Dan 13:1-9.15-17.19-30.33-62 Mzm 23:1-6; Yoh 8:1-11
Tema: “Belas Kasih dan Keadilan Tuhan yang Membebaskan”
Pengantar
Dalam kehidupan, manusia sering
cepat menghakimi orang lain tanpa melihat kebenaran yang sebenarnya. Namun
Tuhan adalah Allah adil yang sekaligus penuh belas kasih. Ia tidak hanya
melihat kesalahan, tetapi juga hati manusia dan membuka jalan pertobatan.
Bacaan hari ini mengajak kita untuk menghindari penghakiman dan hidup dalam
belas kasih Tuhan.
Bacaan Pertama (Daniel 13:1–9.15–17.19–30.33–62)
Bacaan ini mengisahkan Susana,
seorang perempuan saleh yang difitnah oleh dua tua-tua Israel karena menolak
ajakan dosa mereka. Dalam konteks ketidakadilan itu, Susana dijatuhi hukuman
mati. Namun melalui Nabi Daniel, Tuhan menyingkapkan kebenaran dan menyelamatkan
Susana, sementara para pelaku kejahatan menerima hukuman.
Tuhan adalah hakim yang adil yang
membela orang benar dan menyingkapkan kebenaran yang tersembunyi.
Mazmur Tanggapan (Mazmur 23:1–6)
Mazmur ini menggambarkan Tuhan
sebagai gembala yang setia. Dalam konteks pengalaman iman umat, pemazmur
menyatakan bahwa Tuhan membimbing, melindungi, dan mendampingi umat-Nya, bahkan
di lembah kekelaman.
Tuhan adalah pelindung dan penuntun
yang setia bagi orang yang percaya kepada-Nya.
Bacaan Injil (Yohanes 8:1–11)
Dalam konteks pengajaran Yesus di
Bait Allah, para ahli Taurat membawa seorang perempuan yang tertangkap berzinah
dan ingin membujuk Yesus. Menurut hukum, perempuan itu harus dirajam. Namun
Yesus berkata: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang
pertama melemparkan batu.” Satu demi satu mereka pergi, dan Yesus tidak
menghukum perempuan itu, tetapi mengajaknya untuk tidak berbuat dosa lagi.
Yesus tidak datang untuk menghukum,
tetapi untuk menyelamatkan dan memberi kesempatan pengobatan.
Korelasi Antar Bacaan
Susana diselamatkan dari hukuman
yang tidak adil oleh campur tangan Tuhan. Mazmur menegaskan Tuhan sebagai
gembala yang melindungi umat-Nya. Dalam Injil, Yesus menunjukkan belas kasih
dengan tidak menghukum perempuan berdosa, tetapi mengarahkannya pada
pengobatan.
Semua bacaan menegaskan bahwa Tuhan
adalah Allah yang adil sekaligus penuh belas kasih, yang membela kebenaran dan
membuka jalan pengobatan bagi manusia.
- Tidak mudah menghakimi orang lain, karena hanya
Tuhan yang mengetahui hati manusia secara penuh.
- Berani hidup dalam kebenaran, meskipun menghadapi
tekanan atau ketidakadilan.
- Membuka diri pada pertobatan, dan juga memberi
kesempatan kepada orang lain untuk berubah.






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!