Kej 37:3-4.12-13.17-28 Mzm 105:16-21; Mat 21:33-43.45-46
Dalam sejarah keselamatan, sering
kali orang-orang yang dipilih Allah justru ditolak oleh orang-orang
terdekatnya. Namun Allah mampu mengubah kejahatan manusia menjadi jalan
keselamatan. Bacaan hari ini mengajak kita melihat bahwa dibalik penderitaan
dan penderitaan, Allah tetap berkarya membawa kebaikan yang lebih besar.
Bacaan Pertama (Kejadian 37:3–4.12–13.17–28)
Dalam konteks kisah keluarga Yakub,
Yusuf adalah anak yang paling dikasihi oleh ayahnya. Hal ini menimbulkan
kebencian dan kebencian dari saudara-saudaranya. Ketika Yusuf datang menemui
mereka di Dotan, saudara-saudaranya bersekongkol untuk menyingkirkannya dan
akhirnya menjualnya kepada para pedagang yang menuju Mesir.
Intinya: kesadaran dan iri hati
dapat mendorong manusia melakukan kejahatan, namun dalam rencana Allah,
peristiwa ini justru menjadi awal dari karya penyelamatan yang lebih besar
melalui Yusuf.
Mazmur Tanggapan (Mazmur 105:16–21)
Mazmur ini mengenang
penyelenggaraan karya Allah dalam sejarah Israel. Dalam konteks kisah Yusuf,
pemazmur mengingat bagaimana Yusuf dijual sebagai budak dan mengalami
penderitaan, tetapi akhirnya Allah mengangkatnya menjadi pemimpin di Mesir
untuk menyelamatkan banyak orang dari kelaparan.
Intinya: Allah bekerja melalui
peristiwa hidup, bahkan melalui penderitaan, untuk menggenapi rencana
keselamatan-Nya.
Bacaan Injil (Matius 21:33–43.45–46)
Dalam konteks hari-hari terakhir
pelayanan-Nya di Yerusalem, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang penggarap
kebun anggur. Para penggarap menolak dan membunuh para utusan pemilik kebun,
bahkan membunuh anaknya sendiri. Perumpamaan ini ditujukan kepada para pemimpin
agama yang menolak para nabi dan pada akhirnya akan menolak Yesus sendiri.
Intinya: Yesus adalah “batu yang
dibuang oleh tukang bangunan” tetapi justru menjadi batu penjuru keselamatan.
Korelasi Antar Bacaan
Yusuf ditolak dan dijual oleh
saudara-saudaranya, tetapi kemudian menjadi sarana keselamatan bagi banyak
orang. Dalam Injil, Yesus menubuatkan bahwa Ia juga akan ditolak dan dibunuh,
namun melalui pengorbanan-Nya lahir keselamatan bagi dunia.
Semua bacaan menunjukkan pola yang
sama: penolakan manusia tidak menggagalkan rencana Allah , justru sering
menjadi jalan bagi karya keselamatan yang lebih besar.
Pesan untuk Kehidupan Umat
- Menghindari iri hati dan kebencian, karena
sikap itu dapat merusak hubungan dan membawa pada tindakan yang tidak
benar.
- Percayalah bahwa Tuhan tetap bekerja dalam
setiap peristiwa hidup, bahkan ketika kita mengalami ketidakadilan
atau penolakan.
- Belajar melihat penderitaan dalam terang iman,
sebagai kesempatan bagi Allah untuk menghadirkan kebaikan yang lebih
besar.
Allah mampu mengubah penolakan dan
penderitaan menjadi jalan keselamatan bagi mereka yang tetap percaya
kepada-Nya [psl].






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!