1Raj 3:4-13 Mzm 119:9-14 Mrk 6:30-34
Pengantar
Sabda Tuhan hari ini mengarahkan
kita pada sumber kebijaksanaan sejati dan wujud nyata kasih Allah. Salomo
memilih kebijaksanaan sebagai anugerah utama, bukan kekuasaan atau kekayaan.
Yesus, Sang Gembala sejati, menaruh belas kasih kepada banyak orang yang
kehilangan arah. Iman yang matang selalu melahirkan kepedulian terhadap sesama.
Bacaan Pertama (1Raj 3:4–13)
Salomo memohon kepada Tuhan hati
yang bijaksana untuk memimpin umat. Permohonan ini berkenan kepada Allah karena
lahir dari kerendahan hati dan tanggung jawab. Tuhan menganugerahkan bukan
hanya kebijaksanaan, tetapi juga apa yang tidak dimintanya. Kebijaksanaan
sejati adalah anugerah bagi mereka yang mencari kehendak Allah.
Mazmur Tanggapan (Mzm 119:9–14)
Mazmur ini memuji Sabda Tuhan
sebagai penuntun hidup orang muda dan orang beriman. Kesetiaan pada firman
menjaga hati tetap murni. Firman Tuhan lebih berharga daripada harta duniawi.
Sukacita sejati lahir dari ketaatan atas kehendak Allah.
Bacaan Injil (Mrk 6:30–34)
Yesus mengajak para murid
beristirahat setelah pelayanan yang melelahkan. Namun melihat banyak orang yang
terlantar, Yesus tergerak oleh belas kasih. Ia mengajar mereka sebagai gembala
yang peduli pada domba-domba-Nya. Kasih yang sejati tidak berhenti pada
kenyamanan diri.
Korelasi Seluruh Bacaan
Salomo meminta kebijaksanaan,
pemazmur menyatakan firman sebagai sumber kebijaksanaan, dan Yesus
mewujudkannya dalam kasih belas belas. Kebijaksanaan Allah selalu berakhir pada
pelayanan dan kepedulian. Iman yang sejati membentuk hati yang peka terhadap kebutuhan
sesama. Firman Tuhan memimpin kita gembala menjadi bagi satu sama lain.
Pesan dan Aplikasi Hidup
- Memohon keputusan dalam doa , agar setiap
keputusan kehendak Allah.
- Membiarkan Sabda Tuhan membentuk kehidupan ,
sebagai pedoman utama dalam berpikir dan bertindak.
- Menyampaikan belas kasih , dengan kepekaan
terhadap kebutuhan rohani dan jasmani sesama.
Kebijaksanaan yang sejati selalu
menuntun hati untuk mencintai dan melayani seperti Kristus, Sang Gembala yang
penuh belas kasih.
Bikap St. Fransiskus Gunungsitoli, 7 Februari 2026; psl






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!