Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Jumat, 06 Maret 2026

Kej 37:3-4.12-13.17-28 Mzm 105:16-21; Mat 21:33-43.45-46

 Tema: “Dari Penolakan Menuju Rencana Keselamatan Allah”

 

Pengantar

Dalam sejarah keselamatan, sering kali orang-orang yang dipilih Allah justru ditolak oleh orang-orang terdekatnya. Namun Allah mampu mengubah kejahatan manusia menjadi jalan keselamatan. Bacaan hari ini mengajak kita melihat bahwa dibalik penderitaan dan penderitaan, Allah tetap berkarya membawa kebaikan yang lebih besar.

Bacaan Pertama (Kejadian 37:3–4.12–13.17–28)

Dalam konteks kisah keluarga Yakub, Yusuf adalah anak yang paling dikasihi oleh ayahnya. Hal ini menimbulkan kebencian dan kebencian dari saudara-saudaranya. Ketika Yusuf datang menemui mereka di Dotan, saudara-saudaranya bersekongkol untuk menyingkirkannya dan akhirnya menjualnya kepada para pedagang yang menuju Mesir.

Intinya: kesadaran dan iri hati dapat mendorong manusia melakukan kejahatan, namun dalam rencana Allah, peristiwa ini justru menjadi awal dari karya penyelamatan yang lebih besar melalui Yusuf.

Mazmur Tanggapan (Mazmur 105:16–21)

Mazmur ini mengenang penyelenggaraan karya Allah dalam sejarah Israel. Dalam konteks kisah Yusuf, pemazmur mengingat bagaimana Yusuf dijual sebagai budak dan mengalami penderitaan, tetapi akhirnya Allah mengangkatnya menjadi pemimpin di Mesir untuk menyelamatkan banyak orang dari kelaparan.

Intinya: Allah bekerja melalui peristiwa hidup, bahkan melalui penderitaan, untuk menggenapi rencana keselamatan-Nya.

Bacaan Injil (Matius 21:33–43.45–46)

Dalam konteks hari-hari terakhir pelayanan-Nya di Yerusalem, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang penggarap kebun anggur. Para penggarap menolak dan membunuh para utusan pemilik kebun, bahkan membunuh anaknya sendiri. Perumpamaan ini ditujukan kepada para pemimpin agama yang menolak para nabi dan pada akhirnya akan menolak Yesus sendiri.

Intinya: Yesus adalah “batu yang dibuang oleh tukang bangunan” tetapi justru menjadi batu penjuru keselamatan.

Korelasi Antar Bacaan

Yusuf ditolak dan dijual oleh saudara-saudaranya, tetapi kemudian menjadi sarana keselamatan bagi banyak orang. Dalam Injil, Yesus menubuatkan bahwa Ia juga akan ditolak dan dibunuh, namun melalui pengorbanan-Nya lahir keselamatan bagi dunia.

Semua bacaan menunjukkan pola yang sama: penolakan manusia tidak menggagalkan rencana Allah , justru sering menjadi jalan bagi karya keselamatan yang lebih besar.

Pesan untuk Kehidupan Umat

  1. Menghindari iri hati dan kebencian, karena sikap itu dapat merusak hubungan dan membawa pada tindakan yang tidak benar.
  2. Percayalah bahwa Tuhan tetap bekerja dalam setiap peristiwa hidup, bahkan ketika kita mengalami ketidakadilan atau penolakan.
  3. Belajar melihat penderitaan dalam terang iman, sebagai kesempatan bagi Allah untuk menghadirkan kebaikan yang lebih besar.

Allah mampu mengubah penolakan dan penderitaan menjadi jalan keselamatan bagi mereka yang tetap percaya kepada-Nya [psl].

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting