Yud 17:20-25; Mzm 63:2-6; Mrk 11:27-33
Pengantar
Hari ini Sabda Tuhan mengajak kita
menjaga iman kita tetap murni dan teguh. Kita diajak untuk terus mencintai
Tuhan dengan segenap hati, sekaligus berani mengakui asal mula kuasa dan
wewenang-Nya, tanpa ragu atau mencari alasan untuk menghindar dari kebenaran.
Bacaan Pertama (Yudas 17:20-25)
Penulis Surat Yudas menasihati kita
dengan sangat indah: "Bangunlah dirimu di atas dasar imanmu yang paling
suci, berdoalah dalam Roh Kudus, dan peliharalah dirimu di dalam kasih
Allah." Kita dipanggil untuk tetap setia, menantikan belas kasihan
Tuhan kita Yesus Kristus yang membawa kita kepada hidup kekal. Dia adalah
satu-satunya Allah, Penyelamat kita, yang mulia, agung, dan berkuasa sebelum
zaman, sekarang, dan selama-lamanya. Kita diajak memuliakan Dia dengan hidup
yang suci.
Mazmur Tanggapan (Mazmur 63:2-6)
Mazmur ini ungkapan hati yang rindu
Tuhan: "Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus
akan Engkau... Seperti tanah yang kering, tandus, tiada air. Begitu aku
memandang Engkau di tempat kudus, melihat kuasa dan kemuliaan-Mu."
Bagi kita, Tuhan lebih berharga dari segalanya. Hati kita puas dan gembira
seperti makan makanan yang lezat, saat kita dekat dan bersatu dengan Dia.
Bacaan Injil (Markus 11:27-33)
Penguasa agama bertanya kepada
Yesus: "Dengan kuasa apa Engkau melakukan hal-hal ini? Siapakah yang
memberi kuasa ini kepada-Mu?" Yesus menjawab dengan pertanyaan: "Dari
manakah asal pembaptisan Yohanes? Dari surga atau dari manusia?" Mereka
bingung dan berdiskusi: kalau jawab "dari surga", mereka ditanya
mengapa tidak percaya. Kalau jawab "dari manusia", takut dibenci
orang banyak. Akhirnya mereka menjawab: "Kami tidak tahu."
Maka Yesus pun berkata: "Aku
pun tidak akan mengatakan kepadamu, dengan kuasa apa Aku melakukan hal-hal
ini." Mereka memilih diam karena memikirkan kepentingan diri sendiri,
bukan mencari kebenaran.
Korelasi Seluruh Bacaan
Semua isi bacaan saling berhubungan:
Bacaan Pertama: Kita harus teguh iman dan sadar bahwa semua kuasa dan kemuliaan
hanya milik Allah; Mazmur: Sikap hati yang benar adalah rindu dan mencintai
Tuhan di atas segalanya; Injil: Ingatan keras: jangan sampai kita menutup mata
atau bungkam soal kebenaran karena takut atau ingin aman sendiri, seperti para
pemimpin itu.
Intinya: Kenali kuasa Allah, cintai
Dia dengan hati, dan berani mengakui kebenaran-Nya.
Seperti orang yang haus mencari air,
jadikan hubungan dengan Tuhan kebutuhan utamamu. Perkuat iman lewat doa dan
sabda-Nya, jangan biarkan hati kering atau jauh dari Dia. Dialah satu-satunya
yang bisa memuaskan hatimu.
2.
Jujur dan berani pada kebenaran
Jangan seperti pemimpin yang diam
karena takut atau bingung. Kalau kita sudah tahu kebenaran dari Tuhan,
beranilah mengakuinya dan hidupi. Jangan pilih-pilih jawaban demi kenyamanan
diri, tapi pegang teguh apa yang benar di hadapan Allah.
Segala kuasa dan wewenang adalah
milik Allah. Mari kita teguh beriman, mencintai-Nya dengan segenap jiwa, dan
selalu berani hidup dalam kebenaran. Hanya Dia Allah kita, Penyelamat yang
mulia sampai selama-lamanya [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!