Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Selasa, 24 Februari 2026

Yes 55:10-11; Mzm 34:4-7.16-19; Mat 6:7-15

 Tema: “Sabda yang Menghidupkan dan Doa yang Mengubah Hati”

 

Pengantar

Dalam perjalanan Prapaskah, kita diajak untuk semakin akrab dengan Sabda Tuhan dan memperdalam kehidupan doa. Hari ini, liturgi menegaskan bahwa Sabda Allah tidak pernah sia-sia, dan doa yang benar bukan soal banyaknya kata, melainkan hubungan yang tulus dengan Bapa. Allah bekerja melalui firman-Nya dan membentuk hati kita melalui doa.

Bacaan Pertama (Yes 55:10–11)

Dalam Kitab Yesaya, Sabda Tuhan diibaratkan seperti hujan dan salju yang turun dari langit dan tidak kembali dengan sia-sia, melainkan menyuburkan bumi. Demikianlah firman Allah: ia melaksanakan apa yang dikehendaki-Nya dan berhasil dalam tugas yang diutus-Nya. Sabda Tuhan memiliki daya hidup dan kuasa transformasi.

Mazmur Tanggapan (Mzm 34:4–7.16–19)

Mazmur mengajak kita untuk memuliakan Tuhan dan mengalami penyelamatan-Nya. Orang yang meminta-Nya tidak akan dikecewakan. Tuhan dekat kepada orang yang patah hati dan menyelamatkan orang yang remuk jiwa. Doa lahir dari kepercayaan bahwa Allah sungguh-sungguh mendengarkan.

Bacaan Injil (Mat 6:7–15)

Dalam Injil Matius, Yesus mengajarkan cara berdoa yang benar dan memperkenalkan Doa Bapa Kami. Ia menegaskan bahwa doa bukanlah soal kata-kata yang bertele-tele, karena Bapa sudah mengetahui kebutuhan kita. Doa sejati berpusat pada pengudusan nama Allah, datangnya Kerajaan-Nya, menghendaki kehendak-Nya, serta sikap memaafkan terhadap sesama.

Korelasi Seluruh Bacaan

Yesaya menegaskan kekuasaan Sabda yang efektif dan menghidupkan. Mazmur menunjukkan pengalaman konkret bahwa Tuhan mendengarkan orang yang memohon kepada-Nya. Injil mengajarkan bagaimana manusia menyambut Sabda itu melalui doa yang benar dan penuh kepercayaan. Sabda Allah bekerja dalam diri kita, dan doa membuka hati agar kita dibentuk oleh kehendak-Nya.

Pesan dan Aplikasi Hidup

  1. Memberi ruang bagi Sabda Tuhan dalam hidup sehari-hari, dengan membaca dan memikirkannya secara setia.
  2. Memperbarui kualitas doa, bukan sekadar banyaknya kata, tetapi kedalaman hubungannya dengan Bapa.
  3. Belajar mengampuni sesama, karena memaafkan adalah bagian yang tak terpisahkan dari doa kristiani.

Ketika Sabda Tuhan kita terima dengan iman dan kita jawab dengan doa yang tulus, hidup kita perlahan dibaharui sesuai keinginan-Nya.

Bikap St. Fransiskus Gunungsitoli, 24 Februari 2026; psl

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting