2Taw 24:17-25 Mzm 89:4-5.29-34; Mat 6:24-34
Pangantar
Saudara yang terkasih, hari ini
firman Tuhan mengajak kita melihat dua jalan: jalan yang meninggalkan Tuhan dan
membawa kerugian, serta jalan yang setia kepada-Nya dan penuh damai. Mari kita
buka hati dan renungkan pesan-Nya yang dalam namun sederhana ini.
Bacaan Pertama (2Taw 24:17-25)
Setelah Imam Yoyada yang setia meninggal, Raja Yoas dan seluruh rakyat berubah hati. Mereka meninggalkan Tuhan, menyembah patung dan berhala, bahkan menolak teguran nabi yang diutus Tuhan, sampai-sampai membunuh anak Yoyada sendiri yang mengingatkan mereka. Akibatnya, Tuhan membiarkan musuh datang menyerang, harta bait Allah dirampas, dan raja pun mati dibunuh.
Intinya: Siapa yang meninggalkan Tuhan demi hal
lain, akan kehilangan perlindungan dan berkat-Nya.
Mazmur Tanggapan (Mzm 89:4-5.29-34)
Mazmur ini adalah janji Tuhan yang tak berubah: “Aku telah mengikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Sampai selamanya akan Kujaga keturunanmu... Kasih setia-Ku akan tetap ada padanya, dan perjanjian-Ku dengannya tetap teguh”. Meski manusia berbuat salah, Tuhan tidak akan menarik kasih-Nya atau mengingkari janji-Nya.
Intinya: Kesetiaan Tuhan abadi, Dia tidak pernah
meninggalkan kita meski kita sering berubah hati.
Bacaan Injil (Mat 6:24-34)
Yesus berkata dengan tegas namun
penuh kasih: “Tidak ada orang yang dapat mengabdi kepada dua tuan; sebab ia
akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain... Kamu tidak dapat mengabdi
kepada Allah dan kepada harta benda... Janganlah kamu kuatir akan hidupmu, akan
apa yang hendak kamu makan atau apa yang hendak kamu minum... Bukankah hidup
itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh lebih penting dari pada pakaian?
Lihatlah burung-burung di udara: mereka tidak menabur atau menuai, namun Bapamu
yang di sorga memberi mereka makan.”
Intinya: Hati kita hanya bisa tunduk
pada satu pemimpin. Kalau Tuhan jadi tuan hati, kita tak perlu cemas apa
pun, karena Bapa yang berkuasa pasti menjaga dan memenuhi semua kebutuhan kita.
Korelasi Seluruh Bacaan
Semua bacaan saling menyambung rapat.
Bacaan pertama memperingatkan bahayanya kalau kita membagi hati atau
meninggalkan Tuhan. Mazmur menguatkan: Tuhan tetap setia menunggu kita kembali.
Lalu Injil memberi jawaban dan jalan hidup: tetapkan hati hanya pada Tuhan,
buang segala kecemasan, karena Dia Bapa yang mengasihi dan menjaga kita
sepenuhnya.
Pesan untuk Praktik Hidup
- Periksa tuan hatimu: renungkan apa yang paling
sering kamu kejar atau takut hilang, apakah harta, jabatan, atau pujian
orang? Akui Tuhan saja sebagai satu-satunya Tuan dan pemimpin hidupmu.
- Lepaskan kecemasan: Kalau ada hal yang bikin kamu gelisah
(masalah keuangan, masa depan, atau hubungan), berdoa dan serahkan
semuanya pada Tuhan. Ingat: Dia yang mengurus burung di udara, pasti jauh
lebih mengurus kamu yang jadi anak kesayangan-Nya.
Pilih Tuhan saja, percaya janji-Nya,
dan buang segala cemas. Hidup setia kepada-Nya adalah jalan yang aman, damai,
dan penuh berkat selamanya [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!