2Tim 1:1-3.6-12; Mzm 123:1-2; Mrk 12:18-27
Pengantar
Hari ini kita mengenang Santo
Karolus Lwanga dan kawan-kawan, pemuda yang berani mati demi mempertahankan
iman dan kesucian hati mereka. Mereka mengajarkan kita satu hal: iman itu harus
dipegang teguh, meski nyawa jadi taruhannya. Sabda Tuhan hari ini juga
menguatkan kita: Tuhan itu Allah orang hidup, Dia berkuasa membangkitkan kita,
dan janji hidup kekal itu pasti nyata.
Paulus menulis surat kepada
Timotius, anak rohani yang dikasihinya. Ia mengingatkan: "Kobarkanlah
karunia Allah yang ada padamu... Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh
ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan
ketertiban." Paulus sendiri tidak malu bersaksi tentang Tuhan, meski
ia sedang dalam penjara. Ia percaya penuh bahwa Allah sanggup memelihara apa
yang sudah dipercayakan kepada-Nya sampai hari Tuhan datang. Ini semangat yang
sama yang ada pada diri Karolus Lwanga dan kawan-kawan: berani, kuat, dan tidak
malu mengaku iman.
Mazmur Tanggapan (Mazmur 123:1-2)
Mazmur ini doa hati kita yang
percaya penuh: "Kepada-Mu aku mengangkat mataku, ya Tuhan... Seperti
mata hamba tertuju pada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan tertuju
pada tangan nyonyanya, demikianlah mata kami tertuju pada Tuhan Allah kami,
sampai Ia mengasihani kami." Kita tidak punya sandaran lain selain
Tuhan. Seperti hamba yang menunggu perintah dan pertolongan tuannya, kita pun
menaruh seluruh harap dan hidup kita di tangan Tuhan saja.
Bacaan Injil (Markus 12:18-27)
Beberapa orang yang tidak percaya
kebangkitan datang menjebak Yesus. Mereka bertanya soal wanita yang bersuami
berkali-kali, lalu bertanya: "Kalau hidup kembali, dia jadi istri
siapa?"
Yesus menjawab dengan tegas dan
jernih: "Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci
maupun kuasa Allah... Kalau orang bangkit dari antara orang mati, mereka tidak
kawin, melainkan sama seperti malaikat di surga. Dan mengenai kebangkitan orang
mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa... bagaimana Allah berfirman
kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub. Dia bukan Allah
orang mati, melainkan Allah orang hidup." Jadi, hidup tidak berakhir
di kuburan. Bagi Allah, semua orang yang setia itu tetap hidup dan ada di
hadapan-Nya.
Korelasi Seluruh Bacaan
Semuanya saling berhubungan: Bacaan
Pertama: Kita diberi roh kekuatan untuk setia bersaksi, seperti para martir; Injil:
Alasan kenapa kita berani setia: karena kita percaya hidup tidak berakhir di
sini, ada kebangkitan dan hidup kekal; Mazmur: Sikap hati kita: terus menatap
Tuhan dan percaya pada kuasa-Nya.
Intinya: Kita setia pada Tuhan
karena kita yakin Dia Allah yang hidup, dan Dia menyiapkan hidup bahagia kekal
bagi kita.
Pesan untuk Praktik Hidup
1.
Jangan malu mengaku iman
Seperti Santo Karolus dan
kawan-kawannya, jangan sembunyikan imanmu karena takut dikritik atau dihina. Di
mana pun kamu berada—di rumah, sekolah, atau kerja—tunjukkan lewat perkataan
dan perbuatan bahwa kamu anak Allah. Ingat, kita punya roh kekuatan, bukan roh
ketakutan.
2.
Hidup dengan pandangan ke surga
Ingat kata Yesus: Tuhan adalah Allah
orang hidup. Jangan terlalu pusing atau terikat hanya pada hal-hal duniawi yang
sementara saja. Jalani hidup ini dengan baik, jaga hati dan diri kita suci,
karena kita menuju ke rumah Bapa yang kekal dan abadi.
Kita punya Allah yang berkuasa
membangkitkan dan memberi hidup kekal. Mari kita ikuti teladan para martir:
kuat dalam iman, berani bersaksi, dan selalu menatap Tuhan. Percayalah, bagi
mereka yang setia, bahagia sejati sudah disiapkan di surga [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!