Mi 7:14-15.18-20 Mzm 103:1-4.9-12; Luk 15:1-3.11-32
Pengantar
Salah satu wajah terindah dari
Allah adalah belas kasih-Nya. Manusia sering jatuh dalam dosa dan menjauh dari
Tuhan, namun Allah tidak pernah berhenti mencari dan menunggu kita kembali.
Bacaan hari ini menampilkan Allah sebagai Bapa yang penuh kasih, yang selalu
siap mengampuni dan memulihkan.
Bacaan Pertama (Mikha 7:14–15.18–20)
Dalam konteks akhir nubuat Nabi
Mikha, bangsa Israel baru saja mengalami masa penderitaan akibat dosa dan
ketidaksetiaan mereka. Namun nabi menegaskan harapan: Tuhan akan kembali
menggembalakan umat-Nya dan menunjukkan kasih setia-Nya seperti pada masa pembebasan
dari Mesir. Mikha memuji Allah yang tidak mempertahankan murka-Nya, namun
berkenan menunjukkan belas kasih.
Intinya: Allah adalah Tuhan yang
setia pada janji-Nya dan selalu siap mengampuni dosa umat-Nya.
Mazmur Tanggapan (Mazmur 103:1–4.9–12)
Mazmur ini adalah pujian penuh
syukur atas kasih dan maaf Tuhan. Dalam konteks doa pribadi umat Israel,
pemazmur mengingatkan dirinya sendiri untuk memuji Tuhan yang mengampuni segala
kesalahan, menyembuhkan penyakit, dan tidak memperlakukan manusia setimpal
dengan dosa mereka.
Intinya: kasih Tuhan jauh lebih
besar daripada dosa manusia, dan memaafkan-Nya menghapus kesalahan kita sejauh
timur dari barat.
Bacaan Injil (Lukas 15:1–3.11–32)
Dalam konteks kritik kaum Farisi
yang mempersoalkan Yesus karena menerima para pendosa, Yesus menyampaikan
perumamaan tentang anak yang hilang. Seorang anak bungsu meninggalkan ayahnya,
menghabiskan harta warisan, lalu kembali ke dalam keadaan hancur. Sang ayah
tidak menghukumnya, namun menyambutnya dengan pelukan dan kegembiraan.
Intinya: Allah adalah Bapa yang
penuh belas kasih, yang selalu menantikan pertobatan anak-anak-Nya.
Korelasi Antar Bacaan
Nabi Mikha menegaskan bahwa Allah
berkenan menunjukkan belas kasih dan mengampuni dosa. Mazmur memuji Tuhan yang
penuh memaafkan. Injil menghadirkan gambaran paling indah tentang belas kasih
itu melalui perumamaan Bapa yang menyambut anak yang hilang.
Semua bacaan menyatakan bahwa kasih
dan maaf kepada Allah selalu lebih besar daripada dosa manusia, asalkan kita
mau kembali kepada-Nya.
Pesan untuk Kehidupan Umat
- Jangan takut kembali kepada Tuhan, karena Ia selalu
membuka pintu pengampunan bagi siapa pun yang menerima.
- Belajar mengampuni sesama, sebagaimana Allah telah
terlebih dahulu mengampuni kita.
- Tidak merasa diri paling benar, namun tetap
memiliki hati yang rendah dan terbuka terhadap rahmat Tuhan.
Belas kasih Allah selalu menunggu
langkah kecil kita untuk kembali ke dalam pelukan-Nya [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!