Yes 49:1-6 Mzm 139:1-3.13-15 Kis 13:22-26; Luk 1:57-66.80
Pangantar
Hari ini kita merayakan kelahiran
Yohanes Pembaptis, orang yang dipilih Tuhan sejak awal untuk jalan yang khusus.
Melalui dia, kita melihat bahwa setiap hidup memiliki rencana dan tujuan dari
Tuhan. Mari kita renungkan makna panggilan dan keberadaan kita di hadapan-Nya.
Mazmur Tanggapan (Mazmur 139:1-3.13-15)
Mazmur ini menyatakan kehadiran Tuhan
yang luar biasa: “Engkau telah membentuk batiniku, menjalin aku dalam
kandungan ibuku… Aku mengakui, ajaiblah segala perbuatan-Mu”. Tuhan
mengenal kita sepenuhnya, bahkan sebelum kita mengenal diri sendiri. Dia
membentuk kita dengan indah dan penuh perhatian. Intinya: Hidup kita adalah
karya Tuhan yang mulia, tidak ada yang terjadi secara kebetulan.
Bacaan Kedua (Kisah Para Rasul 13:22-26)
Rasul Paulus mengingatkan: setelah
Raja Daud, Tuhan mengangkat Yohanes Pembaptis sebagai pendahulu. Yohanes hidup
dengan rendah hati, hanya mempersiapkan jalan bagi Tuhan, dan bersaksi bahwa
dia bukanlah Juruselamat, tapi hanya orang yang datang sebelum-Nya. Intinya:
Panggilan kita adalah melayani, mempersiapkan hati orang lain, dan memuliakan
Tuhan, bukan diri sendiri.
Bacaan Injil (Lukas 1:57-66.80)
Saat Yohanes lahir, banyak orang
terheran-heran. Ketika ayahnya, Zakharia, yang sebelumnya bisu bisa berbicara
kembali, dia menamai anak itu Yohanes sesuai perintah Tuhan. Anak itu
tumbuh, menjadi kuat dalam roh, dan hidup di padang gurun sampai hari dia
tampil di hadapan umat Israel. Orang-orang bertanya: “Apakah anak ini akan
menjadi orang besar?” Semua menyadari tangan Tuhan menyertai dia.
Intinya: Tuhan mempersiapkan orang
pilihan-Nya secara perlahan, membentuk karakternya, sampai dia siap
melaksanakan tugasnya.
Korelasi Seluruh Bacaan
Semua bacaan saling terhubung: Tuhan
merancang dan membentuk hidup kita sejak dalam kandungan, Dia mengenal kita
sepenuhnya, dan memanggil kita seperti Yohanes — bukan untuk dipuji orang, tapi
untuk menjadi terang, mempersiapkan hati sesama, dan mengarahkan semua orang
kepada Yesus Kristus.
Pesan untuk Praktik Hidup Umat
- Hargai hidupmu sebagai anugerah: Ingatlah bahwa kamu dibentuk
dan dipilih Tuhan dengan tujuan yang baik. Jangan meremehkan dirimu,
karena tangan Tuhan menyertaimu sejak awal.
- Hidup rendah hati dan melayani: Seperti Yohanes, jadikan
hidupmu memuliakan Tuhan, bukan diri sendiri. Lakukan peranmu dengan
sederhana, supaya orang lain melihat kebaikan Tuhan lewat dirimu.
Kita dipanggil seperti Yohanes: hidup
sesuai rencana Tuhan, menjadi terang di sekitar kita, dan mengarahkan hati
sesama kepada Tuhan. Semoga kita setia melaksanakan panggilan itu setiap hari [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!