kita sukai? Mari kita buka hati dan dengarkan suara Tuhan.
Bacaan Pertama (1Raj 21:17-29)
Nabi Elia diutus Tuhan untuk menegur
Raja Ahab yang telah berbuat jahat, merebut kebun anggur Nabot dengan cara
curang dan kejam. Meski Ahab berbuat dosa besar, saat ia akhirnya merenung,
merendahkan diri, dan bertobat dengan sungguh-sungguh, Tuhan melihat isi
hatinya. Hukuman yang seharusnya dijatuhkan ditunda, karena Tuhan itu penuh
belas kasih; Ia tidak menginginkan kematian orang berdosa, melainkan agar ia
bertobat dan hidup.
Mazmur Tanggapan (Mzm 51:3-6.11.16)
Mazmur ini adalah doa pertobatan yang
paling indah. Sang pemazmur berseru memohon ampunan Tuhan, mengakui dosanya
secara jujur, dan memohon agar hati yang bersih diciptakan kembali baginya. Ia
sadar sepenuhnya bahwa hanya Tuhan yang bisa membersihkan dosa dan memulihkan
sukacita keselamatan. Ini adalah sikap hati yang benar: mengakui kesalahan,
tidak menyembunyikannya, dan bersandar sepenuhnya pada rahmat Allah.
Bacaan Injil (Mat 5:43-48)
Yesus berkata: “Kamu telah
mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku
berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya
kamu. Supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, karena Ia menerbitkan
mataharinya bagi orang jahat dan bagi orang baik, dan menurunkan hujan bagi
orang yang benar dan bagi orang yang tidak benar... Jadilah sempurna, sama
seperti Bapamu yang di sorga sempurna.”
Ini adalah tuntutan yang luar biasa
tinggi. Kasih Tuhan tidak memilih-milih, tidak terbatas pada teman atau orang
yang baik saja. Kasih sejati adalah kasih yang memberi juga kepada mereka yang
tidak pantas menerimanya, persis seperti cara Allah mengasihi kita semua.
Korelasi dari Seluruh Bacaan
Ada benang merah yang indah di sini:
Bacaan Pertama menunjukkan betapa besar rahmat Tuhan bagi siapa pun yang
bertobat dengan rendah hati. Mazmur mengajarkan kita cara menyikapi dosa:
mengakuinya dan berlari pada kasih sayang Tuhan. Lalu Injil menuntut respons
kita atas kasih itu: kita yang telah diampuni dan dikasihi tanpa syarat, kini
harus mengasihi orang lain, bahkan musuh kita, tanpa syarat pula. Pertobatan
sejati selalu melahirkan kasih yang makin luas dan makin dalam.
Pesan untuk Praktik Hidup
- Berani mengakui dan bertobat: Saat disadarkan akan kesalahan,
jangan keras hati seperti Ahab di awal, tapi rendahkan diri dan minta
ampun pada Tuhan, serta perbaiki hubungan dengan sesama.
- Kasih yang tidak terbatas: Mulai hari ini, berdoalah bagi
orang yang sulit kamu terima atau yang pernah menyakiti hatimu. Itu adalah
cara kita meneladani Allah Bapa.
Saudara, menjadi anak Allah berarti
hidup dengan hati yang mau berubah dan kasih yang terbuka lebar. Bertobatlah
dari kejahatan, dan kasihilah semua orang, karena itulah jalan menjadi mirip
dengan Bapamu di surga [psl]






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!