Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Selasa, 24 Maret 2026

Bil 21:4-9 Mzm 102:2-3.16-21 Yoh 8:21-30

 Tema: “Memandang kepada Tuhan untuk Memperoleh Kehidupan”

 

Pengantar

Dalam perjalanan hidup, manusia sering jatuh dalam dosa, keluhan, dan ketidakpercayaan kepada Tuhan. Akibatnya, hidup menjadi penuh luka dan penderitaan. Namun Sabda Tuhan hari ini mengingatkan bahwa keselamatan selalu tersedia bagi mereka yang mau kembali memandang kepada Tuhan dengan iman.

Bacaan Pertama (Bilangan 21:4–9)

Bacaan ini berada dalam konteks perjalanan bangsa Israel di padang gurun menuju Tanah Terjanji. Dalam kelelahan dan kesulitan, umat mulai bersungut-sungut melawan Tuhan dan Musa. Akibatnya, ular-ular berbisa menyerang mereka. Ketika umat bertobat, Tuhan memerintahkan Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada tiang; siapa yang memandangnya akan tetap hidup.

Intinya: keselamatan datang ketika manusia bertobat dan memandang kepada Tuhan dengan iman.

Mazmur Tanggapan (Mazmur 102:2–3.16–21)

Mazmur ini merupakan doa seorang yang menderita dan merasa tertekan. Dalam konteks penderitaan itu, pemazmur berseru kepada Tuhan agar mendengarkan doanya dan tidak menyembunyikan wajah-Nya. Ia percaya bahwa Tuhan akan membangun kembali umat-Nya dan mendengarkan jeritan orang yang tertindas.

Tuhan mendengarkan seruan orang yang menderita dan memberikan harapan pemulihan.

Bacaan Injil (Yohanes 8:21–30)

Dalam konteks perdebatan Yesus dengan orang-orang Yahudi, Yesus berbicara tentang asal-usul-Nya dan misi-Nya. Ia memperingatkan bahwa jika mereka tidak percaya, mereka akan mati dalam dosa. Yesus juga menubuatkan bahwa ketika Ia “ditinggikan,” orang akan menyadari siapa Dia sebenarnya.

Yesus adalah sumber keselamatan, dan iman kepada-Nya membawa kehidupan yang sejati.

Korelasi Antar Bacaan

Bangsa Israel diselamatkan ketika mereka memandang ular tembaga dengan iman. Mazmur menunjukkan seruan manusia kepada Tuhan dalam penderitaan. Dalam Injil, Yesus menegaskan bahwa Ia akan “ditinggikan,” yang menunjuk pada salib sebagai sumber keselamatan.

Semua bacaan menegaskan bahwa keselamatan datang ketika manusia memandang kepada Tuhan dengan iman dan percaya kepada karya penyelamatan-Nya.


Pesan untuk Praksis Hidup

  1. Menyadari dan mengakui dosa, serta berani bertobat dengan tulus di hadapan Tuhan.
  2. Mengandalkan Tuhan dalam penderitaan, bukan bersungut-sungut atau menjauh dari-Nya.
  3. Memandang kepada Yesus yang tersalib, sebagai sumber harapan dan keselamatan dalam hidup kita.

Siapa yang memandang kepada Tuhan dengan iman akan menemukan keselamatan dan kehidupan yang sejati.

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting