Yes 58:9-14 Mzm 86:1-6 Luk 5:27-32
Pengantar
Di tengah masa Prapaskah, Sabda
Tuhan hari ini menyingkapkan wajah Allah yang penuh belas kasih. Ia bukan Allah
yang jauh dan menghukum tanpa ampun, melainkan Bapa yang mendengar seruan
umat-Nya dan memanggil setiap orang untuk kembali. Pertobatan sejati selalu
berawal dari pengalaman akan kerahiman Tuhan.
Inti Bacaan Pertama (Yes 58:9–14)
Dalam Kitab Kitab Yesaya ditegaskan
bahwa jika umat berhenti berpikir, tidak lagi menunjuk-nunjuk dan berkata
jahat, serta memberi perhatian kepada yang lapar dan tertindas, maka terang
akan terbit dalam kegelapan mereka. Tuhan akan membimbing dan memulihkan
mereka. Kesetiaan kepada Tuhan dan penghormatan terhadap hari Tuhan membawa
kesegaran hidup yang nyata.
Inti Mazmur Tanggapan (Mzm 86:1–6)
Mazmur 86 adalah doa permohonan
seorang hamba yang memohon kepada Tuhan dengan penuh kepercayaan. Tuhan dikenal
sebagai baik dan suka mengampuni, melimpahkan kasih setia kepada semua orang
yang memohon kepada-Nya. Doa lahir dari keyakinan bahwa Allah selalu siap
menyambut orang yang datang dengan hati yang rendah.
Inti Bacaan Injil (Luk 5:27–32)
Dalam Injil menurut Injil Lukas ,
Yesus memanggil Lewi, seorang pemungut cukai, untuk mengikuti-Nya. Lewis segera
meninggalkan segalanya dan mengikuti Yesus. Ketika orang-orang Farisi
mempersoalkan mengapa Yesus makan bersama orang berdosa, Ia menjawab: “Bukan
orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk
memanggil orang benar, melainkan orang berdosa supaya mereka merendahkan.”
Kerahiman Allah menjadi nyata dalam panggilan dan penerimaan.
Korelasi Seluruh Bacaan
Yesaya menegaskan bahwa pengobatan
harus diwujudkan dalam tindakan nyata terhadap sesama. Mazmur menunjukkan bahwa
Allah selalu siap mengampuni mereka yang berseru kepada-Nya. Injil menghadirkan
Yesus sebagai Tabib ilahi yang datang untuk menyembuhkan orang berdosa. Allah
tidak menolak dosa itu, tetapi justru mendekati dan memanggil mereka kepada
hidup yang baru.
Pesan dan Aplikasi Hidup
- Berani membuka diri terhadap panggilan Tuhan,
meskipun merasa tidak layak atau penuh kekurangan.
- Menghidupi pengobatan dalam tindakan konkret kasih
dan keadilan sosial.
- Meneladani belas kasih Kristus, dengan tidak mudah
menghakimi, tetapi menghadirkan sikap menerima dan membimbing.
Allah yang berbelaskasih selalu
memanggil kita untuk bangkit dan mengikuti-Nya, sebab dalam pengobatan ada
kegembiraan dan kehidupan baru.
Bikap St. Feliks Mela, 21 Februari 2026; psl






Posting Komentar
Terima kasih atas Partisipasi Anda!