Bil 21:4-9 Mzm 102:2-3.16-21 Yoh 8:21-30
Pengantar
Dalam perjalanan hidup, manusia
sering jatuh dalam dosa, keluhan, dan ketidakpercayaan kepada Tuhan. Akibatnya,
hidup menjadi penuh luka dan penderitaan. Namun Sabda Tuhan hari ini
mengingatkan bahwa keselamatan selalu tersedia bagi mereka yang mau kembali
memandang kepada Tuhan dengan iman.
Bacaan Pertama (Bilangan 21:4–9)
Bacaan ini berada dalam konteks
perjalanan bangsa Israel di padang gurun menuju Tanah Terjanji. Dalam kelelahan
dan kesulitan, umat mulai bersungut-sungut melawan Tuhan dan Musa. Akibatnya,
ular-ular berbisa menyerang mereka. Ketika umat bertobat, Tuhan memerintahkan
Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada tiang; siapa yang memandangnya
akan tetap hidup.
Intinya: keselamatan datang
ketika manusia bertobat dan memandang kepada Tuhan dengan iman.
Mazmur Tanggapan (Mazmur 102:2–3.16–21)
Mazmur ini merupakan doa seorang
yang menderita dan merasa tertekan. Dalam konteks penderitaan itu, pemazmur
berseru kepada Tuhan agar mendengarkan doanya dan tidak menyembunyikan
wajah-Nya. Ia percaya bahwa Tuhan akan membangun kembali umat-Nya dan mendengarkan
jeritan orang yang tertindas.
Tuhan mendengarkan seruan orang
yang menderita dan memberikan harapan pemulihan.
Bacaan Injil (Yohanes 8:21–30)
Dalam konteks perdebatan Yesus
dengan orang-orang Yahudi, Yesus berbicara tentang asal-usul-Nya dan misi-Nya.
Ia memperingatkan bahwa jika mereka tidak percaya, mereka akan mati dalam dosa.
Yesus juga menubuatkan bahwa ketika Ia “ditinggikan,” orang akan menyadari
siapa Dia sebenarnya.
Yesus adalah sumber keselamatan,
dan iman kepada-Nya membawa kehidupan yang sejati.
Korelasi Antar Bacaan
Bangsa Israel diselamatkan ketika
mereka memandang ular tembaga dengan iman. Mazmur menunjukkan seruan manusia
kepada Tuhan dalam penderitaan. Dalam Injil, Yesus menegaskan bahwa Ia akan
“ditinggikan,” yang menunjuk pada salib sebagai sumber keselamatan.
Semua bacaan menegaskan bahwa
keselamatan datang ketika manusia memandang kepada Tuhan dengan iman dan
percaya kepada karya penyelamatan-Nya.
- Menyadari dan mengakui dosa, serta berani bertobat
dengan tulus di hadapan Tuhan.
- Mengandalkan Tuhan dalam penderitaan, bukan
bersungut-sungut atau menjauh dari-Nya.
- Memandang kepada Yesus yang tersalib, sebagai
sumber harapan dan keselamatan dalam hidup kita.
Siapa yang memandang kepada Tuhan
dengan iman akan menemukan keselamatan dan kehidupan yang sejati.






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!