Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga

Renungan Harian Katolik: Jumat, 6 Februari 2026

Sir 47,2-11; Mzr 18,31,47,50,51; Mrk 6,14-29

 Tema: “Kesetiaan pada Kebenaran hingga Darah Tercurah”

 

Pengantar

Sabda Tuhan hari ini menyingkapkan dua wajah kesaksian iman: kemuliaan orang yang setia kepada Allah dan penderitaan mereka yang berani mempertahankan kebenaran. Daud dipuji karena kesetiaannya, sementara Yohanes Pembaptis harus kehilangan nyawanya karena kebenaran yang ia wartakan. Dalam peringatan terang St. Paulus Miki dan para martir, Gereja diingatkan bahwa iman sejati sering menuntut pengorbanan total. Kesetiaan kepada Allah tidak selalu membawa kenyamanan, tetapi selalu membawa keselamatan.

Bacaan Pertama (Sir 47:2–11)

Kitab Sirakh memuji Daud sebagai pribadi yang dipilih dan dikasihi Allah. Ia memuliakan Tuhan dengan nyanyian dan ibadat. Kesetiaan Daud membuat dosanya diampuni dan kerajaannya diteguhkan. Hidup Daud menjadi teladan bahwa Allah berkenan kepada hati yang setia dan bersyukur

Mazmur Tanggapan (Mzm 18:31.47.50.51)

Mazmur ini menegaskan bahwa Tuhan adalah pelindung dan penyelamat umat-Nya. Kuasa dan kemenangan datang dari Allah semata. Kesetiaan Tuhan melampaui generasi. Pujian menjadi ungkapan iman yang teguh dalam segala situasi.

Bacaan Injil (Mrk 6:14–29)

Yohanes Pembaptis dipenjarakan dan dibunuh karena keberaniannya menegur dosa Herodes. Kebenaran yang diwartakannya berakhir pada kematian syahid. Ketakutan manusia akan kehilangan kekuasaan menyingkirkan suara kenabian. Injil ini menunjukkan bahwa kebenaran sering dibungkam, tetapi tidak pernah dapat dikalahkan.

Korelasi Seluruh Bacaan

Daud, Yohanes Pembaptis, dan para martir bersatu dalam satu benang merah: percaya kepada Allah. Kesetiaan Daud dimahkotai pujian, percaya Yohanes berujung pada kemartiran. St. Paulus Miki dan rekan-seksi melanjutkan tradisi ini dengan menyerahkan hidup demi Kristus. Allah dimuliakan baik dalam pujian maupun dalam penderitaan

Pesan dan Aplikasi Hidup

  1. Berani hidup dalam kebenaran , meski harus menghadapi risiko dan penolakan.
  2. Menjaga iman dalam hal-hal kecil , sebagai latihan menuju kesaksian yang lebih besar.
  3. Meneladani para martir , yang lebih memilih setia kepada Kristus daripada berkompromi dengan dosa.

Kesetiaan kepada Allah mungkin menuntut nyawa, tetapi hanya kesetiaan itulah yang membawa hidup kekal dan kemuliaan sejati.

Bikap Santo Fransiskus Gunungsitoli, 6 Februari 2026 [psl]

Share this post :

Posting Komentar

Terima kasih atas Partisipasi Anda!

 
Copyright © 2015-2025. Ordo Saudara Dina Kapusin Provinsi St. Fidelis Sibolga - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger - Posting